Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Proyek P3AI,Punggur Kecil Disorot Tajam, Saluran Irigasi Diduga Buntu dan Tak Terhubung ke Sungai Besar Diduga Salah Perencanaan, Saluran

| 22:33 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-14T15:33:15Z


Alasannews.com | KUBU RAYA — Pembangunan sarana irigasi melalui program P3A di Desa Punggur Kecil, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menjadi sorotan masyarakat. Persoalan yang dipertanyakan bukan hanya kondisi fisik bangunan, tetapi juga dugaan ketidakterhubungan saluran dengan aliran sungai besar yang menjadi bagian penting dari sistem tata air di kawasan tersebut.


Dari informasi yang disampaikan warga, saluran irigasi yang telah dibangun diduga tidak memiliki arah tembusan yang jelas menuju aliran sungai besar. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana sistem tersebut akan berfungsi sebagai sarana pengelolaan dan pengaturan air bagi lahan pertanian masyarakat.(14/9).


Secara teknis, keberadaan saluran irigasi tidak semata-mata dinilai dari bentuk fisik yang telah selesai dibangun. Kesesuaian trase, elevasi, arah aliran, titik pemasukan maupun pembuangan air, serta keterhubungannya dengan sistem tata air yang lebih luas menjadi aspek yang penting untuk diperiksa.

Jika benar saluran tersebut tidak memiliki konektivitas dengan sumber atau badan air yang menjadi bagian dari sistem irigasi, maka perlu dipastikan apakah desain dan pelaksanaannya telah sesuai dengan perencanaan teknis pekerjaan.

Kekhawatiran masyarakat semakin mengemuka karena infrastruktur tersebut pada prinsipnya diharapkan memberikan manfaat nyata bagi petani. Jangan sampai bangunan terlihat selesai secara fisik, tetapi fungsi hidrologisnya tidak berjalan sebagaimana tujuan pembangunan.

“Kalau salurannya tidak mempunyai arah tembusan ke sungai besar, tentu harus diperiksa bagaimana fungsi dan perencanaannya. Jangan sampai bangunan selesai, tetapi air tidak bisa mengalir sebagaimana mestinya,” ujar warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Masyarakat meminta instansi teknis terkait tidak hanya melihat persentase penyelesaian pekerjaan atau kondisi bangunan secara kasatmata. Pemeriksaan juga dinilai perlu mencakup kesesuaian antara kondisi lapangan dengan gambar perencanaan, spesifikasi teknis, titik koordinat, elevasi serta fungsi saluran.

Pemeriksaan menyeluruh dinilai penting untuk memastikan apakah saluran tersebut memang dirancang untuk terhubung dengan sungai besar atau terdapat sistem tata air lain yang menjadi bagian dari perencanaannya.

Apabila terdapat perbedaan antara kondisi di lapangan dengan dokumen perencanaan, hal tersebut semestinya dijelaskan secara terbuka oleh pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan.

Terlebih, pembangunan infrastruktur irigasi yang bersumber dari program pemerintah harus berorientasi pada manfaat dan fungsi, bukan sekadar menghasilkan bangunan secara fisik.

Masyarakat berharap pihak pengelola program, kelompok P-3AI, konsultan atau pelaksana pekerjaan, serta instansi teknis yang memiliki kewenangan segera melakukan pemeriksaan lapangan.

Pemeriksaan tersebut penting untuk menjawab sejumlah pertanyaan: apakah trase saluran sudah sesuai perencanaan, apakah terdapat titik koneksi menuju sungai besar, apakah elevasi saluran memungkinkan air mengalir, serta apakah konstruksi yang dibuat mampu menjalankan fungsi irigasi sesuai tujuan program.

Jika dalam pemeriksaan ditemukan adanya ketidaksesuaian antara pekerjaan dengan perencanaan atau spesifikasi teknis, masyarakat meminta agar dilakukan langkah korektif sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebaliknya, apabila saluran tersebut memang telah dirancang dengan sistem tata air tertentu dan tidak harus tersambung langsung ke sungai besar, pihak terkait diharapkan memberikan penjelasan teknis agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

Sorotan terhadap proyek ini pada akhirnya tidak hanya menyangkut persoalan bangunan, tetapi juga menyentuh aspek akuntabilitas pembangunan infrastruktur publik.

Setiap pekerjaan yang menggunakan program dan anggaran pemerintah semestinya dapat dipertanggungjawabkan dari sisi perencanaan, pelaksanaan, mutu pekerjaan, fungsi serta manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, dugaan adanya saluran yang tidak memiliki arah tembusan menuju aliran sungai besar tersebut perlu ditempatkan sebagai temuan awal yang harus diverifikasi, bukan sebagai kesimpulan mengenai adanya pelanggaran.

Masyarakat pun meminta instansi terkait melakukan pemeriksaan secara objektif dan terbuka. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat menjelaskan apakah pembangunan P-3AI di Desa Punggur Kecil telah sesuai dengan perencanaan teknis dan benar-benar dapat memberikan manfaat bagi pengelolaan air pertanian masyarakat.

Hingga berita ini disusun, pihak pelaksana, pengelola P3-TGAI, maupun instansi teknis terkait perlu dimintai konfirmasi mengenai desain, sumber anggaran, nilai pekerjaan, spesifikasi teknis, serta alasan saluran tersebut diduga tidak terhubung langsung dengan aliran sungai besar.(*/Red)
×
Berita Terbaru Update