Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Prof Amar Tegaskan Temuan Itjen Kemendiktisaintek Selesai, Pengawasan Kegiatan Untad Didampingi APH

| 21:40 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-27T14:40:28Z

 


ALASANNEWS, PALU – Jelang kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Tadulako (Untad) Palu yang dijadwalkan pada September 2026, atmosfer politik kampus mulai menghangat. 


Meski muncul riak-riak kecil berupa hembusan isu lama, hal tersebut dinilai tidak memengaruhi posisi petahana, Rektor Untad Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., yang siap maju kembali untuk melanjutkan masa kepemimpinannya membawa Untad ke kancah global.


Temuan Itjen 2024 Sudah 'Clean and Clear'


Isu yang diembuskan terkait temuan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan Tinggi dan Saintek tahun 2024 dipastikan telah lama sekesai. Prof. Amar menegaskan bahwa seluruh poin temuan tersebut telah ditindaklanjuti secara resmi dan dinyatakan selesai.


"Temuan Itjen Kemendiktisaintek Tahun 2024 semua sudah ditindaklanjuti dan dinyatakan selesai. Bahkan, Itjen memberikan apresiasi kepada Untad yang setiap akhir kegiatan senantiasa mengundang mereka untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap hasil pekerjaan tahun sebelumnya," ujar Prof. Amar melalui pesan WhatsApp kepada Alasannews, Senin (27/7/2026).


Ia menambahkan, seluruh pengawasan kegiatan di lingkungan Untad berjalan sesuai mekanisme tata kelola dan ketentuan hukum yang berlaku. Demi menjaga transparansi, Untad juga melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH).


"Semua kegiatan pekerjaan di Untad dilakukan pendampingan atau advisor dari pihak APH, yaitu Kejaksaan Tinggi dan Kepolisian Daerah," tegasnya.


Kritik Alumni Terhadap Politisasi Isu 


Menanggapi dinamika ini, alumnus Fakultas Hukum Untad yang juga advokat dan mantan aktivis lingkungan, Edmond Leonardo Siahaan, S.H., M.H., menyayangkan munculnya isu lama tersebut di tengah momentum politik kampus. Menurutnya, masalah audit 2024 sudah berstatus clean and clear.


"Saya kira pernyataan Rektor sebagai pimpinan tertinggi di Untad ini harus dihargai. Namun, apabila jelang pemilihan rektor September 2026 nanti isu seperti ini sengaja dimunculkan, saya prihatin. Pilrek ini adalah hak demokrasi para akademisi dan intelektual, yang tentu harus mengedepankan rasionalitas ilmiah," kata Edmond saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin (27/7/2026).


Edmond menilai isu tersebut tidak akan menggoyahkan figur Prof. Amar yang rekam jejaknya telah membawa Untad semakin disegani dan berdaya saing internasional. Sebagai alumni, ia mengaku bangga dengan perkembangan pesat kampus berkat pembenahan yang dilakukan sang petahana.


"Untad kini memiliki deretan dosen bergelar doktor dan guru besar yang meyakinkan. Ditambah lagi, jumlah mahasiswa baru yang mencapai ribuan membuktikan bahwa kualitas pendidikan Untad semakin dipercaya masyarakat," lanjut Edmond.


Dorong Pilrek Jadi Barometer Demokrasi Bersih


Ia pun mengimbau agar proses Pilrek Untad menjadi cerminan dari pesta demokrasi yang bersih, berkualitas, dan intelektual tanpa harus menggunakan cara-cara yang tidak mendidik. Kampus harus mampu memberikan contoh sosiopolitik yang baik bagi publik.


"Mari jadikan Pilrek Untad contoh demokrasi bersih. Hargai setiap figur yang akan tampil berkontestasi. Namun tentu, kita butuh figur yang sudah teruji membawa perubahan besar, dan Prof. Amar sudah membuktikannya dengan membawa Untad menerobos pasar global," tampiknya.


Edmond menekankan bahwa suka atau tidak suka, kepemimpinan Prof. Amar di periode pertama telah menorehkan lompatan prestasi yang nyata, termasuk jalinan kerja sama internasional dengan universitas di China dan Jerman. Ia berharap figur calon pemimpin Untad ke depan harus memiliki standar prestasi yang tinggi demi menjaga marwah universitas sebagai pencetak kaum intelektual.

×
Berita Terbaru Update