ALASANNEWS, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., selaku Dewan Penyantun Universitas Tadulako (Untad) Palu, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja dan program Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng Rektor dinilai sukses membawa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbesar di Sulawesi Tengah tersebut untuk berinteraksi dan berkiprah di kancah global.
"Saya melihat Prof. Dr. Ir. Amar sebagai Rektor Untad adalah seorang yang punya visi dan keilmuan besar untuk membawa Untad lebih maju. Beliau seorang pekerja keras dengan jaringan luas hingga ke luar negeri. Intinya, beliau seorang yang smart," ujar Gubernur Anwar Hafid kepada Alasannews, Jumat (10/7/2026), melalui pesan WhatsApp.
Perkuat Jejaring Global di LTU Summit 2026 Tiongkok
Pernyataan Gubernur Anwar Hafid tersebut dibuktikan nyata melalui partisipasi aktif Untad dalam League of Tropical Universities (LTU) Summit 2026. Forum internasional ini berlangsung di Hainan University, Tiongkok, pada 18–21 Mei 2026, dan dihadiri oleh lebih dari 100 universitas serta lembaga dari berbagai negara di kawasan tropis.
Dalam sesi pembukaan forum tersebut, Gubernur Anwar Hafid berkesempatan memperkenalkan berbagai program pembangunan di Sulawesi Tengah. Salah satu yang dipaparkan adalah "Program Berani Cerdas", yang berfokus pada peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat.
Di sela-sela agenda utama, Gubernur juga menggelar pertemuan strategis dengan Gubernur Provinsi Hainan dan Presiden Hainan University. Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi di bidang pendidikan, riset, teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Pendirian Pusat Riset Akuakultur Tropis
Delegasi Untad dalam forum tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., didampingi Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Dr. sc. agr. Aiyen, M.Sc. Kehadiran mereka berhasil memperkuat jejaring internasional melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Hainan University.
Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak sepakat mendirikan Tropical Aquaculture Science and Technology Demonstration Center (TASTDC) di Universitas Tadulako. Pusat demonstrasi ini diharapkan mampu mendongkrak inovasi dan riset akuakultur tropis di Sulawesi Tengah. Prosesi penandatanganan tersebut disaksikan dan dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah.
Selain itu, Dr. Aiyen Tjoa juga tampil sebagai pembicara dalam forum ilmiah internasional tersebut. Ia memaparkan materi mengenai industri kelapa sawit tropis berkelanjutan, sekaligus mempromosikan hasil-hasil riset Indonesia kepada komunitas akademik dunia.
Keterlibatan aktif dalam LTU Summit 2026 ini semakin memperkokoh posisi Untad sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia Timur yang berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan di kawasan tropis.
Bersiap Sambut Pilrek September 2026
Di sisi lain, Universitas Tadulako kini juga tengah bersiap menghadapi transisi kepemimpinan. Agenda besar Pemilihan Rektor (Pilrek) periode mendatang dijadwalkan akan resmi bergulir pada September 2026.
Rektor Untad aktif, Prof. Dr. Ir. Amar, menyatakan bahwa seluruh rangkaian proses demokrasi kampus ini akan diawali dengan langkah krusial, yaitu pembentukan panitia pemilihan oleh Senat Universitas.
"Prosesi pemilihan Rektor Untad Palu akan dimulai pada bulan September 2026. Tahap awal nanti kita fokus pada pembentukan panitia pilrek," jelas Prof. Amar.
Fokus pada Penajaman Program Kerja
Menatap masa depan Untad, Prof. Amar memberikan catatan penting apabila dirinya kembali maju dalam bursa pemilihan. Ia menilai, merumuskan visi dan misi yang megah memang penting, tetapi tantangan sesungguhnya terletak pada rincian taktis yang dapat dieksekusi di lapangan.
"Menurut saya, visi dan misi nanti akan melakukan penajaman. Namun, yang jauh lebih penting adalah program kerjanya dalam pencapaian visi dan misi tersebut," tegas Prof. Amar.
Ia menambahkan, program kerja yang realistis, terukur, dan adaptif terhadap perkembangan dunia akademik global adalah kunci utama agar Universitas Tadulako mampu bersaing ketat, baik di tingkat nasional maupun internasional.***


