ALASANNEWS, PALU – Panitia Konser Rohani 2026 Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Sulawesi Tengah yang dipimpin Ketua Panitia Ir. Hendrik Gerry Lianto, akrab disapa Ko Aceo, melakukan rangkaian silaturahmi sekaligus memenuhi undangan Kapolda Sulawesi Tengah terkait persiapan pengamanan dan suksesnya pelaksanaan Konser Rohani 2026 dalam rangka memperingati Kenaikan Tuhan Yesus Kristus.
Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun sinergi lintas sektor guna memastikan pelaksanaan konser rohani terbesar di Sulawesi Tengah berlangsung aman, tertib, dan menjadi momentum memperkuat harmoni toleransi antarumat beragama.
Guna mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif serta menjamin suksesnya pelaksanaan konser rohani, juga digelar rapat koordinasi terbatas terkait pengamanan kegiatan.
Rakor berlangsung di Gedung Rupatama Mapolda Sulawesi Tengah dan dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, Pangdam XXIII/Palaka Wira, Ketua MUI Sulawesi Tengah, Ketua FKUB, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah, serta sejumlah pejabat utama Polda Sulteng, di antaranya Irwasda, Dirintelkam, Dirbinmas, dan Dansat Brimob.
Usai melakukan pertemuan dengan Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Nasri yang diwakili Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Sulteng Kombes Pol. Giuseppe Reinhard Gultom, S.Sos., S.I.K., M.Han. Rombongan Panitia Konser Rohani BAMAG Sulteng melanjutkan agenda silaturahmi dengan Pangdam XXIII/ Palaka Wira Mayor Jenderal TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar. Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan silaturahmi bersama Ketua Umum Pengurus Besar Alkhairaat di Palu.
Ketua Panitia Konser Rohani BAMAG Sulteng, Ko Aceo, mengatakan hasil berbagai pertemuan tersebut semakin memperkuat keyakinan panitia bahwa konser rohani ini akan menjadi momentum penting dalam menjaga dan mempererat harmoni toleransi yang selama ini telah terbangun dengan baik di Sulawesi Tengah.
“Dari hasil pertemuan tersebut, saya meyakini konser rohani ini tidak hanya menjadi sarana ibadah dan perayaan iman, tetapi juga memperkuat harmoni toleransi di Sulawesi Tengah"kata Ko Aceo kepada Alasannews, Selasa (9/6/2026), melalui WhatsApp.
Dikatakan dari sisi keamanan, pihak Panitia Konser Rohani 2026 BAMAG Sulteng memperoleh dukungan penuh dari Polda Sulawesi Tengah karena diperkirakan konser ini akan dihadiri puluhan ribu warga, baik dari Kota Palu maupun dari luar daerah sepert dari Kabupaten Morowali Utara, Poso, Parimo dan Sigi.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan keagamaan dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan, kebersamaan, serta menjaga stabilitas daerah yang aman dan damai.
Dalam agenda silaturahmi dengan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat Dr. H. Mohsen Alaydrus yang didampingi Sekretaris Jenderal Jamaluddin Mariadjang, menurut Ko Aceo terjalin suasana keakraban dan persaudaraan sangat terasa. Pertemuan tersebut berlangsung penuh keakraban hangat penuh semangat membangun kerukunan dan toleransi yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah.
“Dari pertemuan saya dengan Ketua Umum PB Alkhairaat Dr. H. Mohsen Alaydrus yang didampingi Sekjen Jamaluddin Mariadjang hari ini, nampak tercipta suasana yang sangat harmonis. Kedua tokoh Alkhairaat ini memberikan respons positif dan mendukung pelaksanaan Konser Rohani BAMAG Sulteng di Kota Palu,” ujar Ko Aceo.
Ia menambahkan, dukungan dari berbagai tokoh agama dan elemen masyarakat menjadi energi positif bagi panitia untuk menyukseskan kegiatan yang tidak hanya bernuansa religius, tetapi juga membawa pesan persatuan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.
Konser Rohani BAMAG Sulteng 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 di Lapangan GKST Imanuel, Jalan Prof. Moh. Yamin, Kota Palu, dengan mengusung tema “Berdoa untuk Lawatan Tuhan Atas Kota Palu”.
Sejumlah penyanyi rohani nasional akan tampil memeriahkan acara tersebut, di antaranya Ruth Sahanaya, Jacqlien Celosse, Sari Simorangkir, Karen Sarouna, Yeshua Abraham, Franky Kuncoro, Mongol Immanuel, dan Fero Walandouw.
Ko Aceo menegaskan bahwa konser rohani ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya alias gratis. Panitia memperkirakan kegiatan tersebut akan dihadiri puluhan ribu masyarakat Kristiani dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah.
“Ini merupakan acara terbuka dan gratis bagi masyarakat. Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama hadir dalam suasana penuh sukacita, doa, dan persaudaraan. Harapan kami, konser ini menjadi berkat bagi Kota Palu dan Sulawesi Tengah serta semakin memperkuat semangat toleransi yang selama ini telah terjaga dengan baik,” tutup Ko Aceo.


