ALASANnews.com,--Pemerintah Kabupaten Tolitoli semakin serius mewujudkan cita-cita menjadikan daerah ini sebagai kawasan swasembada beras. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mempercepat pembenahan jaringan irigasi yang selama ini menjadi kendala utama peningkatan produksi pertanian.
Wakil Bupati Tolitoli, Mohammad Besar Bantilan, memastikan pemerintah daerah terus mengawal penanganan irigasi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi Tengah. Menurutnya, koordinasi intensif telah dilakukan agar seluruh titik irigasi yang belum tuntas dapat diselesaikan pada tahun ini.
"Kami sudah beberapa kali bertemu dengan pihak BWS Sulawesi Tengah untuk memastikan program penanganan irigasi di Kabupaten Tolitoli berjalan sesuai rencana. Ini menjadi prioritas karena menyangkut masa depan ketahanan pangan daerah," ujar Besar Bantilan kepada media ini.
Ia menjelaskan, sebagian jaringan irigasi memang telah diperbaiki pada tahun lalu. Namun, masih terdapat sejumlah ruas yang memerlukan penyempurnaan agar mampu mengairi seluruh lahan pertanian secara maksimal.
Atas arahan Bupati Amran Yahya, kata Besar Bantilan, Pemkab Tolitoli terus mendorong penyelesaian rehabilitasi jaringan irigasi, termasuk pembangunan bendung di sejumlah wilayah yang selama ini mengalami kekurangan pasokan air.
"Masih ada beberapa titik yang membutuhkan pembangunan bendung dan perbaikan saluran. Semua itu sudah kami koordinasikan dengan pihak Balai Wilayah Sungai agar prosesnya bisa dituntaskan dan manfaatnya segera dirasakan para petani," katanya.
Pemerintah daerah optimistis, apabila infrastruktur irigasi berfungsi optimal, produktivitas sawah di Tolitoli akan meningkat signifikan. Kondisi tersebut diyakini mampu memperkuat posisi Tolitoli sebagai salah satu sentra produksi padi di Sulawesi Tengah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar daerah.
Komitmen Pemkab Tolitoli ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi beras secara berkelanjutan.


