TOLI-TOLI, ALASANnews.com, — Pemerintah Kabupaten Toli-Toli mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) semakin mudah mengembangkan usaha melalui Klinik BERANI Investasi "Langsung Berusaha" yang digelar di Aula Balre Taudako Lripu, Rumah Jabatan Bupati Toli-Toli, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, BERANI Berusaha, yang diarahkan untuk memperkuat UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sekitar 50 pelaku UMKM binaan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Toli-Toli mengikuti layanan yang diberikan secara langsung. Mereka mendapatkan fasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, serta konsultasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersama BRI Cabang Toli-Toli.
Wakil Bupati Toli-Toli, Moh. Besar Bantilan, menegaskan bahwa investasi tidak semata-mata berbicara mengenai besarnya modal yang masuk ke daerah. Menurutnya, investasi harus mampu menciptakan aktivitas ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Toli-Toli punya potensi besar di pertanian, perikanan, pariwisata dan UMKM. Kita harus kelola bersama agar menciptakan lapangan kerja dan memperkuat UMKM," kata Moh. Besar Bantilan.
Menurutnya, kemudahan perizinan menjadi salah satu faktor penting agar pelaku UMKM dapat mengembangkan usaha secara legal dan memiliki akses yang lebih luas terhadap pembiayaan maupun pasar.
Melalui Klinik BERANI Investasi, pelaku usaha tidak hanya memperoleh informasi mengenai perizinan, tetapi juga mendapatkan pendampingan langsung untuk memenuhi sejumlah kebutuhan dasar dalam pengembangan usaha.
Kegiatan yang diinisiasi DPMTSP Provinsi Sulawesi Tengah bersama DPMTSP Kabupaten Toli-Toli tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan pemberian materi mengenai perizinan serta strategi pengembangan usaha.
Pemerintah Kabupaten Toli-Toli berharap layanan tersebut dapat menjadi langkah konkret untuk mempercepat legalisasi usaha sekaligus membuka peluang UMKM lokal memperoleh akses pembiayaan dan berkembang ke skala yang lebih besar.
Dengan demikian, UMKM tidak hanya bertahan sebagai usaha rumah tangga, tetapi dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru yang menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian Toli-Toli.


