Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sekolah Rakyat wujudkan pendidikan inklusif untuk keluarga miskin

| 18:12 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-01T11:12:13Z

 


PALU, ALASANnews.com.--Program Sekolah Rakyat Presiden Prabowo Subianto bertujuan mewujudkan pendidikan inklusif, untuk keluarga miskin dan kurang mampu di Indonesia.


"Target utama program ini adalah siswa dari kategori desil 1 dan desil 2 atau kategori miskin dan sangat miskin, yang sesuai dengan arahan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem," kata Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Tadulako Nambaso 20 Palu Anita.


Hal itu disampaikan Anita dalam podcast kolaborasi Kantor Berita ANTARA Biro Sulawesi Tengah dan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Sulteng, yang dikutip di Palu, Sabtu.


Dia menjelaskan SR mulai beroperasi pada Agustus 2025, telah berhasil menjangkau siswa dari wilayah-wilayah terpencil, termasuk Kabupaten Banggai Laut yang merupakan lokasi terjauh.


"Saat ini terdapat 186 peserta didik, untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)," ungkapnya.


Para peserta didik kata dia, belajar di delapan ruang kelas, dengan komposisi tiga ruangan untuk jenjang SMP dan lima ruangan utuk jenjang SMA, dan ditangani oleh 15 guru berkualitas.


Data dari sekolah menunjukkan bahwa siswa SRT Palu berasal dari berbagai wilayah geografis di Sulawesi Tengah. Perwakilan siswa tersebar dari Kabupaten Banggai Laut, Kabupaten Buol di perbatasan provinsi dengan Gorontalo, wilayah Napu di Kabupaten Poso, hingga dari Kecamatan Kulawi di Kabupaten Sigi.


Anita menerangkan bahwa model Sekolah Rakyat adalah program prioritas pemerintah yang memberikan dukungan komprehensif kepada peserta didik. 


"Semua kebutuhan siswa ditanggung oleh pemerintah, mulai dari pendidikan, kesehatan, pangan, hingga kebutuhan pribadi," jelasnya.


Penelitian terbaru dari Pusat Kebijakan Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menunjukkan bahwa aksesibilitas pendidikan di daerah terpencil masih menjadi tantangan signifikan. 


Studi ini mengidentifikasi bahwa 47 persen siswa di wilayah kabupaten pedalaman mengalami kesulitan akses pendidikan berkualitas. Dengan hadirnya SRT Palu, hambatan geografis dan ekonomi dapat diminimalkan melalui sistem asrama yang terintegrasi.


Sistem asrama yang diterapkan di SRT Palu memungkinkan siswa dari berbagai daerah untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas.


Selain itu, anak-anak dari keluarga yang kurang mampu di pelosok dapat menikmati fasilitas pendidikan yang setara dengan sekolah-sekolah unggulan di kota besar.


Anita menjelaskan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dikelola oleh Dinas Sosial di masing-masing wilayah, menjadi mekanisme penjangkauan siswa baru. Berbeda dengan sistem pendaftaran konvensional, SRT Palu menggunakan metode penjangkauan aktif untuk mengidentifikasi siswa-siswa potensial dari keluarga penerima PKH.


Kepala Sekolah Anita menekankan bahwa kehadiran SRT Palu bukan hanya tentang pemenuhan akses pendidikan, tetapi juga tentang pemberdayaan sosial ekonomi.


"Anak-anak kami adalah titipan orang tua sekaligus titipan negara. Oleh karena itu, seluruh tim dari guru, wali asuh, dan wali asrama harus memastikan mereka mendapatkan layanan pendidikan yang optimal," katanya menegaskan.

×
Berita Terbaru Update