ALASANNEWS, PALU – Program “Berani Cerdas” yang digagas oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., terus menuai dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, apresiasi datang dari tokoh agama Kristiani yang menilai kebijakan tersebut memiliki dampak strategis dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Sulteng Gereja Bethel Indonesia (GBI), Pdt. Rikson Towengke, S.Th., M.Pd.K., menyatakan bahwa langkah Gubernur Anwar Hafid membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat kurang mampu merupakan investasi kemanusiaan yang luar biasa.
Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan prinsip iman Kristen yang menekankan pentingnya hikmat, pengetahuan, dan pembaruan budi.
Perspektif Alkitabiah tentang Kecerdasan
Apresiasi ini mengemuka di tengah momentum peringatan 81 tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, saat semangat mencerdaskan kehidupan bangsa kembali digaungkan. Pdt. Rikson menjelaskan bahwa kecerdasan dalam perspektif Alkitab tidak melulu soal kemampuan intelektual atau angka di atas kertas.
"Kecerdasan itu mencakup hikmat, kekuatan karakter, ketajaman rohani, serta kemampuan menggunakan ilmu pengetahuan untuk menghadirkan kebaikan bagi sesama," ujar Pdt. Rikson di Palu.
Ia kemudian merujuk pada kitab Amsal 1:7 yang menegaskan bahwa takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Atas dasar itulah, memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan tinggi dinilai sebagai bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya—yang cerdas secara akademik sekaligus matang secara moral dan spiritual.
Investasi Manusia di Tengah Tekanan Ekonomi
Program “Berani Cerdas” merupakan satu dari sembilan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Anwar Hafid. Program ini memberikan intervensi nyata berupa dukungan pembiayaan kuliah untuk jenjang Strata 1 (S1), Strata 2 (S2), hingga Strata 3 (S3).
Bagi Pdt. Rikson, hadirnya program ini membuktikan bahwa visi pembangunan daerah tidak hanya terpaku pada sektor infrastruktur fisik dan pertumbuhan ekonomi semata. Lebih dari itu, ada komitmen besar untuk melakukan investasi jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Terlebih, program ini hadir sebagai jawaban konkret di saat masyarakat sedang dihadapkan pada situasi dan tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya membaik. Kebijakan menggratiskan biaya kuliah dinilai meringankan beban langsung para orang tua yang memimpikan masa depan lebih baik bagi anak-anak mereka.
Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI
Pdt. Rikson menambahkan, esensi dari program “Berani Cerdas” semakin bermakna kuat jika dikaitkan dengan perjalanan 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, kemerdekaan sejati harus diisi dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat tanpa pandang bulu.
"Perhatian Gubernur Anwar Hafid terhadap masyarakat kurang mampu dengan menggratiskan biaya uang kuliah lewat 'Berani Cerdas' ini patut kita syukuri bersama," tuturnya.
Menutup pernyataannya, pemimpin beraliran pentakosta ini mengajak seluruh jemaat dan masyarakat untuk ikut mengawal jalannya program ini agar tepat sasaran.
"Mari kita doakan agar Gubernur Sulteng Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Renny A. Lamadjido senantiasa diberikan kesehatan serta kekuatan dalam memimpin Sulawesi Tengah menuju masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan berdaya saing," pungkas Pdt. Rikson.


