Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Harap Himbauan Bupati Ketapang : Penertiban Sampah, Serta Kurangnya Fasilitas Bak Kontainer Harus di Prioritaskan!

| 17:45 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-10T10:45:28Z

Alasannews.com | Ketapang - Kurangnya perhatian dan kepedulian pemerintah Daerah maupun pusat terhadap kondisi sejumlah bak kontainer sampah di beberapa wilayah Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang (KAL-BAR), mengundang perhatian publik.


Dimana Bak-bak Kontainer sampah sudah mengalami kerusakan parah yang antara lain khususnya di wilayah di Delta Pawan Kabupaten Ketapang, sehingga hal ini menuai kritikan dari berbagai lapisan elemen masyarakat kabupaten Ketapang.



Selain kurangnya perhatian Pemerintah Daerah, tiadanya tindakan tegas baik himbauan Bupati Ketapang kepada masyarakat yang senantiasa membuang sampah di sembarang tempat hingga ke pemukiman milik tanah warga yang kosong, dikarenakan kurangnya fasilitas Bak Sampah dan posisi tempat pembuangannya yang begitu jauh dari rumah warga, dan tiadanya kebijakan dari pemerintah Daerah, sehingga membuat masyarakat malas dan membuang sampah-sampah sesuka hati mereka.


Seperti yang dikatakan salah satu warga Ramli Desa Kalinilam Kecamatan Delta Pawan Ketapang, "akibat kurangnya fasilitas dan kebijakan pemerintah Daerah sehingga banyak sekali warga yang membuang sampah di lokasi yang tak jauh dari rumah kediamannya, dimana ada tanah yang kosong disitulah penumpukan sampah-sampah tanpa seijin pemilik tanah yang sewaktu-waktu menciptakan komplik sosial dikalangan masyarakat Kabupaten Ketapang, dimana lokasi tempat penumpukan sampah tersebut tak jauh dipadati rumah warga, tidak satu bahkan banyak tempat yang dijadikan lokasi pembuangan, terutama di Gang sampah Desa Kalinilam yang tak jauh dari lapangan Bola PT.Alas Kusuma", ujarnya.


Berdasarkan hasil investigasi tim Media di lapangan bahwa, selain Bak Kontainer Sampah yang sudah tak layak Pakai, Pemkab Ketapang juga harus menambah tenaga kerja untuk jasa pengangkutan sampah, yang selama ini terkadang terlihat para kuli sampah merasa kewalahan dalam menangani kasus sampah-sampah yang sudah mulai tidak beraturan dan menimbulkan bau yang tidak sedap, serta pencemaran lingkungan, kurangnya kenyamanan dikalangan masyarakat tentang pencemaran lingkungan, seperti drainase saluran parit dan limbah yang sudah menumpuk tersumbat bahkan dari aliran dari tempat-tempat usaha makanan yang wajib diperiksa pembuangannya, maupun itu di rumah sakit dan lain sebagainya.


Adapun seperti yang diharapkan kepada pemerintah Daerah maupun pusat untuk segera menangani serta memberikan perhatian dan kepedulian kepada Dinas terkait untuk menambahnya Bak kontainer sampah, serta himbauan Bupati Ketapang kepada masyarakat yang harus menertibkan masyarakat baik sanksi tegas kepada masyarakat apabila membuang sampah kesembarang tempat apalagi mengotori pemungkiman tanah warga harus mendapatkan denda dan ditindak tegas dari instansi terkait, hal ini demi kebaikan bersama, agar adanya tanggung jawab serta terciptanya lingkungan yang sehat, bersih ramah akan lingkungan.


Penambahan tenaga kerja untuk penyediaan Tosa pengangkutan sampah-sampah setiap harinya yang bisa menyusuri dari setiap rumah ke rumah warga yang dengan harapan masyarakat juga bisa mendukung untuk memberikan kompensasi yang sewajarnya kepada para jasa pengangkut sampah di bawah pengawasan, yang dimana dari jasa pengangkutan tersebut bisa masuk ke imkam daerah baik Dinas Lingkungan Hidup untuk dikelola kebutuhan serta pasilitas yang tidak perlu lagi berlama-lama untuk mengajukan permohonan sgala bantuan kepada pemerintah Pusat, yang artinya sambil menunggu tentu dana yang masuk ke imkam daerah tersebut bisa digunakan untuk sementara waktu tanpa mengharapkan proses yang panjang.


Lingkungan yang bersih bukan bukan hanya citra akan tetapi hak warga untuk hidup sehat, khususnya yang paling utama pasilitas Bak sampah harus teratasi, yang saat ini penuh dengan lubang disetiap

sisi-sisinya, sehingga kondisi ini membuat bak kontainer tidak mampu lagi menampung sampah dengan layak, bahkan air rembesan sampah berserakan di sekitar lokasi bak kontainer sampah, yang mengeluarkan bau busuk yang

menimbulkan aroma tidak sedap yang menyerap hidung setiap warga yang melintasi jalan.


Menanggapi permasalahan ini menimbulkan Kritikan dari warga Ketapang, Beni Hardian, Sp (50) bahwa keberadaan bak kontainer sampah yang rusak tidak hanya mengganggu estetika, tapi juga berpotensi menjadi sumber penyakit, dan ia mengaku kecewa karena kondisi tersebut, tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah

daerah maupun pusat.


Lebih lanjut, “Kalau hujan, sampahnya makin berserakan, belum lagi baunya, dan lalat yang banyak mengerumuni sampah yang berserakan, kami berharap agar

pemerintah daerah segera turun tangan dan mengganti bak-bak kontainer sampah rusak dengan fasilitas yang lebih layak, jangan sampai kelalaian kecil berdampak buruk dan menjadi besar terhadap kualitas hidup dan wajah Kota Ketapang, ungkapnya.


Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ketapang, Samsul Islami juga menambahkan, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan LB3, Edwardo Hungan, S.H melalui pesan WhatsApp menyampaikan, " Bahwa kami dibulan Januari dan Februari 2026 telah memperbaiki sekitar 4 bak kontainer sampah, karena mengalami rusak sedang, dan tiga Bak kontainer sampah lainnya dengan menggunakan plat

besi bekas bak kontainer sampah yang rusak berat, serta kami mengakui masih banyak bak kontainer sampah yang masih rusak dan harus diperbaiki, ataupun diganti dengan Bak yang layak serta penambahan pasilitas lainnya", ujarnya Edwardo Hungan, SH.


Lebih lanjut, " Di bulan Maret 2026 lalu, kami juga sudah mengusulkan peralihan anggaran yang

bisa kami iritkan, untuk dana bak kontainer-kontainer sampah tersebut, tetapi masih proses persetujuan tim TAPD dulu, dan untuk perbaikan Sarana Prasarana pengelolaan sampah serta apabila adanya penambahan pasilitas di Kabupaten Ketapang akan kita gunakan sebaik-baiknya jika disetujui", tandasnya.


Oleh : Teguh

Editor : Gugun

×
Berita Terbaru Update