ALASANNEWS, SICHUAN – Kemajuan sektor pertanian berbasis teknologi di Provinsi Sichuan, Republik Rakyat Tiongkok, menjadi inspirasi bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mempercepat transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing global.
Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sichuan. Dalam agenda tersebut, Anwar Hafid menggelar pertemuan resmi dengan Gubernur Provinsi Sichuan, Shi Xiaolin, guna membahas peluang kerja sama strategis antara kedua daerah.
"Kami membahas kerja sama antara Provinsi Sulawesi Tengah dan Provinsi Sichuan di bidang pertanian, riset, hilirisasi, serta perdagangan," kata Anwar Hafid kepada Alasannews melalui pesan WhatsApp, Jumat (24/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan kedua provinsi yang memiliki potensi besar di sektor pertanian. Sebagai tindak lanjut, kedua gubernur turut menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama pertanian antara Dinas Pertanian dan Urusan Pedesaan Provinsi Sichuan dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah di Chengdu, Jumat (24/7/2026).
Kerja sama tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi transfer teknologi, pengembangan riset, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga perluasan akses pasar internasional bagi komoditas pertanian Sulawesi Tengah.
Belajar dari Revolusi Pertanian Sichuan
Sebelum menghadiri penandatanganan MoU, Anwar Hafid bersama Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah, Ir. Sry Nirwanti Bahasoan, meninjau salah satu pusat teknologi budidaya jamur modern di Sichuan, Kamis (23/7/2026).
Di lokasi tersebut, rombongan menyaksikan bagaimana budidaya jamur telah berkembang dari metode konvensional menjadi industri berbasis teknologi tinggi yang mengandalkan pendekatan ilmiah.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah penggunaan pencahayaan spektrum biru yang mampu meniru kondisi alami di bawah tegakan pohon, habitat ideal pertumbuhan jamur di alam.
"Teknologi ini mampu meniru kondisi pencahayaan alami di bawah tegakan pohon, tempat terbaik bagi jamur untuk tumbuh di alam liar. Hasilnya, jamur yang diproduksi memiliki kualitas premium dan nilai jual yang sangat tinggi," ujar Anwar Hafid.
Menurutnya, keberhasilan Sichuan membuktikan bahwa masa depan pertanian tidak lagi hanya mengandalkan tenaga fisik dan luas lahan, tetapi bertumpu pada penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
"Sichuan membuktikan bahwa pertanian tidak lagi sekadar urusan mencangkul tanah, melainkan tentang presisi sains. Skala produksi mereka kini sangat besar dan mayoritas hasilnya berhasil menembus pasar ekspor global. Keberhasilan ini menegaskan bahwa inovasi dan teknologi adalah kunci utama membangun sektor pertanian yang maju, modern, dan berdaya saing tinggi," katanya.
Inspirasi bagi Pertanian Sulawesi Tengah
Bagi Anwar Hafid, keberhasilan Sichuan bukan sekadar kisah sukses dari negara lain, melainkan referensi nyata yang dapat diadaptasi di Sulawesi Tengah.
Ia menilai provinsi yang dipimpinnya memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor pertanian modern, termasuk membuka peluang komoditas baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti budidaya jamur.
"Momentum keberhasilan Sichuan bukan sekadar cerita sukses dari negeri seberang, melainkan motivasi kuat. Sulawesi Tengah harus bergerak cepat mendorong modernisasi pertanian dan mengembangkan komoditas baru, salah satunya jamur yang memiliki nilai ekonomi tinggi," ujarnya.
Menurut Anwar, budidaya jamur merupakan salah satu sektor yang sangat potensial karena didukung oleh kondisi geografis Sulawesi Tengah serta melimpahnya bahan baku lokal.
Ia menjelaskan bahwa limbah pertanian dan perkebunan seperti serbuk gergaji, sekam padi, hingga tandan kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai media tanam atau baglog berkualitas.
"Dengan potensi tersebut, budidaya jamur sangat berpeluang dikembangkan menjadi salah satu sektor unggulan daerah," katanya.
Dampak Multiplier bagi Perekonomian
Anwar Hafid meyakini penerapan teknologi modern dalam budidaya jamur akan memberikan dampak berganda terhadap perekonomian masyarakat.
Selain menciptakan lapangan kerja baru dari sektor hulu hingga hilir, usaha budidaya jamur juga dinilai cocok dikembangkan oleh rumah tangga maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena tidak memerlukan lahan luas dengan perputaran modal yang relatif cepat.
"Jika kita serius mengadopsi teknologi dan membangun ekosistem budidaya jamur modern di Sulawesi Tengah, dampaknya akan sangat besar. Mulai dari menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, hingga memperkuat ekonomi daerah," ujar Anwar.
Menurutnya, pengembangan industri jamur juga berpotensi menjadikan Sulawesi Tengah sebagai salah satu sentra pemasok jamur nasional bahkan internasional, yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kolaborasi Menjadi Kunci
Gubernur yang dikenal dengan berbagai program Berani tersebut menegaskan bahwa masa depan pertanian berada pada kemampuan daerah mengadopsi inovasi dan teknologi.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga petani untuk membangun kolaborasi dalam menghadirkan teknologi pertanian modern di Sulawesi Tengah.
"Kita tidak boleh nyaman menjadi penonton di tengah laju digitalisasi dan otomatisasi global. Sulawesi Tengah memiliki semua syarat untuk maju, yaitu kemauan, ruang, dan sumber daya. Kini saatnya pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan petani berkolaborasi membawa teknologi pertanian modern ke Bumi Tadulako," tegasnya.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama kunjungan kerja di Sichuan dapat menjadi pijakan bagi lahirnya berbagai inovasi pertanian di Sulawesi Tengah.
"Mari jadikan kisah sukses Sichuan sebagai bahan bakar untuk memodernisasi pertanian kita. Kita harus, dan saya yakin kita pasti bisa, menjadi bagian dari perubahan besar ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah," pungkas Anwar Hafid.elle


