Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mewakili Indonesia, Gubernur Sulteng Prosentasekan Danau Poso ke Forum Danau Sedunia 2026

| 09:07 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-27T02:07:42Z

 



ALASANNEWS,JAKARTA— Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., mendapat kepercayaan mewakili Indonesia dalam Forum Danau Sedunia 2026 skan prosentasekan Danau Poso sebagai salah satu isu penting dalam agenda perlindungan ekosistem perairan tawar dunia.


Forum tersebut dijadwalkan berlangsung di Auditorium Balai Purnomo, Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis, 27 Agustus 2026. Kehadiran Gubernur Sulteng menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan Danau Poso ke forum internasional sekaligus menyampaikan pentingnya pengelolaan dan perlindungan danau secara berkelanjutan.


Gubernur Sulawesi Tengah Dr H Anwar Hafid M.Si membenarkan kehadirannya dalam Forum Danau Internasional mewakili Indonesia untuk prosentasekan Danau Poso yang di jadwalkan Kamis (27/8/2026) di Auditorium Balai Purnomo, Universitas Indonesia (UI), Depok.


"Ya saya akan mewakili Indonesia di Forum Danau Internasional presentasekan Danau Poso" kata Anwar Hafid kepada Akasannews Rabu (26/8/2026) lewat WhatsApp


Forum yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 13.00 WIB itu diperkirakan dihadiri sekitar 650 peserta dari berbagai negara dan latar belakang. Mereka berasal dari unsur pemerintah, pembuat kebijakan, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, pemerhati lingkungan, komunitas, hingga generasi muda.


Anwar Hafid dijadwalkan tampil sebagai pembicara dalam Sesi Panel I melalui diskusi interaktif berbahasa Inggris. Sesi tersebut berlangsung selama 60 menit, mulai pukul 10.30 WIB, dengan tema “Momentum untuk Meningkatkan Upaya Kolektif dalam Melindungi Sumber Daya Air Tawar Dunia.”


Dalam forum itu, Gubernur akan memaparkan karakteristik Danau Poso, nilai ekologis dan potensi kawasan, serta tantangan yang dihadapi dalam menjaga keberlanjutan ekosistem danau.


Danau Poso, Kekayaan Ekologis Sulawesi Tengah


Danau Poso yang berada di Kabupaten Poso memiliki karakteristik alam yang menjadikannya salah satu kawasan perairan penting di Sulawesi.


Danau ini memiliki luas sekitar 32.000 hektare dengan kedalaman mencapai 450 meter dan berada pada ketinggian sekitar 657 meter di atas permukaan laut.


Keunikan Danau Poso tidak hanya terlihat dari ukuran dan kedalamannya. Bentang alam kawasan tersebut memiliki daya tarik tersendiri, antara lain pasir berwarna kuning keemasan, gelombang yang menyerupai karakter perairan laut, serta gradasi warna air yang berubah dari hijau di kawasan tepian menjadi biru jernih di bagian tengah.


Kekayaan alam tersebut menjadikan Danau Poso memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomi. Potensinya dapat dikembangkan untuk pariwisata berbasis alam, penelitian, pendidikan lingkungan, serta penguatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.


Namun, pengembangan potensi tersebut membutuhkan tata kelola yang seimbang. Pemanfaatan kawasan tidak boleh mengorbankan fungsi ekologis yang menjadi fondasi keberlanjutan Danau Poso.


Bagian dari Pengembangan Geopark


Danau Poso juga memiliki posisi penting dalam agenda pengembangan dan pengusulan Geopark. Kekayaan geologi, bentang alam, ekosistem, serta nilai budaya di kawasan tersebut menjadi modal yang dapat dikembangkan secara terpadu.


Pengembangan Geopark tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan kunjungan wisata. Konsep tersebut juga menempatkan konservasi, edukasi, penelitian, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan ekonomi lokal sebagai bagian yang tidak terpisahkan.


Letak Danau Poso juga memiliki nilai strategis karena berada dalam jalur yang menghubungkan sejumlah wilayah di Sulawesi, termasuk kawasan Toraja, Gorontalo, dan Manado.


Posisi tersebut membuka peluang bagi pengembangan jejaring pariwisata dan ekonomi lintas wilayah dengan tetap menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai prinsip utama.


Bukan Sekadar Destinasi Wisata


Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menempatkan Danau Poso bukan sekadar sebagai destinasi wisata, melainkan sebagai bagian dari sistem ekologis yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan masyarakat.


Danau dan lahan basah mempunyai peran dalam menjaga keseimbangan tata air, menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna, membantu mengendalikan banjir, serta menopang aktivitas ekonomi masyarakat.


Di sisi lain, keberadaan ekosistem perairan darat menghadapi tekanan yang semakin kompleks. Pencemaran, degradasi daerah aliran sungai, perubahan tata guna lahan, aktivitas ekonomi, hingga perubahan iklim berpotensi memengaruhi kualitas dan keberlanjutan danau.


Kondisi tersebut menuntut pengelolaan yang tidak parsial. Perlindungan Danau Poso membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, masyarakat, dunia usaha, komunitas lingkungan, serta generasi muda.


Pendekatan kolaboratif menjadi penting agar upaya konservasi tidak berhenti pada kebijakan, tetapi diterjemahkan menjadi tindakan nyata di lapangan.


Dari Poso ke Panggung Global


Peringatan Hari Danau Sedunia 2026 di Indonesia mengangkat tema “Danau Sehat, Menyelamatkan Generasi.” Agenda tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komitmen berbagai pihak terhadap perlindungan sumber daya air tawar.


Rangkaian kegiatan diarahkan untuk memperluas keterlibatan multipihak dalam pengelolaan sumber daya air, mendorong pertukaran pengalaman dan praktik terbaik antarnegara, serta memperkuat peran generasi muda dalam agenda konservasi.


Forum ini juga memiliki keterkaitan dengan agenda tata kelola air pada tingkat internasional, termasuk pembahasan menuju Konferensi Air PBB 2026 dan Forum Air Dunia ke-11 di Riyadh, Arab Saudi, yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.


Dalam konteks tersebut, kehadiran Gubernur Sulawesi Tengah menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial. Danau Poso dibawa sebagai representasi kekayaan ekosistem lokal yang memiliki relevansi dengan isu global mengenai ketahanan air, konservasi lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.


Peluang Kerja Sama Internasional


Paparan mengenai Danau Poso di forum dunia juga membuka peluang bagi Sulawesi Tengah untuk membangun jejaring dengan berbagai lembaga internasional, perguruan tinggi, organisasi lingkungan, komunitas ilmiah, serta mitra pembangunan yang memiliki perhatian terhadap keberlanjutan ekosistem danau.


Kerja sama tersebut dapat dikembangkan dalam berbagai bidang, mulai dari penelitian, konservasi keanekaragaman hayati, penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan ekowisata, pendidikan lingkungan, hingga pengelolaan daerah aliran sungai.


Pengembangan Danau Poso sebagai bagian dari agenda Geopark juga membutuhkan dukungan riset dan tata kelola yang kuat. Prinsip utamanya adalah memastikan kepentingan konservasi berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Dengan pendekatan tersebut, kekayaan alam Danau Poso tidak hanya menjadi aset pariwisata, tetapi juga sumber pengetahuan, ruang konservasi, dan modal pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.


Menjaga Danau, Menjaga Masa Depan


Kehadiran Anwar Hafid di Forum Danau Sedunia 2026 memberikan ruang bagi Sulawesi Tengah untuk menyampaikan pesan bahwa perlindungan lingkungan merupakan bagian penting dari agenda pembangunan daerah.


Danau Poso memiliki keindahan yang menjadi daya tarik wisata, tetapi nilai terbesarnya terletak pada fungsi ekologis dan manfaatnya bagi kehidupan masyarakat.


Karena itu, upaya memperkenalkan Danau Poso di panggung internasional perlu diikuti dengan penguatan tata kelola di tingkat lokal. Promosi tanpa konservasi hanya akan menghasilkan keuntungan jangka pendek, sedangkan perlindungan yang disertai pemanfaatan berkelanjutan dapat menciptakan manfaat bagi generasi mendatang.


Forum Danau Sedunia 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan kepentingan tersebut. Dari Poso, Sulawesi Tengah membawa pesan bahwa danau bukan sekadar bentang alam yang indah, melainkan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.


Danau Poso kini memperoleh kesempatan untuk dikenal di panggung dunia bukan hanya karena panorama alamnya, tetapi karena nilai ekologis, sosial, budaya, dan strategisnya dalam menjawab tantangan pengelolaan sumber daya air pada masa depan.

×
Berita Terbaru Update