Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Prof Slamet: Publik Menilai dari Dampak Kebijakan Dua Gubernur di Kawasan Indonesia Timur Disorot dalam Wacana Pilpres 2029

| 12:14 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-04T05:14:36Z

 


Oleh: Elkana Lengkong Redaktur Eksekutif 


ALASANNEWS, PALU — Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menjadi dua figur kepala daerah dari kawasan Indonesia Timur yang mendapat perhatian dalam percakapan publik menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2029.


Perbincangan tersebut muncul setelah akun media sosial Instagram Celebes.id mengunggah mengenai dua gubernur yang dinilai memiliki kinerja dan kebijakan yang mendapat respons positif dari masyarakat. Unggahan itu kemudian berkembang menjadi diskusi mengenai kemungkinan hadirnya figur dari luar Pulau Jawa dalam kontestasi politik nasional.


Menanggapi hal itu Guru Besar Kebijakan Publik Universitas Tadulako (Untad) Palu, Prof. Dr. Slamet Riadi Cante, M.Si., menilai perhatian warganet terhadap Anwar Hafid dan Sherly Tjoanda berkaitan dengan kebijakan yang manfaatnya dirasakan secara langsung oleh masyarakat.


“Kecenderungan netizen dan publik menjagokan kedua gubernur tersebut karena masyarakat telah merasakan manfaat kebijakan yang telah digulirkan,” kata Prof. Slamet kepada Alasannews melalui WhatsApp, Jumat (4/9/2026).


Ia menjelaskan, program pemerintah daerah yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dapat membangun kepercayaan sekaligus meningkatkan simpati terhadap pemimpin daerah.


Di Sulawesi Tengah, kata dia, program Berani Cerdas menjadi salah satu kebijakan yang membantu masyarakat kurang mampu memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.


“Dalam konteks Sulteng, kebijakan Gubernur H. Anwar Hafid melalui Berani Sehat dan Berani Cerdas sangat membantu masyarakat, khususnya yang kurang mampu untuk bisa melanjutkan studi di perguruan tinggi,” ujarnya.


Menurut Prof. Slamet, pola serupa juga terlihat di Maluku Utara. Sejumlah kebijakan yang dijalankan Sherly Tjoanda dinilai memberikan perhatian terhadap kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.


“Demikian juga dengan Sherly. Beberapa kebijakannya cukup membantu masyarakat miskin,” katanya.


Prof. Slamet menilai keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat merupakan salah satu faktor penting bagi kepala daerah untuk memperoleh dukungan publik.


“Poinnya, ketika seorang kepala daerah ingin mendapat simpati publik, maka harus mampu merumuskan program kebijakan yang berdampak langsung terhadap kepentingan masyarakat,” tegasnya.


Kebijakan yang Mendapat Perhatian


Di Sulawesi Tengah, program Berani Cerdas diarahkan untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat. Sementara Berani Sehat ditujukan untuk mempermudah masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan.


Kedua program tersebut kemudian menjadi bagian dari pembicaraan warganet ketika menilai kinerja Anwar Hafid sebagai gubernur.


Di Maluku Utara, Sherly Tjoanda juga menjalankan sejumlah program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk membantu keluarga kurang mampu mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.


Bantuan pembangunan rumah baru dalam program tersebut mencapai Rp60 juta per unit. Pemerintah daerah juga menyediakan bantuan renovasi sebesar Rp35 juta per unit dan pembangunan dapur sebesar Rp25 juta per unit.


Kebijakan tersebut disertai penegasan bahwa penerima bantuan perbaikan rumah tetap dapat memperoleh bantuan sosial lainnya sesuai ketentuan. Dengan demikian, perbaikan kondisi tempat tinggal tidak otomatis menghilangkan hak penerima atas PKH, BPNT maupun BLT.


Pada sektor pendidikan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga mempercepat pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat di Halmahera Barat dan Halmahera Selatan. Pembangunan dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah pusat dan pihak terkait.


Dukungan terhadap pendidikan juga diberikan melalui program beasiswa dan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa asal Maluku Utara.


Media Sosial Memperluas Perbincangan


Perhatian terhadap kinerja gubernur di berbagai daerah sebelumnya turut muncul dalam utas komika Arie Kriting di platform Threads. Ia mengajak warganet menyampaikan program positif dan kinerja nyata gubernur di masing-masing provinsi.


Utas tersebut memicu banyak tanggapan. Warganet membagikan pengalaman dan penilaian terhadap berbagai program pemerintah daerah yang dianggap memberikan manfaat langsung.


Anwar Hafid termasuk salah satu kepala daerah yang mendapat perhatian. Program Berani Cerdas dan Berani Sehat menjadi kebijakan yang banyak disebut dalam percakapan tersebut.


Fenomena ini memperlihatkan bahwa media sosial semakin berperan dalam membentuk persepsi publik terhadap kinerja kepala daerah. Masyarakat tidak hanya menilai figur berdasarkan popularitas, tetapi juga melihat manfaat kebijakan yang mereka terima.


Peluang Figur dari Kawasan Timur


Munculnya nama Anwar Hafid dan Sherly Tjoanda dalam diskusi mengenai Pilpres 2029 membuka kembali pertanyaan mengenai peluang figur dari luar Pulau Jawa tampil dalam kontestasi nasional.


Keduanya memiliki pengalaman sebagai kepala daerah dan berasal dari kawasan Indonesia Timur. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan nama mereka diperbincangkan ketika publik membahas representasi politik kawasan timur di tingkat nasional.


Namun, wacana di media sosial belum dapat disamakan dengan pencalonan resmi. Hingga kini, pembicaraan mengenai Anwar Hafid maupun Sherly Tjoanda masih berada dalam ruang opini dan aspirasi publik.


Pilpres 2029 masih memiliki dinamika politik yang panjang. Partai politik, koalisi, tingkat elektabilitas, dukungan masyarakat serta keputusan masing-masing tokoh akan menjadi faktor penentu.


Bagi Prof. Slamet, terlepas dari perkembangan politik tersebut, fenomena yang terjadi memberikan pelajaran mengenai pentingnya kebijakan publik yang konkret.


Pemimpin daerah yang mampu menghadirkan program sesuai kebutuhan masyarakat berpeluang memperoleh kepercayaan yang lebih besar. Dari sinilah dukungan publik dapat tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan politik yang lebih luas.

×
Berita Terbaru Update