Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PD-DMI Ketapang Masa Bakti 2026–2031 Siapkan Program Berbasis Data dan Kebutuhan Umat

| 10:44 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-01T03:44:30Z

Alasannews.com | Ketapang - Pengurus Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD-DMI) Kabupaten Ketapang masa bakti 2026–2031 menggelar silaturahmi bersama calon pengurus di Aula Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, Rabu malam (30/9/2026).


Silaturahmi tersebut dihadiri Ketua PD-DMI Kabupaten Ketapang terpilih, Jamhuri, S.H., yang juga merupakan Wakil Bupati Ketapang, bersama sejumlah calon pengurus PD-DMI Kabupaten Ketapang.


Pertemuan menjadi momentum awal untuk menyatukan visi dan membahas arah program kerja PD-DMI Ketapang selama periode kepengurusan 2026–2031.


Dalam pertemuan tersebut, Jamhuri menekankan pentingnya keberadaan organisasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung kemakmuran masjid dan kehidupan umat.


“Apalah artinya saya masuk di organisasi manakala organisasi yang saya pimpin tak pernah hidup di tengah-tengah umat,” ungkapnya.


Menurutnya, PD-DMI Ketapang perlu memiliki database masjid se-Kabupaten Ketapang yang dapat menjadi dasar dalam menyusun program dan menentukan langkah organisasi.


Data tersebut tidak hanya memuat jumlah dan keberadaan masjid, tetapi juga dapat digunakan untuk memetakan kondisi serta berbagai persoalan yang dihadapi masjid di setiap wilayah.


Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah masjid yang membutuhkan dukungan karena adanya berbagai kondisi yang dapat mengganggu aktivitas ibadah dan kegiatan kemasyarakatan.


Selain itu, persoalan status dan legalitas tanah masjid juga dinilai penting untuk mendapatkan perhatian. Kepastian status tanah diperlukan agar keberadaan masjid memiliki dasar hukum yang jelas dan aman untuk keberlanjutan pengelolaannya di masa mendatang.


Jamhuri juga mengingatkan agar program kerja PD-DMI Ketapang tidak sekadar meniru pola yang diterapkan di daerah lain.


“Program kerja harus disesuaikan dengan kearifan lokal, karena Ketapang tidak sama dengan daerah lain,” ujarnya.


Ia menilai karakteristik wilayah, kondisi masyarakat, serta persoalan yang dihadapi masing-masing daerah memiliki perbedaan. Karena itu, DMI Ketapang perlu merumuskan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.


Dalam pembahasan tersebut juga muncul gagasan agar fungsi masjid tidak hanya dipahami sebagai tempat pelaksanaan ibadah mahdhah, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai pusat berbagai kegiatan positif masyarakat sepanjang tetap sesuai dengan ketentuan dan fungsi masjid.


Masjid dapat menjadi ruang pembinaan umat, pendidikan, kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta aktivitas kemasyarakatan lainnya.


Di akhir pertemuan, Jamhuri berharap semangat kebersamaan yang dibangun oleh seluruh pengurus PD-DMI Kabupaten Ketapang dapat menjadi modal untuk menjalankan organisasi secara bersama-sama dan memberikan manfaat yang lebih luas.


 “Semoga semangat kebersamaan ini dapat membawa manfaat bagi bangsa dan negara,” harapnya.(Teguh)

×
Berita Terbaru Update