PALU, ALASAN NEWS – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Palu, Drs. Eddy Siswanto, M.Si., mengapresiasi langkah tegas aparat kepolisian di Sulawesi Tengah bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memberantas peredaran narkoba, khususnya sabu-sabu yang masih mengancam masyarakat dan generasi muda.
Eddy menegaskan, Kota Palu harus menjadi wilayah yang bebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan hingga menyentuh jaringan peredaran yang lebih luas.
Kepada Alasan News.com, Selasa (20/10/2026), Eddy menyampaikan apresiasinya terhadap keberanian aparat kepolisian dalam menjalankan tugas pemberantasan narkoba di wilayah Sulawesi Tengah.
Ia menilai, langkah tegas aparat menjadi bagian penting dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.
“Saya sangat mengapresiasi upaya aparat kepolisian di Sulawesi Tengah dalam memberantas peredaran narkoba. Harapan saya, Kota Palu bisa zero dari kejahatan narkoba dalam bentuk apa pun,” tegas Eddy.
Namun, ia mengakui bahwa memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan kerja keras, konsistensi, serta sinergi dari berbagai pihak agar upaya tersebut dapat berjalan efektif.
Di Kota Palu sendiri, sejumlah titik yang dinilai rawan peredaran sabu-sabu telah menjadi sasaran operasi aparat. Dalam pelaksanaannya, petugas juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk adanya perlawanan dari sebagian warga di sekitar lokasi operasi.
Menurut Eddy, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Dukungan dan keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya memutus mata rantai peredaran barang terlarang itu dapat berjalan maksimal.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berani mengambil peran dalam memerangi narkoba, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga lingkungan tempat tinggal.
Eddy juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak-anak serta memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba sejak dini.
Sebagai Ketua PGRI Kota Palu sekaligus Kepala SMAN 2 Palu, ia menaruh perhatian besar terhadap keselamatan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, generasi muda merupakan aset masa depan yang harus dilindungi bersama. Jika peredaran narkoba dibiarkan terus berkembang, dampaknya tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga mengancam pendidikan, kehidupan sosial, dan masa depan anak-anak bangsa.
Karena itu, ia berharap masyarakat tidak bersikap acuh terhadap aktivitas mencurigakan yang berpotensi berkaitan dengan peredaran narkoba. Informasi yang disampaikan melalui jalur resmi kepada aparat dapat membantu upaya pencegahan dan penindakan sesuai ketentuan hukum.
Eddy menegaskan, kolaborasi antara kepolisian, BNN, pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman serta terbebas dari narkoba.
“Mari kita bersama-sama melawan peredaran narkoba di Kota Palu. Jangan biarkan narkoba menghancurkan masa depan generasi muda kita,” tegasnya.
Ia berharap, upaya pemberantasan narkoba di Sulawesi Tengah terus diperkuat sehingga Kota Palu dapat menjadi wilayah yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman peredaran narkotika.
(AZ)


