Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anwar Hafid: Saya ke Hainan untuk Kepentingan Sulteng, Bukan Mengurus Investasi Tambang

| 11:20 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-09T04:20:05Z

 


ALASANNEWS, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, menyatakan keprihatinannya atas beredarnya informasi yang belum tentu kebenarannya terkait isu investasi pertambangan yang mengaitkan dirinya sebagai gubernur.


Anwar Hafid menegaskan bahwa informasi yang menyebut dirinya melakukan pembicaraan dengan pengusaha di Tiongkok mengenai investasi tambang di Sulawesi Tengah saat kunjungan kerja ke Hainan, China, adalah tidak benar atau hoaks.


"Itu berita hoaks dan tidak benar. Saya ke Hainan, China, bersama Rektor Untad Prof. Amar dalam kaitan kerja sama yang telah dilakukan oleh pihak Untad dengan Universitas Hainan. Itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan kunjungan saya selaku Gubernur Sulawesi Tengah ke Hainan," kata Anwar Hafid kepada Alasannews melalui pesan WhatsApp, Selasa (9/6/2026).


Menurut Anwar Hafid, kunjungan tersebut berlangsung singkat dan tidak pernah diisi dengan agenda pertemuan bersama para pengusaha untuk membahas investasi pertambangan.


"Pertemuan itu murni dengan Gubernur Provinsi Hainan, Tiongkok, Liu Xiaoming. Kami banyak membicarakan kerja sama di bidang pertanian, pangan, perikanan dan kelautan untuk memacu pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah," jelasnya.


Ia menuturkan, kolaborasi yang dibangun bersama Pemerintah Provinsi Hainan dan Universitas Hainan bertujuan memperkuat pengembangan berbagai potensi daerah Sulawesi Tengah melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Universitas Tadulako (Untad).


Dari kolaborasi kerja sama ini merupakan bagian dari penguatan pengembangan potensi Provinsi Sulawesi Tengah yang bergandengan tangan dengan Pemda Sulawesi Tengah dan Untad. 


"Seperti yang dilakukan Universitas Hainan bersama Pemerintah Provinsi Hainan. Jadi prinsipnya program-program pemerintah daerah melalui kerja sama di beberapa bidang yang juga sudah dimulai bersama Untad," ujarnya.


Anwar Hafid menegaskan bahwa seluruh agenda kunjungannya ke Hainan berorientasi pada kepentingan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.


"Kehadiran saya selaku gubernur di Hainan lebih mengutamakan kepentingan daerah Sulawesi Tengah dalam membangun raksasa ekonomi untuk rakyat Sulawesi Tengah yang sejahtera. Kalau untuk saya pribadi, maaf bukan sok moralis, tetapi sudah lebih dari cukup berkah yang Allah berikan," tutur Anwar Hafid.


Lebih lanjut, ia mengatakan fokus pemerintahannya saat ini adalah menjalankan sembilan Program BERANI yang menjadi komitmen bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido.

Menurutnya, program-program tersebut, terutama BERANI Sehat dan BERANI Cerdas, dihadirkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan rakyat.


"Yang kami lakukan adalah menjalankan Program BERANI. Terutama BERANI Sehat dan BERANI Cerdas agar masyarakat dapat merasakan kehadiran saya dan Ibu Reny sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur dalam menjawab kebutuhan rakyat," katanya.


Pernyataan Anwar Hafid tersebut sekaligus membantah narasi yang beredar di media sosial melalui tulisan seorang akun bernama Andi Ridwan Bataraguru. Dalam tulisannya, ia mengaku menghadiri diskusi bersama pemilik perusahaan pertambangan yang membahas potensi sumber daya alam Sulawesi Tengah, mulai dari emas, tembaga hingga batu silika.


Tulisan tersebut juga menyebut adanya rencana investor asal China untuk masuk berinvestasi di sektor batu silika di Kabupaten Tolitoli yang disebut akan difasilitasi oleh Gubernur Sulawesi Tengah pasca kunjungannya ke Negeri Tirai Bambu pada Mei lalu.


Selain itu, narasi yang beredar mengaitkan isu investasi tersebut dengan dinamika aksi demonstrasi mahasiswa dan masyarakat yang menyoroti aktivitas pertambangan serta kerusakan lingkungan di Kabupaten Tolitoli.


Namun, Anwar Hafid menegaskan bahwa kunjungannya ke Hainan sama sekali tidak membahas investasi pertambangan sebagaimana yang dikatakan dalam narasi tersebut. Ia menegaskan fokus utama pertemuan adalah penguatan kerja sama pendidikan, pertanian, perikanan, dan pengembangan ekonomi daerah yang bermanfaat bagi masyarakat Sulawesi Tengah.


Dengan demikian, Gubernur Sulawesi Tengah meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi kebenarannya.


"Yang terpenting bagi kami saat ini adalah bekerja untuk rakyat Sulawesi Tengah dan menghadirkan program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkas Anwar Hafid.

×
Berita Terbaru Update