Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menjemput Masa Depan Pertanian Sulteng: Belajar dari Revolusi Jamur Sichuan China

| 08:04 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-24T01:04:36Z

 


  • Gubernur H Anwar Hafid saat meninjau langsung pusat teknologi budidaya jamur di Sichuan Cina Kamis (23/7/2026).(Ist)

ALASANNEWS, SICHUAN – Kemajuan sektor pertanian di Provinsi Sichuan, Tiongkok, menjadi bukti bahwa masa depan pertanian dunia tidak lagi hanya bergantung pada kesuburan tanah dan iklim yang mendukung. Inovasi teknologi, riset, serta pengelolaan yang modern telah mengubah komoditas sederhana seperti jamur menjadi industri bernilai tinggi yang mampu menembus pasar internasional.


Pelajaran berharga inilah yang akan dibawa Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sichuan China Kamis (23/7/2026). 


Dalam kunjungannya, Anwar Hafid menyaksikan secara langsung bagaimana teknologi budidaya jamur diterapkan secara presisi, mulai dari pengaturan suhu, kelembapan, hingga sistem pencahayaan buatan yang mampu menghasilkan produk berkualitas premium.


Salah satu teknologi yang menarik perhatian adalah penggunaan pencahayaan spektrum biru. Teknologi ini dirancang untuk meniru kondisi cahaya alami di bawah tegakan pepohonan, habitat alami tempat berbagai jenis jamur tumbuh liar. Melalui rekayasa lingkungan tersebut, pertumbuhan jamur menjadi lebih optimal, seragam, dan menghasilkan kualitas yang memenuhi standar ekspor.


"Sichuan membuktikan bahwa pertanian tidak lagi sekadar urusan mencangkul tanah, melainkan tentang presisi sains. Skala produksi mereka kini sangat besar, dengan mayoritas produk berhasil menembus pasar ekspor global." kata Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, kepada Alasannews Jumat (24/7/2026) lewat WhatsApp


Menurutnya, keberhasilan Sichuan menunjukkan bahwa inovasi dan penguasaan teknologi merupakan fondasi utama dalam membangun sektor pertanian yang modern, produktif, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat internasional.


Inspirasi Besar bagi Sulawesi Tengah


Bagi Anwar Hafid, keberhasilan Sichuan bukan sekadar kisah sukses dari luar negeri, melainkan referensi nyata yang dapat diterapkan di Sulawesi Tengah.


Ia menilai Sulteng memiliki modal yang tidak kalah besar untuk mengembangkan industri jamur modern. Kondisi geografis yang luas, sumber daya alam yang melimpah, serta ketersediaan limbah pertanian dan perkebunan menjadi keunggulan yang belum dimanfaatkan secara optimal.


"Keberhasilan Sichuan bukan sekadar cerita sukses dari negeri seberang, melainkan motivasi kuat. Sulawesi Tengah harus bergerak cepat mendorong modernisasi pertanian dan mengembangkan komoditas baru yang bernilai ekonomi tinggi," ujar Anwar Hafid.


Ia menyebut jamur sebagai salah satu komoditas yang memiliki prospek cerah. Selain permintaan pasar yang terus meningkat, budidaya jamur juga relatif efisien karena tidak membutuhkan lahan luas sebagaimana komoditas perkebunan lainnya.


Berbagai limbah pertanian di Sulawesi Tengah seperti serbuk gergaji, sekam padi, tongkol jagung, hingga janjang kosong kelapa sawit dapat diolah menjadi media tanam atau baglog berkualitas. Dengan demikian, limbah yang sebelumnya kurang bernilai dapat diubah menjadi sumber ekonomi baru.


Potensi Besar Bernilai Miliaran Rupiah


Pengembangan industri jamur tidak hanya berhenti pada tahap budidaya. Rantai bisnisnya sangat panjang, mulai dari penyediaan bibit, produksi baglog, budidaya, pengemasan, hingga industri pengolahan pangan.


Produk jamur dapat diolah menjadi berbagai makanan bernilai tambah seperti keripik jamur, abon jamur, bakso jamur, nugget, tepung jamur, hingga bumbu penyedap alami yang memiliki pangsa pasar luas.


Melalui pendekatan hilirisasi tersebut, nilai ekonomi yang dihasilkan jauh lebih besar dibandingkan hanya menjual jamur segar.


Lebih jauh lagi, pengembangan industri jamur dapat menjadi solusi diversifikasi ekonomi daerah yang selama ini masih bergantung pada sektor pertambangan dan perkebunan.


Menciptakan Lapangan Kerja Baru


Apabila budidaya jamur modern dikembangkan secara serius di Sulawesi Tengah, dampak ekonominya diperkirakan akan sangat luas.


Industri ini mampu menciptakan lapangan kerja baru mulai dari produksi media tanam, pembibitan, budidaya, distribusi, hingga pengolahan hasil panen.


Tidak hanya perusahaan besar, usaha ini juga sangat cocok dikembangkan oleh kelompok tani, koperasi, UMKM, bahkan rumah tangga karena kebutuhan lahannya relatif kecil dengan siklus panen yang cepat.


Kondisi tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh sumber pendapatan tambahan yang berkelanjutan.


Menggerakkan Ekonomi Desa


Budidaya jamur juga memiliki keunggulan karena dapat dikembangkan di berbagai wilayah pedesaan.


Dengan dukungan teknologi sederhana hingga modern, desa-desa di Sulawesi Tengah berpeluang menjadi sentra produksi jamur yang mampu memasok kebutuhan pasar regional maupun nasional.


Jika dibangun secara terintegrasi, industri ini akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah.


Pendapatan petani meningkat, UMKM tumbuh, industri pengolahan berkembang, dan pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Kolaborasi Menjadi Kunci


Menurut Anwar Hafid, transformasi pertanian tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah sendiri.


Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, lembaga keuangan, dan para petani agar transfer teknologi dapat berjalan efektif.


Perguruan tinggi di Sulawesi Tengah diharapkan menjadi pusat riset dan inovasi, sementara pemerintah memfasilitasi pelatihan, akses permodalan, serta pembukaan pasar bagi hasil produksi masyarakat.


Dengan kolaborasi tersebut, modernisasi pertanian bukan lagi menjadi wacana, melainkan gerakan nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.


Menyongsong Pertanian Masa Depan


Kunjungan Gubernur Anwar Hafid ke Sichuan menjadi pengingat bahwa pertanian masa depan adalah perpaduan antara ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan keberanian melakukan perubahan.


Sulawesi Tengah memiliki seluruh modal dasar untuk mengikuti jejak keberhasilan tersebut. Kekayaan sumber daya alam, luasnya lahan produktif, serta semangat masyarakat menjadi fondasi yang kuat untuk membangun sektor pertanian modern yang berdaya saing global.


Kini tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi itu diolah melalui kebijakan yang tepat, investasi teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.


Sebab, seperti yang ditunjukkan Sichuan, keberhasilan pertanian bukan lagi ditentukan oleh luas lahan semata, melainkan oleh kemampuan menghadirkan inovasi yang mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi dan bernilai ekonomi besar.


Dengan semangat perubahan itu, Sulawesi Tengah memiliki peluang besar untuk melahirkan sentra industri jamur modern yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor. Dari bumi Tadulako, harapan baru pertanian berbasis teknologi dapat tumbuh, membawa kesejahteraan bagi petani, menggerakkan ekonomi daerah, dan menjadi tonggak baru transformasi pertanian Sulawesi Tengah.elle


×
Berita Terbaru Update