Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jejak Langkah Kepemimpinan Politisi Senior H. Muhidin M. Said Diikuti Anak-anaknya di Panggung Politik Sulawesi Tengah

| 12:37 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-04T05:37:33Z

 


Oleh: Elkana Lengkong – Redaktur Eksekutif


ALASANNEWS, PALU – Konsistensi, integritas, serta kedekatan dengan masyarakat menjadi fondasi utama yang mengantarkan H. Muhidin Mohamad Said, S.E., MBA tetap dipercaya masyarakat Sulawesi Tengah sebagai anggota DPR RI berturut-turut hingga saat ini.


Kepercayaan yang terus mengalir dari masyarakat tidak hanya menempatkannya sebagai salah satu politisi senior Partai Golkar di tingkat nasional, tetapi juga melahirkan regenerasi kepemimpinan, politisi di lingkungan keluarganya. 


Jejak pengabdian yang telah dibangun selama puluhan tahun kini diikuti oleh kedua anaknya yang mengabdikan diri melalui jalur politik di Sulawesi Tengah.


Pada Pemilu Legislatif 2024, H. Muhidin M. Said kembali menunjukkan kekuatan elektoralnya dengan meraih 154.301 suara di Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah. Perolehan tersebut menjadi yang tertinggi di internal Partai Golkar untuk dapil tersebut sekaligus menegaskan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap sosok yang dikenal konsisten memperjuangkan aspirasi daerah.


Politik sebagai Jalan Pengabdian

Bagi H. Muhidin M. Said, politik bukan sekadar kontestasi meraih kekuasaan, melainkan ruang untuk memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat. Prinsip itulah yang selama ini menjadi pegangan dalam perjalanan politiknya dan kemudian diwariskan kepada anak-anaknya.


Pepatah "buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya" menemukan maknanya yang sesusngguhnya dalam keluarga ini. Keteladanan, disiplin, dan semangat melayani masyarakat menjadi nilai yang terus ditanamkan kepada generasi penerusnya.


Sebagai seorang ayah sekaligus politisi senior, Muhidin memiliki pesan sederhana namun sarat makna kepada anak-anaknya yang memilih jalan ikuti jejaknya bidang politik.


"Kalau ingin disayangi masyarakat, pertama harus rendah hati. Komitmen memperjuangkan aspirasi rakyat tanpa membedakan suku maupun agama. Jangan segan turun langsung menemui warga di desa tanpa protokoler. Semua itu adalah tanggung jawab moral seorang politisi. Insya Allah, apa yang dilakukan dengan tulus akan menjadi berkah," ujarnya.


Ketika ditanya mengenai peluang putranya, Henri Kusuma Muhidin, untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Bupati Donggala pada 2030 mendatang, Muhidin menegaskan bahwa saat ini fokus utama putranya masih pada tugas sebagai legislator dan membesarkan Partai Golkar.


"Henri belum berpikir ke sana. Tugas utamanya sekarang membesarkan Partai Golkar di daerah pemilihannya, Donggala dan Sigi. Lagi pula Pilkada masih cukup lama," katanya.


Mengabdi Melalui Jalur Eksekutif


Putri sulungnya, Hj. Imelda Liliana Muhidin, S.E., M.A.P., saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu periode 2025–2030 mendampingi Wali Kota Hadianto Rasyid. Di internal partai, ia juga dipercaya sebagai Ketua Harian DPD Partai Golkar Sulawesi Tengah.


Dalam menjalankan tugasnya, Imelda dikenal aktif turun langsung ke tengah masyarakat untuk mendengar berbagai persoalan yang dihadapi warga. Pendekatan tersebut dinilai menjadi salah satu ciri kepemimpinannya yang mengedepankan pelayanan publik.


Berbagai program menjadi fokus perhatiannya, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, penguatan layanan kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur perkotaan yang lebih inklusif.


Salah satu program yang mendapat perhatian serius adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yang ditujukan untuk membantu menekan angka stunting pada anak usia di bawah dua tahun. Selain itu, ia aktif mengawal Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama distributor guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Kota Palu.


Di bidang pembangunan, Imelda mendorong penyediaan fasilitas publik yang ramah bagi penyandang disabilitas melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga sosial. Sementara dalam transformasi digital, ia mengawal pengembangan layanan publik berbasis teknologi seperti aplikasi Sangu Palu, SIPA Beta Palu, serta digitalisasi pembayaran retribusi menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).


Komitmennya di sektor kesehatan juga diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan BPJS Kesehatan dan perluasan cakupan Universal Health Coverage (UHC), sehingga masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang semakin mudah dan merata.


Mengawal Aspirasi dari Parlemen


Sementara itu, putra keduanya, Henri Kusuma Muhidin, S.E., memilih mengabdikan diri melalui jalur legislatif sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dari Daerah Pemilihan Donggala–Sigi.


Di Partai Golkar, Henri juga dipercaya mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Donggala.

Sebagai legislator, Henri aktif menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.


Berbagai aspirasi masyarakat terus diperjuangkannya, di antaranya percepatan pembangunan jalan pedesaan, penguatan sektor pertanian melalui bantuan kepada petani, serta percepatan pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.


Ia juga mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat pedesaan terhadap layanan keuangan modern sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.


Dalam membangun organisasi partai, Henri memimpin konsolidasi kader melalui pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) di berbagai wilayah sebagai bagian dari penguatan struktur Partai Golkar hingga tingkat desa dan kelurahan.


Mewarisi Nilai, Bukan Sekadar Jabatan

Baik Imelda maupun Henri dinilai mewarisi karakter kepemimpinan sang ayah yang dikenal tenang, rendah hati, tidak gemar berpolemik, namun konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat.


Selama puluhan tahun berada di panggung politik nasional, H. Muhidin M. Said lebih dikenal sebagai politisi yang mengedepankan kerja nyata dibanding retorika. Rekam jejak tersebut kini terlihat pada perjalanan politik kedua anaknya yang memilih jalur pengabdian sebagai politisi.


Imelda mengabdikan diri melalui pemerintahan Kota Palu sebagai unsur eksekutif, sementara Henri menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah. Keduanya berada pada ruang pengabdian yang berbeda, namun tetap berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.


Regenerasi kepemimpinan dalam keluarga H. Muhidin M. Said menunjukkan bahwa politik tidak semata-mata berbicara mengenai estafet jabatan. Yang lebih penting adalah pewarisan nilai, integritas, etika, dan semangat pengabdian kepada daerah.


Perjalanan keluarga ini menjadi gambaran bahwa keteladanan seorang pemimpin dapat melahirkan generasi penerus yang tetap membumi, dekat dengan masyarakat, serta berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sulawesi Tengah. 


Di tengah dinamika politik yang terus berkembang, jejak langkah H. Muhidin M. Said yang kini diteruskan oleh anak-anaknya menjadi cerminan bagaimana pengabdian dapat diwariskan sebagai sebuah nilai, bukan sekadar sebagai sebuah posisi.***

×
Berita Terbaru Update