ALASANnews.com, Tolitoli — Upaya membangun kepekaan terhadap potensi bencana terus diperkuat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli melalui kegiatan sosialisasi tanggap bencana yang digelar bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tolitoli, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan kepekaan pegawai dalam merespons situasi darurat yang bisa terjadi kapan saja.
Kepala Pelaksana BPBD Tolitoli, Abdullah Haruna, menegaskan bahwa kepekaan terhadap bencana merupakan hal mendasar yang harus dimiliki setiap individu, terutama di daerah dengan tingkat kerawanan yang cukup tinggi.
“Bencana memang tidak kita harapkan, tetapi kepekaan dan kesiapsiagaan harus selalu ada. Ini yang ingin kita bangun, agar setiap orang mampu merespons dengan cepat dan tepat,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman mitigasi bukan hanya sebatas teori, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata saat kondisi darurat terjadi, termasuk kemampuan memberikan pertolongan pertama sebelum bantuan medis datang.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan materi sekaligus praktik langsung melalui simulasi. Mereka dilatih menghadapi berbagai skenario darurat, mulai dari evakuasi hingga teknik pengangkatan korban secara aman.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam membentuk respons cepat sekaligus meningkatkan empati dan kepedulian terhadap sesama saat bencana terjadi.
Melalui kegiatan ini, BPBD berharap seluruh peserta tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan kerja maupun masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita peka dan sigap. Karena dalam kondisi darurat, setiap detik sangat berarti,” tutup Abdullah.***


