Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sederetan Kasus Sepanjang 2019 Hingga 2026 RSUD Drs. Agoesdjam Ketapang!

| 23:52 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-04T16:52:55Z

Alasannews.com | KETAPANG - Sepanjang tahun 2029 s/d 2026 kasus di RSUD Drs Agoesdjam Ketapang disorot, diharapkan kepada APH (Aparat Penegak Hukum), instansi terkait Audit sederetan Kasus di Rumah Sakit Umum Drs.Agoesjam Ketapang.


Berdasarkan pantauan kacamata tim media, serta keterangan sejumlah narasumber hasil investigasi di lapangan berawal dari Covid 19, kurangnya pasilitas Rumah Sakit, banyaknya bangunan yang terbengkalai, dan adanya dugaan indikasi tindak pidana korupsi, kurangnya stok obat-obatan, sehingga pasien maupun keluarga pasien rela-rela diminta untuk membeli obat-obatan di luar seperti yang diarahkan oleh petugas atau kasir dengan memakai uang pribadi hingga BPJS pun tak berfungsi.


Kejadian ini tidak terjadi sekali ataupun 2x bahkan tidak menjadi rahasia umum lagi bagi masyarakat Kabupaten Ketapang.


Mirisnya adanya dugaan indikasi penyimpangan serta BPJS kesehatan hanya menjadi kedok, dimana pasien yang berobat di Drs Agoesdjam Ketapang membeli di luar ke apotik dengan menggunakan uang pribadi, belum lagi pasien harus mengantri panjang, terkadang sampai rela tidak makan seharian demi mendapatkan obat dari dokter.


Dimana adanya dugaan secara administratif pengeluaran dan masuknya anggaran di Drs Agoesdjam Ketapang adanya penyimpangan yang wajib di selidiki dan di audit oleh APH Aparat Penegak Hukum dan instansi terkait.


Kemudian mobil ambulance yang menjadi pajangan pihak RSUD Dr Agoesdjam Ketapang, perlayanan yang buruk, sampai meninggal pasien di rumah sakit RSUD Dr Agoesdjam Ketapang.


Selajutnya terkait limbah, sampah, kebersihan lingkungan dan fasilitas Rumah Sakit, kenyamanan pasien, perlayanan yang masih kurang dominan, kurangnya pengawasan serta kelalaian dari pihak RSUD Dr Agoesdjam Ketapang, tiadanya kebijakan dan inisiatif , kemudian masalah lampu penerangan, dan lain sebagainya.


Harusnya sebagai pihak RSUD Agoesdjam Ketapang harus lbih memperhatikan secara umum keadaan di sekitar lingkungan rumah sakit yang terkesan terlihat kumuh.


Dan Ironisnya, di tahun 2019 terjadi kasus Covid 19, disaat tim media lakukan investigasi di lapangan, serta ingin melakukan konfirmasi ke pihak management Rumah Sakit yang membidangi, dicegat oleh Dokter Riky selaku mantan pengawas rumah sakit RSUD Dr Agoesdjam Ketapang dan diancam ingin dibawa ke ruang isolasi akibat tidak memakai masker, setelah mengetahui identitas media seketika keadaan berubah, dan wajar saja jika setiap hari pasien covid bertambah banyak, dikarenakan ada yang flu dan bantuk langsung diisolasi, dan menjadi ajang tempatnya korupsi tanpa memikirkan nyawa dan keselamatan orang lain demi meraup keuntungan sekelompok oknum yang tidak bertanggung jawab, dan kasus ini juga tiada ujung serta tindakan khusus oleh APH Aparat Penegak Hukum, dan kemudian terkait kasus tabung oksigen dan lain sebagainya hilang begitu saja.


Adapun jawaban dari Kabid RSUD Dr Agoesdjam Ketapang Yuliana Nuning saat dikonfirmasi melalui telepon seluler via WhatsApp messenger, " Baik terimakasih pemantauan nya, kami sedang berproses dalam perbaikan tata kelola rumah sakit, ikuti saja berita terbaru kami ", pungkasnya.


Oleh : Teguh 

Editor/Gun*

×
Berita Terbaru Update