Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025, Dipastikan Bukan Libur Nasional

| 06:47 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-24T05:56:31Z

 



Palu, Alasanews Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2025 dipastikan bukan merupakan hari libur nasional. Hal ini tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025, di mana tanggal tersebut tidak termasuk dalam daftar tanggal merah.



Ketentuan ini sejalan dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur. Dalam beleid tersebut, disebutkan bahwa sejumlah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia diakui sebagai hari nasional, namun tidak otomatis ditetapkan sebagai hari libur resmi. Salah satu di antaranya adalah Hari Sumpah Pemuda.



Pasal 1 Keppres itu menyebutkan bahwa hari-hari bersejarah bagi bangsa Indonesia dinyatakan sebagai hari nasional tanpa status libur. Artinya, meski memiliki nilai historis tinggi, Hari Sumpah Pemuda tetap menjadi hari aktif kerja dan sekolah seperti biasa.




Asal Usul dan Makna Sumpah Pemuda




Mengutip laman resmi Museum Sumpah Pemuda Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), lahirnya Sumpah Pemuda berawal dari Kongres Pemuda II yang digagas oleh Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI).



Kongres tersebut diselenggarakan dalam dua sesi, yakni pada 27 dan 28 Oktober 1928.


Kongres pertama digelar di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng, Jakarta. Pertemuan ini bertujuan memperkuat semangat persatuan di kalangan pemuda.


Kongres kedua dilaksanakan di Gedung Oost-Java Bioscoop pada 28 Oktober 1928. Dalam sidang inilah lahir ikrar yang kemudian dikenal dengan Sumpah Pemuda.


Isi Sumpah Pemuda terdiri dari tiga butir pernyataan yang menjadi tonggak lahirnya semangat persatuan bangsa Indonesia:


1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.


2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.


3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.



Sumpah Pemuda menjadi simbol penting dalam sejarah perjuangan Indonesia. Ikrar ini menegaskan tekad generasi muda untuk bersatu dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yang kemudian menjadi fondasi lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

×
Berita Terbaru Update