LUWUK, ALASANNEWS — Ditengah situasi terpuruk ekonomi global dan efisiensi anggaran akibat pemotongan dana transfer daerah, pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tetap menunjukkan tren positif. Momentum ini dinilai sebagai tahun kebangkitan Sulawesi Tengah melalui implementasi 9 program Berani Sulteng Nambaso.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., bersama Wakil Gubernur dr. Renny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., wujud nyata program tersebut terlihat dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Banggai.
Acara yang dibuka langsung oleh Gubernur Anwar Hafid ini menyuguhkan pesta drone spektakuler di Teluk Lalong yang dihadiri ribuan warga. Sementara itu, pada waktu bersamaan di Kabupaten Donggala, Wakil Gubernur dr. Renny A. Lamadjido membuka Buya Subi Festival 2026 sebagai komitmen menjaga masa depan tenun Donggala.
Dalam sambutannya pada puncak HUT Kabupaten Banggai ke-66 di Luwuk, Gubernur Anwar Hafid menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng untuk terus memperkuat sinergi pembangunan.
Langkah ini ditempuh melalui penyelarasan Program 9 Berani milik provinsi dengan Program 9 Gerbang (Gerakan Membangun Banggai) andalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai.
Kolaborasi antartingkat pemerintahan tersebut diharapkan menjadi fondasi kokoh dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan menuju visi Sulteng Nambaso serta mendukung Indonesia Emas 2045.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan HUT ke-66 Kabupaten Banggai yang berlangsung khidmat di Lapangan Mirqan, Bukit Halimun, Luwuk, Rabu (8/7/2026).
Mengusung tema "Bergerak Maju, Tumbuh Bersama", peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk mempercepat pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung hingga ke pelosok desa. Menurut Gubernur, tema tersebut mengandung makna yang sangat relevan dengan arah pembangunan masa depan Sulawesi Tengah.
"Bergerak Maju berarti kita terus berikhtiar, berinovasi, dan bekerja keras menjawab setiap tantangan pembangunan. Sementara Tumbuh Bersama mengingatkan bahwa kemajuan hanya dapat dicapai apabila melibatkan seluruh elemen masyarakat. Semangat ini sejalan dengan cita-cita besar Sulteng Nambaso, yaitu tidak ada satu wilayah maupun satu warga yang tertinggal," tegas Anwar Hafid dalam amanatnya.
Capaian Indikator Makro Kabupaten Banggai
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memberikan apresiasi tinggi atas berbagai capaian indikator makro Kabupaten Banggai yang terus menunjukkan performa positif dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Banggai meningkat dari 72,86 pada 2024 menjadi 73,44 pada 2025. Pertumbuhan ekonomi daerah juga melonjak signifikan menjadi 8,13 persen pada 2026, setelah sebelumnya berada di angka 3,63 persen.
Selain itu, angka kemiskinan makro berhasil ditekan dari 6,56 persen menjadi 6,23 persen, yang berarti mengurangi jumlah penduduk miskin sekitar 1.040 jiwa. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami penurunan menjadi 3,07 persen, dibarengi dengan laju inflasi semester pertama tahun 2026 yang tetap berada pada level terkendali.
Gubernur menilai capaian ini merupakan buah dari kerja keras dan sinergitas yang solid antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat.
Realisasi Sektoral Program 9 Berani
Kehadiran program strategis Pemprov Sulteng di Kabupaten Banggai tercermin dalam realisasi anggaran di berbagai sektor hilir:
Sektor Pendidikan (Berani Cerdas): Sebanyak 2.658 mahasiswa asal Kabupaten Banggai telah menerima alokasi beasiswa dan bantuan biaya pendidikan pada tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp9,22 miliar lebih.
Sektor Kesehatan (Berani Sehat): Cakupan kepesertaan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Non-JKN di Kabupaten Banggai telah mencapai 98,44 persen, atau terealisasi 14.851 jiwa dari target 15.086 jiwa. Di samping itu, prevalensi stunting sukses ditekan dari angka 29,1 persen menjadi 28,6 persen.
Sektor Infrastruktur (Berani Lancar)
Pemprov Sulteng telah menuntaskan pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 3,32 kilometer dengan serapan anggaran Rp17,3 miliar pada tahun 2025. Untuk tahun anggaran 2026, pembangunan dilanjutkan melalui proyek jalan multiyears pada ruas Pangkalaseang–Balantak–Sobol, ruas Poh–Siuna–Mayayap–Bualemo, serta ruas Balingara–Longge Atas–Dataran Bulan.
Sektor Pertanian & Jaminan Sosial (Berani Makmur): Pemprov Sulteng menyalurkan 27.913 unit bantuan benih dan bibit pertanian senilai Rp13,8 miliar. Selain itu, diberikan pula perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 4.729 pekerja rentan yang mencakup petani dan nelayan.
Gubernur menekankan bahwa berbagai intervensi program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah provinsi yang beriringan dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
"Program 9 Berani Pemerintah Provinsi sejalan dengan 9 Gerbang Program Kabupaten Banggai. Ketika pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten bergerak dalam satu visi, maka akselerasi pembangunan akan semakin cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," imbuhnya.
Pesan Persatuan dan Jajaran Tamu Undangan
Mengakhiri amanatnya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum hari jadi ini sebagai perekat persatuan dan kesatuan daerah. Ia mengibaratkan Kabupaten Banggai sebagai sosok ibu yang telah melahirkan, membesarkan, dan memberikan penghidupan bagi warganya.
"Hari ini ibu kita yang bernama Banggai genap berusia 66 tahun. Kini saatnya seluruh anak-anak Banggai bersatu, meninggalkan perbedaan, dan memberikan karya terbaik untuk membahagiakan daerah yang kita cintai ini," pungkasnya.
Upacara peringatan ini turut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, Anggota DPR RI Andhika Mayrizal Amir, Anggota DPR RI Beniyanto Tamoreka, serta Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar.
Hadir pula Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol. Nasri Sulaeman, S.I.K., M.H., Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Dandy Adhi Prabowo, jajaran unsur Forkopimda, tokoh adat, serta para kepala desa se-Kabupaten Banggai.


