![]() |
| Dugaan PETI di Nanga Pinoh Mencuat, Polda Kalbar Didesak Verifikasi Aktivitas Tambang. |
![]() |
Dugaan PETI di Nanga Pinoh Mencuat, Polda Kalbar Didesak Verifikasi Aktivitas Tambang. |
Jika terbukti beroperasi tanpa izin, kegiatan itu perlu ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Aktivitas pertambangan di kawasan sungai juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, mulai dari peningkatan sedimentasi hingga pencemaran air yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat sekitar.
Kemunculan video tersebut turut memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan langkah penindakan terhadap dugaan aktivitas PETI di lokasi tersebut.
Seorang narasumber, Kamis (15/10/2026), meminta aparat kepolisian dan instansi berwenang tidak hanya mengandalkan informasi di media sosial, tetapi segera melakukan verifikasi lapangan.
“Polda Kalbar diharapkan turun langsung untuk memastikan kebenaran informasi ini dan mengambil langkah sesuai hukum apabila ditemukan pelanggaran,” demikian inti desakan yang disampaikan narasumber kepada awak media.
Dugaan pembiaran maupun kemungkinan keterlibatan pihak tertentu juga perlu diperiksa secara objektif apabila ditemukan indikasi dan bukti yang mendukung. Namun, hal tersebut tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan video yang beredar.
Pemeriksaan di lapangan diperlukan untuk memastikan lokasi, bentuk kegiatan, status perizinan, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab. Apabila ditemukan pelanggaran pertambangan atau lingkungan, penegakan hukum diharapkan dilakukan secara profesional dan tanpa pandang bulu.
Hingga berita ini disusun, informasi mengenai legalitas kegiatan tersebut dan dugaan pembiaran masih memerlukan verifikasi. Konfirmasi dari Polda Kalbar, pemerintah daerah, serta instansi yang membidangi pertambangan dan lingkungan hidup diperlukan agar persoalan ini mendapat kejelasan.
Publik berharap pemeriksaan dilakukan secara transparan dan berkelanjutan, bukan semata-mata setelah sebuah informasi menjadi viral. Langkah tersebut penting untuk memastikan kepastian hukum sekaligus melindungi kelestarian DAS Melawi.
Berita ini disusun berdasarkan informasi awal dan video yang disebut beredar di media sosial. Kebenaran aktivitas, status perizinan, serta dugaan pelanggaran masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak-pihak terkait.
( Tim - Liputan )
Red/Editor



