Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menenun Harapan di Usia ke-62: Panggilan Kemanusiaan Gubernur Anwar Hafid untuk Sulawesi Tengah

| 13:06 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-13T06:06:29Z

 


ALASANNEWS, (Palu)– Senin pagi, 13 April 2026, di bawah langit Palu yang cerah, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tengah ke-62 bertransformasi menjadi sebuah momentum refleksi yang menyentuh sanubari. Upacara yang biasanya bersifat seremonial kaku, kali ini terasa lebih personal dan penuh empati.


Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si, menaiki mimbar dengan gestur yang tenang namun tegas. Sebelum memulai pidato kenegaraan yang telah dipersiapkan, mantan Bupati Morowali dua periode ini melakukan sesuatu yang jarang terjadi: ia menyapa satu per satu perwakilan guru, siswa-siswi SMA, hingga petugas kesehatan yang datang dari 12 kabupaten dan satu kota. Sapaan itu bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah pengakuan atas dedikasi mereka sebagai tulang punggung pembangunan manusia di Bumi Tadulako.


Narasi "Ibu Kandung" dan Panggilan Persatuan


Dalam  sambutan, Anwar Hafid

menggunakan metafora yang kuat untuk menggambarkan keterikatan emosional antara pemimpin dan rakyatnya. Ia menyebut Sulawesi Tengah sebagai "Ibu Kandung" yang kini sedang memanggil anak-anaknya yang telah berhasil.


"Hari ini, Ibu Pertiwi Sulawesi Tengah genap berusia 62 tahun. Ibu kandung kita ini memanggil dan mengajak kita semua—baik yang saat ini duduk sebagai pejabat, politisi, pengusaha, maupun birokrat untuk bersatu.


Panggilan ini adalah untuk membahagiakan saudara-saudara kita, anak-anak kita yang belum beruntung, agar mereka bisa merasakan kebahagiaan, kesehatan, dan pendidikan yang layak," ujar Gubernur dengan nada persuasif yang menggetarkan suasana upacara.


Menghadapi Realita: Potret 83 Ribu Rumah Tak Layak Huni


Gubernur tidak hanya datang dengan janji manis, tetapi juga dengan data yang menjadi pengingat keras bagi para pemangku kepentingan. Ia mengungkapkan bahwa di tengah kemajuan pembangunan fisik, masih ada jurang sosial yang lebar. Tercatat, masih terdapat sekitar 83 ribu rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di 12 kabupaten dan satu kota se-Sulawesi Tengah.


Angka ini, menurut Anwar, adalah "PR" kolektif yang tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah provinsi semata. "Kewajiban kita sebagai anak Sulteng yang sudah berhasil adalah untuk saling bergandengan tangan. Kita punya tanggung jawab moral untuk memastikan tidak ada lagi saudara kita yang berteduh di bawah atap yang rapuh," tegasnya.


Strategi "BERANI CERDAS" dan Layanan Kesehatan Gratis


Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi pilar utama dalam visi kepemimpinan Anwar Hafid. Ia memaparkan fakta memprihatinkan bahwa masih ada kurang lebih 37 ribu anak-anak Sulteng yang membutuhkan akses pendidikan lebih baik. Sebagai jawaban konkret, ia kembali menegaskan pentingnya program BERANI CERDAS.


Program ini didesain sebagai jaring pengaman agar tidak ada lagi anak di Sulawesi Tengah yang putus sekolah hanya karena kendala finansial. Senada dengan itu, di sektor kesehatan, Gubernur menekankan bahwa pelayanan kesehatan gratis adalah hak dasar yang harus dirasakan oleh masyarakat hingga ke pelosok desa.


"Bukan hanya tanggung jawab Gubernur dan Wakil Gubernur untuk membahagiakan anak-anak Sulteng. Ini adalah tanggung jawab kita semua. Mari kita bekerjasama, jangan bercerai-berai. Mari kita selamatkan masa depan mereka yang belum seberuntung kita hari ini," tambah Anwar.


Penghormatan untuk Para Pendahulu dan Solidaritas Pemimpin Daerah


Suasana penuh rasa hormat terasa saat Gubernur Anwar Hafid menyapa para pendahulunya, yakni mantan Gubernur HB Paliudju dan H. Rusdy Mastura. Baginya, kehadiran kedua tokoh tersebut adalah simbol keberlanjutan estafet pembangunan. Ia menyebut mereka sebagai orang tua yang telah berjasa besar meletakkan fondasi kemajuan Sulawesi Tengah dari masa ke masa.


Upacara ini juga dihadiri oleh barisan pemimpin daerah yang menunjukkan sinyal kuat soliditas administratif, mulai dari Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, Bupati Sigi Muh. Rizal Intjenai, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo, hingga para kepala daerah lainnya dari Tojo Una-Una, Banggai Laut, Poso, dan Kota Palu.


Semangat Baru Menuju Masa Depan


Peringatan HUT ke-62 ini ditutup dengan berbagai rangkaian kegiatan yang mengedepankan semangat kebersamaan. Pesan utama yang dibawa pulang oleh para hadirin adalah satu: Sulawesi Tengah tidak akan bisa terbang tinggi jika masih ada sayap-sayapnya (masyarakat kecil) yang terluka.


Di bawah kepemimpinan Anwar Hafid, usia ke-62 ini menjadi titik balik untuk lebih fokus pada pembangunan manusia, pemerataan kesejahteraan, dan penguatan persatuan lintas sektor. Sebuah ajakan untuk tidak sekadar merayakan angka, tetapi merayakan perubahan nyata bagi mereka yang selama ini terlupakan.***

×
Berita Terbaru Update