Oleh: Elkana Lengkong
Redaktur Eksekutif
ALASANNEWS, PALU – Infrastruktur jalan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Jalan yang baik bukan sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga menjadi urat nadi pergerakan ekonomi, distribusi logistik, akses pelayanan publik, hingga pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Di Sulawesi Tengah, pembangunan infrastruktur jalan nasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang signifikan. Salah satu sosok yang berada di balik berbagai capaian tersebut adalah Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Bambang Razak, S.T., M.T.
Kinerja Bambang Razak mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. Menurut gubernur, berbagai terobosan yang dilakukan BPJN Sulawesi Tengah telah memberikan dampak nyata terhadap kelancaran konektivitas daerah serta mendukung program pembangunan daerah, khususnya Program Berani Lancar yang menitikberatkan pada kelancaran akses transportasi dan mobilitas masyarakat.
"Saya mengapresiasi gebrakan dan terobosan kinerja sejak Bambang Razak memimpin BPJN Sulawesi Tengah. Daerah ini banyak mendapatkan paket proyek preservasi jalan dan jembatan Trans Sulawesi dari dana APBN," kata Anwar Hafid kepada Alasannews, Selasa (9/6/2026) melalui pesan WhatsApp.
Menurut Anwar Hafid, Bambang Razak tidak hanya memiliki kapasitas teknis yang mumpuni sebagai pemimpin BPJN, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pembangunan daerah karena merupakan putra daerah Sulawesi Tengah.
"Beliau berhasil menata infrastruktur jalan sehingga dapat dilalui dengan baik dan menjadi nadi ekonomi rakyat di Sulawesi Tengah," ujar gubernur.
Menanggapi apresiasi tersebut, Bambang Razak menyampaikan rasa terima kasihnya sekaligus menegaskan bahwa seluruh capaian yang diraih merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur.
"Semua yang saya lakukan adalah bagian dari pengabdian untuk bekerja dan terus bekerja menghasilkan infrastruktur jalan Trans Sulawesi yang lancar dan terbaik sebagai nadi ekonomi rakyat," kata Bambang Razak kepada Alasannews.
Mengawal Pemulihan Pascabencana
Salah satu proyek monumental yang berada dalam pengawasan BPJN Sulawesi Tengah adalah pembangunan kembali Jembatan Palu IV dan Elevated Road melalui program Infrastructure Reconstruction Sector Loan (IRSL) pascabencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi 2018.
Proyek tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa. Kehadiran kembali Jembatan Palu IV menjadi simbol kebangkitan Kota Palu sekaligus bukti nyata bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi Sulawesi Tengah terus berjalan.
Pada Februari 2026, Jembatan Palu IV dan Elevated Road resmi dibuka untuk masyarakat setelah melalui serangkaian pengujian teknis dan audit keselamatan. Infrastruktur modern sepanjang lebih dari satu kilometer tersebut kini menjadi salah satu ikon baru Kota Palu yang menghubungkan berbagai kawasan strategis sekaligus memperkuat mitigasi risiko bencana di masa mendatang.
Menaklukkan Tantangan Bambuan Tolitoli
Keberhasilan lainnya terlihat pada penanganan ruas jalan Bambuan di Kabupaten Tolitoli yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai titik rawan kerusakan akibat kondisi tanah lunak dan banjir musiman.
Di bawah kepemimpinan Bambang Razak, BPJN Sulawesi Tengah menerapkan metode konstruksi khusus berupa preloading atau prabeban. Metode ini memungkinkan tanah lunak mengalami pemadatan alami sebelum jalan dibangun secara permanen.
Selain itu, elevasi badan jalan juga ditinggikan untuk mengatasi banjir tahunan yang selama ini sering menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Hasilnya mulai dirasakan masyarakat. Jalan yang sebelumnya rusak dan berlubang kini berubah menjadi jalur yang lebih aman, nyaman, dan mampu menunjang aktivitas ekonomi masyarakat Tolitoli.
Preservasi Tolai–Sausu yang Berjalan Positif
Di Kabupaten Parigi Moutong, Paket Preservasi Jalan Nasional Tolai–Sausu menjadi salah satu proyek strategis yang berhasil menunjukkan progres positif.
Ruas jalan yang merupakan bagian penting dari jalur Trans Sulawesi tersebut memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi logistik antarwilayah.
Dengan pengawasan yang ketat dan manajemen proyek yang baik, pelaksanaan pekerjaan menunjukkan capaian di atas target yang telah direncanakan. Keberhasilan ini menjadi indikator bahwa pembangunan infrastruktur di Sulawesi Tengah tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga kualitas.
Memperkuat Konektivitas Poso
Perhatian Bambang Razak juga terlihat pada penanganan ruas Tagolu–Tentena dan Tentena–Taripa di Kabupaten Poso.
Melalui program preservasi jalan dan jembatan, konektivitas antarwilayah terus diperkuat guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Jalan yang lebih baik akan memangkas waktu tempuh perjalanan, mengurangi biaya logistik, serta membuka akses yang lebih luas terhadap berbagai layanan sosial dan ekonomi.
Progres pekerjaan yang berjalan di atas target menunjukkan bahwa proyek-proyek strategis tersebut berada pada jalur yang tepat untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Mendukung Kawasan Industri Morowali
Peran jalan nasional semakin penting ketika berbicara mengenai Kabupaten Morowali yang kini menjadi salah satu pusat industri nikel terbesar di Indonesia.
BPJN Sulawesi Tengah terus memastikan kemantapan ruas Bungku–Bahodopi–Batas Sulawesi Tenggara agar aktivitas logistik industri maupun mobilitas masyarakat dapat berjalan lancar.
Perbaikan sistem drainase melalui pemasangan saluran beton menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga umur layanan jalan sehingga mampu menopang tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari.
Membangun SDM dan Teknologi Konstruksi
Keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh kualitas fisik jalan, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.
Karena itu, Bambang Razak mendorong berbagai program peningkatan kapasitas SDM konstruksi melalui pelatihan pemetaan topografi, survei modern, hingga penerapan Building Information Modelling (BIM).
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di Sulawesi Tengah tidak hanya berfokus pada kebutuhan hari ini, tetapi juga menyiapkan kemampuan teknis untuk menghadapi tantangan masa depan.
Jalan sebagai Instrumen Kesejahteraan
Berbagai capaian pembangunan dan preservasi jalan nasional yang berhasil diwujudkan selama kepemimpinan Bambang Razak menunjukkan bahwa infrastruktur memiliki peran strategis sebagai instrumen kesejahteraan rakyat.
Mulai dari pembangunan kembali Jembatan Palu IV, penanganan ruas Bambuan Tolitoli, preservasi Tolai–Sausu, Tagolu–Tentena, Tentena–Taripa, hingga koridor industri Morowali, semuanya merupakan bagian dari upaya memperkuat jaringan Trans Sulawesi sebagai nadi ekonomi masyarakat.
Apresiasi yang diberikan Gubernur Anwar Hafid menjadi cerminan bahwa kerja keras BPJN Sulawesi Tengah telah memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
Pada akhirnya, jalan bukan sekadar hamparan aspal yang menghubungkan satu titik dengan titik lainnya. Jalan adalah penghubung harapan, penggerak ekonomi, pembuka keterisolasian, sekaligus fondasi menuju kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
Dalam konteks itulah, kerja dan pengabdian Bambang Razak patut mendapat penghargaan sebagai bagian dari upaya besar membangun Sulawesi Tengah yang lebih maju, terkoneksi, dan berdaya saing.***



