Oleh: Elkana Lengkong
Koresponden Publik Update
Setelah sukses menggelar aksi sosial kemanusiaan dengan membagikan 10 ribu dus makanan kepada warga kurang mampu dan anak-anak panti asuhan di Kota Palu pada akhir Mei 2026, tokoh masyarakat sekaligus Dewan Penyantun BAMAG Sulawesi Tengah, Hendrik Gerry Lianto atau yang akrab disapa Ko Aceo, kembali menghadirkan kegiatan besar bernuansa rohani bagi masyarakat Kota Palu.
Bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Sulawesi Tengah, Ko Aceo akan menggelar Konser Rohani dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Akbar 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026, di Lapangan Imanuel Kota Palu.
Kegiatan tersebut diperkirakan menjadi salah satu perhelatan rohani terbesar yang pernah digelar di Sulawesi Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Ribuan jemaat dari berbagai denominasi gereja di Kota Palu dan daerah sekitarnya diperkirakan akan menghadiri kegiatan yang mengusung semangat persatuan, kasih, dan kebangkitan iman tersebut.
Ketua Panitia KKR Akbar 2026, Ko Aceo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat persaudaraan antarjemaat serta memperkuat semangat kebersamaan umat Kristiani di Sulawesi Tengah.
"Setelah kegiatan sosial pembagian 10 ribu dus makanan yang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat, kami kembali mengajak seluruh jemaat dan masyarakat untuk hadir dalam Konser Rohani dan KKR Akbar 2026. Ini menjadi momentum untuk memperkuat iman, persatuan, dan kasih di tengah kehidupan bermasyarakat," ujar Ko Aceo kepada Alasannews, Jumat (5/6/2026) melalui pesan WhatsApp.
Menurutnya, kegiatan ini diinisiasi bersama BAMAG Sulawesi Tengah sebagai bentuk pelayanan bagi masyarakat sekaligus perayaan iman dalam rangka memperingati Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Surga.
Ko Aceo menegaskan bahwa selain menjadi sarana ibadah dan persekutuan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menghadirkan suasana damai dan memperkuat nilai-nilai toleransi yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah.
Panitia menghadirkan sejumlah nama besar yang telah lama dikenal dalam dunia musik rohani Indonesia. Mereka antara lain penyanyi legendaris Ruth Sahanaya, penyanyi rohani Sari Simorangkir, serta Momo Geisha yang akan turut memeriahkan acara dengan lagu-lagu pujian dan penyembahan.
Selain itu, publik juga akan disuguhkan penampilan spesial dari Once Mekel, musisi nasional yang dikenal memiliki karakter vokal kuat dan telah lama menjadi salah satu penyanyi papan atas Indonesia.
Tidak hanya diisi dengan pujian dan penyembahan, KKR Akbar ini juga menghadirkan kesaksian inspiratif dari komedian nasional Mongol Stres yang akan berbagi pengalaman hidup serta perjalanan spiritualnya di hadapan ribuan jemaat yang hadir.
Kehadiran para figur nasional tersebut diyakini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Kota Palu dan Sulawesi Tengah untuk menghadiri kegiatan yang sarat pesan moral dan spiritual tersebut.
Ko Aceo menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Panitia mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir bersama keluarga, sahabat, dan kerabat guna merasakan sukacita dalam kebersamaan serta persekutuan iman.
"Kami ingin kegiatan ini menjadi berkat bagi masyarakat. Semua bisa hadir tanpa terkecuali. Mari datang bersama-sama untuk memuji Tuhan, mempererat persaudaraan, dan membangun semangat kasih di tengah kehidupan bermasyarakat," katanya.
Kesuksesan aksi sosial pembagian 10 ribu dus makanan beberapa waktu lalu menjadi bukti nyata komitmen Ko Aceo dalam membangun kepedulian sosial dan memperkuat nilai kemanusiaan di Kota Palu. Kini, melalui Konser Rohani dan KKR Akbar 2026, ia kembali menunjukkan dedikasinya dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berdampak secara sosial, tetapi juga memberikan penguatan spiritual bagi masyarakat.
Panitia berharap KKR Akbar 2026 dapat menjadi momentum kebangunan rohani yang membawa damai sejahtera, memperkuat persatuan umat, serta menumbuhkan semangat kasih dan pengharapan bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
Dengan dukungan FKUB, BAMAG Sulawesi Tengah, para tokoh gereja, serta berbagai elemen masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu peristiwa rohani bersejarah yang meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir di Kota Palu***


