Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

LIPKADA Guncang Isu Tambang Sulteng, Andi Ridwan: Saatnya Hentikan Polemik, Cari Solusi untuk Rakyat

| 21:33 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-18T14:33:30Z

 



ALASANnews.com,– Persoalan aktivitas pertambangan, baik yang dilakukan perusahaan maupun Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), kembali menjadi perhatian publik. Berangkat dari berbagai persoalan yang muncul di kawasan pertambangan, Komunitas Pecinta Kopi Palu bersama LBH-KI Sulawesi Tengah menggelar diskusi publik di Warkop Rajawali, Palu, Selasa (18/7) sekitar pukul 15.00 Wita.

Diskusi bertema "Ancaman Bahaya Aktivitas Pertambangan PETI dan PT Citra Palu Mineral (CPM)" menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai kalangan, di antaranya Dirut PT Citra Palu Mineral (CPM) Yan Adriansyah, perwakilan Dinas ESDM Sulteng Sultanisah SP., M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sulteng Wahid Irawan S.STP., M.M., akademisi Prof. Ir. Syaiful Darman, M.P., H. Idham Chalid SH., M.H., serta perwakilan Polda Sulawesi Tengah Iptu I Komang Aliastra SH.

Diskusi dipandu oleh Prof. Ir. Muhd. Nur Sangaji, DEA, yang mengarahkan jalannya dialog secara terbuka dan konstruktif.

Di penghujung diskusi, Direktur LIPKADA Sulawesi Tengah Andi Ridwan menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan untuk memperuncing perbedaan kepentingan, melainkan menjadi ruang bersama dalam mencari solusi atas berbagai persoalan pertambangan di Sulawesi Tengah.

"Diskusi ini bukan untuk mempertentangkan kepentingan, tetapi mencari solusi terbaik bagi masyarakat dan daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam," tegas Andi Ridwan.

Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan beragam pandangan mengenai dampak aktivitas pertambangan terhadap lingkungan, masyarakat, serta pentingnya penegakan hukum terhadap praktik PETI. Para peserta berharap forum semacam ini dapat melahirkan rekomendasi yang menjadi masukan bagi pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyelesaikan persoalan tambang secara adil dan berkelanjutan. (Az)

×
Berita Terbaru Update