Kabar baik bagi para petani di Kabupaten Tolitoli. Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR RI menyetujui anggaran sebesar Rp25 miliar untuk rehabilitasi sembilan daerah irigasi di wilayah Tolitoli pada tahun 2026.
ALASANnews.com,--Persetujuan anggaran tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli yang telah melalui tahapan asistensi dan verifikasi oleh tim kementerian teknis bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi Tengah.
Wakil Bupati Tolitoli, Hi. Moh. Besar Bantilan, dalam wawancara eksklusif menyampaikan bahwa seluruh usulan irigasi yang diajukan Pemda Tolitoli akhirnya mendapat persetujuan untuk dilaksanakan melalui pagu anggaran Kementerian PUPR RI.
“Alhamdulillah, kunjungan saya ke BWS Sulawesi Tengah di Palu beberapa bulan lalu membuahkan hasil. Sebanyak sembilan daerah irigasi yang diusulkan telah disetujui untuk direhabilitasi pada tahun 2026,” ujarnya.
Program rehabilitasi tersebut nantinya akan dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi Tengah sebagai bagian dari program prioritas nasional di sektor ketahanan pangan.
Menurut Wabup, perbaikan saluran irigasi dan bendung menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung produktivitas pertanian di daerah.
“Program Inpres ini benar-benar mendapat perhatian dan pengawalan khusus dari pihak balai maupun pemerintah pusat,” tambahnya.
Hi. Moh. Besar Bantilan juga menegaskan bahwa Bupati Tolitoli, Hi. Amran Hi. Yahyah, selama ini terus mendorong pemenuhan kebutuhan para petani, khususnya petani sawah yang sangat bergantung pada kondisi jaringan irigasi.
Menurutnya, keberadaan irigasi yang baik sangat menentukan hasil panen dan kesejahteraan petani di Kabupaten Tolitoli.
“Perbaikan irigasi sangat penting karena menentukan hasil yang diperoleh para petani. Ini menjadi komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian,” tutupnya.***


