Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Berani Cerdas Jadi Investasi SDM, Gubernur Anwar Hafid Ingin Anak Sulteng Berdaya Saing

| 09:16 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-01T02:16:58Z

 



Oleh : Elkana Lengkong Redaktur Eksekutif


ALASANNEWS, PALU — Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. melihat respons positif masyarakat terhadap Program Berani Cerdas sebagai tanda bahwa akses pendidikan menjadi kebutuhan penting dalam membangun masa depan daerah.


Apresiasi terhadap program tersebut tidak hanya datang dari masyarakat Sulawesi Tengah, tetapi juga mendapat perhatian dari luar daerah. Bagi Anwar, respons tersebut memperkuat komitmen pemerintah untuk menjadikan pendidikan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan.


“Bagi saya, ini menegaskan komitmen kami di Sulawesi Tengah bahwa pendidikan adalah kebutuhan paling dasar mencapai masa depan gemilang,” kata Anwar Hafid dalam unggahannya di akun Facebook miliknya.


Menurut Anwar, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak. Kondisi ekonomi keluarga maupun latar belakang sosial tidak seharusnya menjadi penghalang bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan kemampuan.


“Sebagai Gubernur saya ingin anak-anak Sulteng punya kesempatan yang lebih luas untuk belajar, punya jalan untuk mengembangkan kemampuan, dan kelak kembali memberi manfaat bagi daerahnya,” ujarnya.


Puluhan Ribu Mahasiswa Telah Merasakan Manfaat


Besarnya perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan tercermin dari cakupan Program Berani Cerdas. Sepanjang 2025, program beasiswa tersebut telah menjangkau 23.568 mahasiswa dengan alokasi anggaran sekitar Rp84 miliar untuk pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT).


Memasuki 2026, cakupan program kembali diperluas. Data yang disampaikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan pendaftar Berani Cerdas mencapai 27.344 orang. Pemerintah juga memperluas sasaran beasiswa ke jenjang pendidikan lebih tinggi, termasuk S2 sebanyak 100 orang dan S3 sebanyak 20 orang, serta pendidikan dokter spesialis sebanyak 10 orang.


Untuk keseluruhan Program Berani Cerdas pada 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengalokasikan sekitar Rp351 miliar. Anggaran tersebut mencakup berbagai intervensi pendidikan, mulai dari BOSDA, beasiswa mahasiswa, subsidi pendidikan, bantuan seragam, peningkatan kompetensi guru, digitalisasi sekolah hingga revitalisasi satuan pendidikan.


Sementara itu, komponen terbesar berada pada skema beasiswa mahasiswa dengan anggaran sekitar Rp264 miliar. Anggaran tersebut menunjukkan besarnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan tinggi sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia.


Pendidikan Menjadi Fondasi Pembangunan


Bagi Anwar, angka-angka tersebut bukan sekadar ukuran besarnya anggaran pemerintah. Di balik setiap penerima beasiswa terdapat anak daerah yang memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tanpa sepenuhnya dibebani persoalan biaya kuliah.


Program Berani Cerdas diarahkan untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sulawesi Tengah.


Kebutuhan tersebut semakin penting seiring perkembangan ekonomi Sulteng. Industri, investasi, pertanian, perkebunan, perdagangan dan pertambangan terus menciptakan peluang baru yang membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan memadai.


Potensi sumber daya alam yang besar, menurut Anwar, harus diimbangi dengan peningkatan kualitas manusia. Daerah tidak cukup hanya memiliki kekayaan alam apabila masyarakat lokal belum memiliki kemampuan untuk mengambil peran dalam mengelola dan mengembangkan potensi tersebut.


Karena itu, pendidikan dipandang sebagai instrumen penting untuk mempersiapkan generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kreativitas dan kemampuan beradaptasi.


Berani Cerdas Bukan Sekadar Bantuan Biaya


Anwar ingin Berani Cerdas tidak berhenti pada persoalan pembayaran biaya pendidikan. Lebih jauh, program tersebut diarahkan untuk menciptakan generasi yang memiliki kompetensi dan mampu berkompetisi di tengah perubahan zaman.


Mahasiswa penerima program diharapkan menggunakan kesempatan tersebut untuk menyelesaikan pendidikan dengan baik, mengembangkan keahlian dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja maupun mengembangkan profesi.


Bagi pemerintah daerah, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa yang menerima bantuan. Ukuran yang lebih penting adalah lahirnya sumber daya manusia yang kelak mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan Sulawesi Tengah.


Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan diharapkan menjadi modal bagi anak-anak daerah untuk mengambil peran dalam berbagai sektor.


Kebijakan Harus Menjawab Kebutuhan Lapangan


Anwar juga menekankan pentingnya memastikan setiap kebijakan pemerintah berangkat dari kebutuhan masyarakat.


Ia mencontohkan pelaksanaan BERANI Menyala, yang melibatkan camat, kepala desa dan lurah untuk melihat langsung persoalan penerangan di wilayah masing-masing.


«“Prinsipnya sama seperti saat kami menjalankan BERANI Menyala. Kami duduk bersama para Camat, Kepala Desa, dan Lurah melihat langsung persoalan di lapangan, hingga insyaallah Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) bisa sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Anwar.»


Pendekatan tersebut, kata dia, diperlukan agar program pemerintah tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar menjawab persoalan warga.


Dalam bidang pendidikan, kebutuhan tersebut dapat diterjemahkan melalui pemetaan calon penerima, kondisi ekonomi keluarga, jenjang pendidikan dan kebutuhan keahlian yang diperlukan daerah.


Perluasan Berani Cerdas ke jenjang S2 dan S3 juga diarahkan pada bidang yang dinilai strategis bagi kebutuhan Sulawesi Tengah, termasuk kedokteran spesialis, pertambangan, tenaga ahli, keperawatan, notariat dan profesi insinyur.


Investasi Jangka Panjang


Pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara instan. Hasilnya mungkin baru terlihat dalam beberapa tahun, tetapi kualitas generasi yang dibangun hari ini akan menentukan arah Sulawesi Tengah pada masa mendatang.


Mahasiswa yang memperoleh kesempatan pendidikan dapat tumbuh menjadi tenaga profesional, akademisi, pengusaha, peneliti, aparatur pemerintahan maupun pemimpin di berbagai sektor.


Karena itu, anggaran pendidikan tidak semestinya hanya dilihat sebagai belanja pemerintah. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya dapat dirasakan oleh individu, keluarga, masyarakat dan daerah.


Dengan pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang, Sulteng membutuhkan masyarakat lokal yang memiliki kompetensi untuk mengambil bagian dalam peluang yang tersedia.


Anak Daerah Harus Menjadi Pelaku Pembangunan


Anwar ingin pembangunan Sulawesi Tengah tidak hanya ditandai oleh meningkatnya investasi, pembangunan infrastruktur dan aktivitas ekonomi. Perubahan tersebut harus berjalan bersama dengan peningkatan kualitas manusianya.


Anak-anak daerah harus memiliki kesempatan untuk menjadi pelaku pembangunan, bukan sekadar menjadi penonton ketika daerahnya berkembang.


Karena itu, keberlanjutan program pendidikan menjadi penting. Semakin luas kesempatan belajar yang tersedia, semakin besar pula peluang daerah melahirkan generasi yang mampu mengisi kebutuhan tenaga terampil di berbagai bidang.


Anwar juga berharap penerima Berani Cerdas nantinya tidak melupakan daerah asal. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pendidikan diharapkan dapat menjadi bekal untuk kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.


Menyiapkan Sulteng yang Lebih Berdaya Saing


Masa depan Sulawesi Tengah tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya alam yang dimiliki. Kemampuan manusia dalam mengelola potensi tersebut akan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan.


Dalam konteks itulah Berani Cerdas ditempatkan sebagai investasi sumber daya manusia.


Dengan puluhan ribu mahasiswa yang telah menerima manfaat dan anggaran pendidikan yang terus diperkuat, pemerintah berupaya membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitasnya.


Anwar Hafid berharap kesempatan tersebut dapat melahirkan generasi Sulteng yang tidak hanya berpendidikan, tetapi juga memiliki kemampuan, integritas dan daya saing.


Sebab, pembangunan daerah pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa besar kekayaan yang dimiliki, melainkan seberapa kuat manusia yang mengelolanya.


Dari ruang-ruang pendidikan itulah masa depan Sulawesi Tengah dipersiapkan—melahirkan generasi cerdas, mandiri, kompeten dan berdaya saing yang mampu membawa daerah menuju masa depan yang lebih maju.

×
Berita Terbaru Update