Oleh : Elkana Lengkong Eksekutif Redaktur
ALASANNEWS, PALU – Kepemimpinan yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mampu melihat peluang di tingkat global tengah ditunjukkan Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si.
Sejak dipercaya memimpin Sulawesi Tengah, Anwar Hafid terus menghadirkan berbagai kebijakan dan program pembangunan yang menyentuh kehidupan masyarakat. Di tengah tuntutan pembangunan daerah yang semakin kompleks, pemerintahannya membawa visi besar “Sembilan Berani Jadikan Sulteng Nambaso”, yakni Sulawesi Tengah yang besar, maju, dan semakin sejahtera.
Merawat Kedekatan di Tengah Kesibukan Tugas
Kedekatan seorang pemimpin dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik. Hal tersebut terlihat ketika Gubernur Anwar Hafid berhalangan menghadiri puncak peringatan HUT ke-48 Kota Palu, Minggu (27/9/2026).
Anwar menyampaikan permohonan maaf sekaligus menjelaskan bahwa ketidakhadirannya disebabkan agenda organisasi yang harus dijalankan di Jakarta bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes.
“Itu menandakan ketidak hadiran saya jadi sorotan karena banyak rakyat yang rindu. Tapi maaf, saat itu saya dan Wakil Gubernur dr. Reny sedang menunaikan agenda organisasi di Jakarta. Namun, kehadiran Pemerintah Provinsi tetap diwakili dengan baik oleh Asisten III,” kata Anwar Hafid kepada Alasannews melalui pesan WhatsApp, Selasa (29/9/2026).
Sikap tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dengan masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa agenda pemerintahan tetap berjalan meskipun kepala daerah tidak dapat hadir secara langsung.
Pengalaman Anwar Hafid selama dua periode memimpin Kabupaten Morowali juga menjadi salah satu modal dalam menjalankan pemerintahan di tingkat provinsi. Pengalaman tersebut kini dibawa ke dalam agenda pembangunan Sulawesi Tengah melalui visi Sulteng Nambaso.
“Sebuah kebijakan harus tepat sasaran dan menempatkan kepentingan serta kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama. Melalui Program 9 Berani, terutama Berani Sehat dan Betani Cerdas. Kami berupaya menjawab amanah warga sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah secara nyata,” jelasnya.
Pendidikan dan Kesehatan Menjadi Perhatian
Implementasi Program 9 Berani mencakup sejumlah sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, di antaranya pendidikan dan kesehatan melalui program Berani Cerdas dan Berani Sehat.
Salah satu kebijakan yang mendapat perhatian luas adalah dukungan pembiayaan pendidikan tinggi melalui pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang memenuhi ketentuan, termasuk pada jenjang S1, S2, hingga S3.
Respons masyarakat terhadap program tersebut turut mendapat perhatian Anwar Hafid. Ia menyampaikan apresiasi sekaligus menegaskan bahwa dukungan publik harus menjadi dorongan bagi pemerintah untuk terus memperbaiki pelayanan.
“Alhamdulillah, respons positif dari warga adalah bukti bahwa program yang sudah dua tahun lebih berjalan benar-benar hadir sebagai solusi. Namun, sebagai pelayan masyarakat, kami tidak boleh cepat puas. Pujian adalah pengingat bagi kami untuk terus bekerja lebih keras di semua sektor,” ungkap Anwaar Hafid.
Ketika ditanya mengenai masa depan politik maupun wacana kepemimpinan periode berikutnya, Anwar memilih menempatkan penyelesaian tugas pemerintahan sebagai prioritas.
“Fokus utama saya saat ini adalah menuntaskan program kerja agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Mengenai amanah ke depan, biarlah masyarakat yang menilai secara bijak. Tugas kami adalah menjaga integritas dan konsisten bekerja,” tegasnya.
Filosofi Kereta Kuda dalam Membangun Sinergi
Dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memberikan perhatian pada pembangunan infrastruktur, terutama konektivitas yang mendukung sektor pertanian dan perikanan.
Selain infrastruktur ekonomi, agenda penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat juga menjadi bagian dari pembangunan yang terus didorong secara terpadu.
Untuk memastikan pembangunan berjalan selaras antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, Anwar menggunakan pendekatan yang dikenal sebagai Filosofi Kereta Kuda.
Dalam filosofi tersebut, Pemerintah Provinsi dianalogikan sebagai kereta yang memberikan arah melalui kebijakan, koordinasi, serta dukungan anggaran. Sementara 13 kabupaten dan kota menjadi kuda penarik yang bergerak bersama dengan mengoptimalkan potensi dan keunggulan masing-masing wilayah.
“Kunci keberhasilan pembangunan adalah koordinasi yang kokoh dan kolaborasi yang harmonis di antara semua pemangku kepentingan,” tambahnya.
Dari Hainan hingga Rute Palu–Guangzhou
Agenda pembangunan Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Anwar Hafid juga diarahkan untuk memperluas jejaring ekonomi hingga tingkat internasional.
Melalui kunjungan kerja ke Tiongkok pada Mei 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjajaki penguatan hubungan kerja sama dengan sejumlah wilayah di negara tersebut.
Di Haikou, Anwar menjajaki kerja sama dengan Provinsi Hainan dalam bidang pertanian tropis dan perikanan. Pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama pendidikan, termasuk kemungkinan pemberian beasiswa bagi putra-putri berprestasi asal Sulawesi Tengah.
Selain Hainan, penjajakan kerja sama dengan Provinsi Sichuan diarahkan pada pengembangan perdagangan dan hilirisasi komoditas unggulan daerah, termasuk potensi buah durian.
Diplomasi ekonomi tersebut kemudian diarahkan pada langkah yang lebih konkret, salah satunya melalui dorongan pembukaan penerbangan langsung internasional Palu–Guangzhou.
Rute tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas Sulawesi Tengah dengan pusat perdagangan internasional sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi komoditas daerah menuju pasar global.
Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Menuju Pasar Global
Upaya memperluas akses pasar internasional kembali diperkuat melalui Deklarasi Gerakan 1.000 Pelaku Usaha BERANI Ekspor yang digelar Badan Karantina Indonesia bersama Kementerian UMKM di Hotel BW Coco, Palu, Senin (28/9/2026).
Gerakan tersebut menjadi salah satu momentum untuk mendorong pelaku UMKM Sulawesi Tengah meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memenuhi persyaratan pasar ekspor.
Anwar Hafid menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi penting dalam penguatan ekonomi daerah.
“UMKM Sulawesi Tengah memiliki potensi yang luar biasa dan beberapa di antaranya telah berhasil menembus pasar luar negeri. Dukungan penuh akan terus kita berikan agar ekosistem ekspor kita semakin terintegrasi,” kata Anwar.
Potensi komoditas ekspor Sulawesi Tengah juga tercermin dari data Badan Karantina Indonesia periode Januari–September 2026.
Sejumlah komoditas unggulan tercatat telah menembus pasar luar negeri, antara lain:
- Kelapa bulat mencapai 39,15 juta kilogram dengan tujuan ekspor ke Tiongkok, Thailand, Hong Kong, dan Vietnam.
- Bungkil kelapa mencapai 8,98 juta kilogram dengan tujuan India.
- Durian Parigi Moutong menembus pasar Tiongkok dengan volume mencapai 8.162,7 ton.
- Komoditas perikanan, antara lain kerang dara sebanyak 60.310 kilogram dan ikan tuna sebanyak 23.676 kilogram.
Data tersebut menunjukkan adanya ruang pengembangan yang besar bagi komoditas pertanian, perkebunan, dan perikanan Sulawesi Tengah untuk masuk ke pasar internasional.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Penguatan ekosistem ekspor tidak hanya membutuhkan keberanian pelaku usaha, tetapi juga dukungan regulasi, pendampingan, akses pembiayaan, serta pemenuhan standar perdagangan internasional.
Karena itu, sinergi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat menjadi bagian penting dalam mendorong UMKM naik kelas.
Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si., turut memberikan dukungan melalui pembentukan Klinik Ekspor. Fasilitas tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha lokal memahami dan memenuhi berbagai ketentuan yang diperlukan untuk memasuki pasar internasional.
Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mendorong optimalisasi instrumen pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), agar pelaku usaha memiliki akses permodalan yang dapat mendukung pengembangan bisnis.
Bagi Sulawesi Tengah, penguatan UMKM dan ekspor bukan semata-mata tentang meningkatkan volume perdagangan. Lebih jauh, langkah tersebut membuka peluang agar nilai tambah komoditas daerah dapat dinikmati lebih besar oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Sulteng Nambaso dan Harapan Baru
Rangkaian kebijakan tersebut memperlihatkan arah pembangunan Sulawesi Tengah yang berupaya menggabungkan pelayanan dasar dengan penguatan ekonomi daerah.
Program pendidikan dan kesehatan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, sementara pembangunan infrastruktur, penguatan UMKM, dan pembukaan akses pasar internasional menjadi bagian dari strategi memperluas kesempatan ekonomi.
Di tengah perjalanan tersebut, visi Sulteng Nambaso terus diupayakan melalui kerja bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, pemerintah pusat, pelaku usaha, serta masyarakat.
Dari pelayanan yang menyentuh kebutuhan sehari-hari hingga langkah membuka pintu perdagangan internasional, pembangunan Sulawesi Tengah kini diarahkan untuk tidak hanya tumbuh di dalam daerah, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam dinamika ekonomi global.
Pada akhirnya, keberhasilan setiap program akan sangat ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan, kolaborasi lintas sektor, serta sejauh mana manfaat pembangunan benar-benar dapat dirasakan masyarakat Sulawesi Tengah.
Sebelumnya Guru Besar Kebijakan Publik Univetsitas Tadulako (Untad) Prof Dr Slamet Riadi Cante M.Si mengatakan dengan program 9 Berani khususnya Berani Cerdas, dapat menjadi salah satu barometer.
"Kebijakan Gubernur Anwar Hafid dan Wagub Renny Lamadjido terutama program Berani Cerdas berpeluang membawa keduanya menuju priode kedua . Sebab program tersebut mendapat apresiasi positif dikalangan masyarakat" kata Prof Slamet Riadi belum lama ini kepada Alasannews lewat pesan WhatsApp.


