Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Prof. Dr. Ir. Amar Akbar Ali: Rektor Arsitek Transformasi Universitas Tadulako Menuju Kampus Unggul Berkelas Internasional

| 06:01 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-05T23:01:48Z

 


Oleh: Elkana Lengkong, Redaktur Eksekutif


Di dunia pendidikan tinggi, seorang rektor tidak hanya dituntut piawai mengelola sebuah perguruan tinggi. Lebih dari itu, ia harus memiliki visi besar, keberanian mengambil keputusan, kemampuan membangun kolaborasi, serta konsistensi menghadirkan perubahan yang berdampak nyata.


Karakter kepemimpinan tersebut melekat pada sosok Prof. Dr. Ir. Amar Akbar Ali, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., Rektor Universitas Tadulako (Untad) periode 2023–2027. Dalam waktu kurang dari tiga tahun memimpin, ia berhasil membawa perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Tengah memasuki fase transformasi paling monumental sejak universitas itu berdiri lebih dari empat dekade lalu.


Di bawah kepemimpinannya, Untad tidak hanya mengalami peningkatan kualitas akademik, tetapi juga melakukan pembenahan menyeluruh pada tata kelola, penguatan sumber daya manusia, digitalisasi layanan, peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, perluasan jejaring internasional, hingga percepatan menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).


Puncak dari transformasi tersebut terlihat ketika Untad berhasil meraih Akreditasi Unggul, menembus jajaran 35 perguruan tinggi terbaik di Indonesia, sekaligus mengukir sejarah baru melalui raihan akreditasi internasional ASIIN dari Jerman bagi lima program studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).


Bagi Prof. Amar, seluruh pencapaian itu bukanlah keberhasilan seorang pemimpin semata. "Semua capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika yang terus bersinergi membangun UNTAD," ujarnya.


Berangkat dari Dunia Teknik


Prof. Amar Akbar Ali lahir di Ujung Pandang, yang kini bernama Makassar, pada 14 Juni 1968. Ketertarikannya terhadap dunia teknik, pembangunan, dan pendidikan telah tumbuh sejak usia muda.


Pendidikan tinggi ditempuhnya secara bertahap. Ia mengawali studi di Universitas Tadulako melalui Program Pendidikan Ahli Teknik, kemudian meraih gelar Sarjana Teknik di Universitas Sam Ratulangi, Manado. Semangat memperdalam ilmu membawanya melanjutkan pendidikan Magister di Institut Teknologi Bandung (ITB), sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikan doktor di Universitas Hasanuddin, Makassar.


Perjalanan akademik di sejumlah perguruan tinggi terkemuka tersebut membentuk karakter kepemimpinannya yang sistematis, berbasis data, inovatif, dan berorientasi pada solusi. Selain menyandang gelar profesor, Prof. Amar juga mengantongi sertifikasi Insinyur Profesional Utama (IPU) dan pengakuan internasional sebagai ASEAN Engineer, yang mempertegas kompetensinya di tingkat regional.


Tiga Dekade Mengabdi untuk Universitas Tadulako


Pengabdian Prof. Amar kepada Untad dimulai pada 1994 sebagai dosen di Fakultas Teknik. Selama lebih dari 30 tahun, hampir seluruh jenjang kepemimpinan pernah dijalaninya, mulai dari Sekretaris Jurusan Arsitektur, Dekan Fakultas Teknik, hingga Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama.


Pengalaman panjang tersebut membuatnya memahami secara utuh kebutuhan pengembangan universitas, mulai dari peningkatan mutu akademik, pengembangan sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, hingga pembangunan infrastruktur kampus.


Di luar kampus, ia juga aktif memimpin berbagai organisasi profesi, antara lain sebagai Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Sulawesi Tengah serta Ketua Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin Wilayah Sulawesi Tengah.


Dipercaya Memimpin Untad


Pada 23 November 2022, Senat Universitas Tadulako melaksanakan pemilihan rektor periode 2023–2027. Melalui proses demokratis yang melibatkan suara senat dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Prof. Amar memperoleh dukungan mayoritas dan ditetapkan sebagai Rektor Untad ketujuh.


Amanah tersebut dijawab melalui kerja nyata dengan menghadirkan transformasi besar yang menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan kampus. 


Mengukir Sejarah Lewat Akreditasi Unggul. 


Prestasi paling monumental adalah keberhasilan Untad memperoleh predikat Akreditasi Unggul untuk pertama kalinya sejak universitas itu berdiri. Pencapaian tersebut mengakhiri perjalanan panjang selama lebih dari 42 tahun ketika Untad masih berada pada kategori Baik dan Baik Sekali.


Keberhasilan itu sekaligus mengantarkan Untad masuk ke dalam kelompok 35 perguruan tinggi terbaik di Indonesia, membuktikan bahwa perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia mampu bersaing di tingkat nasional.


Reformasi Tata Kelola dan Keuangan


Transformasi juga tampak dari sisi tata kelola keuangan. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) meningkat hampir tiga kali lipat, dari sekitar Rp76 miliar pada 2022 menjadi sekitar Rp228 miliar pada akhir 2025. 


Lonjakan tersebut dicapai melalui reformasi tata kelola, efisiensi anggaran, inovasi layanan, serta optimalisasi berbagai sumber pendapatan universitas.Dampaknya dirasakan langsung oleh dosen dan tenaga kependidikan melalui sistem remunerasi yang kini menjadi salah satu yang terbaik di kawasan timur Indonesia.


Untad juga mampu mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta meraih berbagai penghargaan di bidang tata kelola dan keterbukaan informasi publik.


Internasionalisasi Kampus


Internasionalisasi menjadi salah satu agenda utama kepemimpinan Prof. Amar. Kerja sama strategis berhasil dibangun dengan berbagai universitas dan lembaga di Jepang, Tiongkok, Australia, Jerman, Serbia, dan sejumlah negara Eropa. 


Kolaborasi tersebut mencakup penelitian bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan kurikulum, hingga penguatan inovasi.Dalam waktu dua tahun, jumlah guru besar meningkat sekitar 76 orang.


Transformasi digital juga dilakukan secara menyeluruh melalui modernisasi sistem administrasi, akademik, keuangan, dan perencanaan berbasis teknologi.


Di sisi infrastruktur, Untad membangun asrama mahasiswa berkapasitas sekitar 8.000 orang, mengembangkan kendaraan listrik hasil kerja sama dengan Tiongkok, memperkuat jaringan internet kampus, meningkatkan sistem kelistrikan dan air bersih, membangun fasilitas olahraga, hingga mengembangkan Rumah Sakit Universitas Tadulako.


Pemerintah Tiongkok juga menghibahkan sekitar 3.000 buku sehingga Untad menjadi salah satu perguruan tinggi dengan koleksi literatur Tiongkok terbesar di Indonesia.


Menjadi Pusat Riset Kebencanaan


Sebagai perguruan tinggi yang berada di kawasan rawan gempa dan likuefaksi, Prof. Amar melihat bencana bukan hanya sebagai tantangan, tetapi juga sebagai peluang menghadirkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi dunia. Melalui pembangunan Nalodo Research Center, Untad diproyeksikan menjadi pusat penelitian likuefaksi pertama di Indonesia. Ke depan, pusat riset tersebut diharapkan menjadi rujukan internasional dalam penelitian mitigasi gempa, likuefaksi, perubahan iklim, dan kebencanaan.


Mahasiswa Menjadi Prioritas


Transformasi yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan kelembagaan. Prof. Amar menempatkan mahasiswa sebagai pusat pengembangan universitas. Hasilnya, Untad berhasil masuk dalam 25 besar nasional untuk capaian prestasi mahasiswa.


Berbagai program penguatan kompetensi, kewirausahaan, inovasi, serta partisipasi dalam kompetisi nasional dan internasional terus diperluas untuk melahirkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing global.


Tonggak Baru: Akreditasi Internasional ASIIN


Transformasi Untad kembali mencatat sejarah pada 2026. Di bawah kepemimpinan Prof. Amar, Prof. Dr. Ir. Amar Akbar Ali: Arsitek Transformasi Universitas Tadulako Menuju Kampus Unggul Berkelas InternasionalUntad berhasil menembus standar mutu internasional melalui raihan akreditasi ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik), lembaga akreditasi bergengsi yang berbasis di Jerman.


Lima program studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan resmi memperoleh pengakuan internasional, yakni Program Studi Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Geografi. Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan internasionalisasi Untad.


Akreditasi ASIIN menunjukkan bahwa kurikulum, kualitas pembelajaran, laboratorium, tata kelola, hingga kompetensi dosen telah memenuhi standar internasional yang berlaku di Eropa.


Bagi mahasiswa dan lulusan, pengakuan tersebut memberikan nilai tambah yang signifikan. Ijazah mereka memperoleh pengakuan lebih luas sehingga membuka peluang yang lebih besar untuk melanjutkan studi, mengikuti program pertukaran akademik, maupun bersaing di pasar kerja global.


Menurut Prof. Amar, keberhasilan tersebut bukanlah akhir perjalanan.

"Pencapaian akreditasi internasional ini menjadi bukti nyata komitmen Untad dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan, memperluas jejaring akademik global, serta mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat dunia," tegasnya.


Ke depan, pihak rektorat berkomitmen mendorong fakultas-fakultas lain mengikuti jejak FKIP untuk memperoleh sertifikasi internasional.


Kepemimpinan Berbasis Kolaborasi


Salah satu kekuatan Prof. Amar adalah kemampuannya membangun kolaborasi. Ia meyakini bahwa perubahan besar hanya dapat diwujudkan melalui sinergi seluruh sivitas akademika, pemerintah, dunia usaha, alumni, mitra internasional, dan masyarakat. Pendekatan kepemimpinan yang inklusif tersebut membuat berbagai program strategis berjalan lebih cepat dan memperoleh dukungan luas.


Menatap Masa Depan


Bagi Prof. Amar, seluruh capaian yang telah diraih bukanlah garis akhir. Semuanya merupakan fondasi menuju Universitas Tadulako yang lebih maju, mandiri, inovatif, dan berdaya saing global.


Visinya adalah menjadikan Untad sebagai pusat pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan pengembangan kawasan timur Indonesia yang mampu berdiri sejajar dengan universitas terbaik di tingkat nasional maupun internasional.


"Kami ingin UNTAD menjadi kampus yang unggul, tangguh, adaptif, serta mampu melahirkan lulusan yang berdaya saing global," ujarnya.


Transformasi yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Amar Akbar Ali telah meninggalkan jejak yang kuat dalam sejarah Universitas Tadulako. Mulai dari keberhasilan meraih Akreditasi Unggul, peningkatan kinerja keuangan, penguatan sumber daya manusia, perluasan jejaring internasional, pembangunan pusat riset kebencanaan, hingga pencapaian akreditasi internasional ASIIN, seluruhnya menjadi fondasi penting bagi masa depan universitas.


Di tangan seorang pemimpin yang mengedepankan kolaborasi, inovasi, tata kelola modern, dan keberanian melakukan perubahan, Universitas Tadulako tidak lagi sekadar menjadi perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Tengah.


Untad kini tengah bertransformasi menjadi simbol kebangkitan pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia sebuah universitas yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga semakin diakui di panggung internasional.

×
Berita Terbaru Update