Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gubernur Anwar Hafid: Persoalan Aksi Demo PETI di Tolitoli Sudah Selesai, Semua Sudah Saling Memaafkan

| 21:25 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-08T14:25:05Z

 



ALASANNEWS, ( Palu) – Polemik yang sempat mencuat terkait aksi demonstrasi mahasiswa mengenai Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Tolitoli masih menjadi perbincangan di ruang publik dan media sosial. 


Namun, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa persoalan tersebut sesungguhnya telah selesai setelah dirinya bertemu langsung dengan para mahasiswa yang terlibat dalam aksi tersebut.


Menurut Anwar Hafid, peristiwa yang terjadi saat kunjungannya ke Tolitoli beberapa waktu lalu sudah selesai karena hal itu  akan jadi perhatian Gubernur. 


"Ha..ha..ha, kan siapa yang emosi? Hal ini sudah selesai dan mahasiswanya, juga saya sudah jabat tangan. Mereka datang bertemu langsung hari itu juga, mereka minta maaf dan saya juga sudah memaafkan. Mereka itu merupakan warga saya sebagai gubernur," kata Anwar Hafid kepada Alasannews melalui pesan WhatsApp, Senin (8/6/2026).


Gubernur menjelaskan bahwa sebagai kepala daerah dirinya selalu siap audens terhadap mahasiswa maupun masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi. Ia memandang demonstrasi sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati selama dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab.


Menurut Anwar Hafid, justru suasana yang sempat memanas saat aksi berlangsung lebih dipengaruhi oleh situasi di lapangan. Ia menilai Bupati Tolitoli Amran Yahya kemungkinan bereaksi karena melihat adanya sikap yang dianggap kurang menghargai upaya gubernur untuk menjalin komunikasi secara langsung dengan peserta aksi.


Peristiwa tersebut terjadi ketika Gubernur Sulawesi Tengah menghadiri kegiatan Hari Ulang Tahun Satpol PP dan Damkar se-Sulawesi Tengah yang dipusatkan di Kabupaten Tolitoli. Pada saat bersamaan, sejumlah mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar aksi demonstrasi menuntut pemerintah segera menertibkan aktivitas pertambangan emas tanpa izin yang dinilai telah menimbulkan kerusakan lingkungan.


Dari berbagai video yang beredar di media sosial, terlihat Gubernur Anwar Hafid mendatangi langsung lokasi massa aksi. Dalam rekaman tersebut, gubernur tampak berupaya membangun komunikasi dengan para demonstran dan mengajak mereka berjabat tangan.


Namun, sebagian peserta aksi memilih untuk tidak langsung menerima uluran tangan tersebut. Mereka menginginkan agar tuntutan yang dibawa terlebih dahulu didengarkan dan mendapat respons dari pemerintah sebelum dilakukan simbol perdamaian berupa jabat tangan.


Momen itulah yang kemudian memunculkan beragam persepsi di tengah masyarakat. Sebagian pihak menilai tindakan mahasiswa merupakan bentuk konsistensi perjuangan dalam menyampaikan aspirasi. 


Di sisi lain, ada pula yang menilai penolakan jabat tangan terhadap seorang gubernur kurang mencerminkan etika dalam menyampaikan pendapat.

×
Berita Terbaru Update