Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dua Tahun Menata Pembangunan Sigi: Kepemimpinan Visioner Rizal Intjenae Merawat Persatuan, Menjaga Stabilitas, Membangun Kepercayaan

| 19:34 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-02T12:34:08Z

 


Oleh: Elkana Lengkong

Redaktur Eksekutif ALASANNEWS


ALASANNEWS, SIGI – Mentari pagi perlahan menyinari hamparan sawah di kaki Pegunungan Gawalise. Kabut tipis yang menggantung di lereng pegunungan perlahan menghilang, berganti dengan aktivitas para petani yang mulai mengolah lahan. 


Sungai Palu mengalir tenang membelah wilayah Kabupaten Sigi, menjadi saksi perjalanan sebuah daerah yang terus bangkit setelah melewati berbagai ujian berat, mulai dari bencana alam hingga tantangan pembangunan.


Di tengah perjalanan itu, Kabupaten Sigi kini memasuki babak baru. Dua tahun sejak dipimpin Bupati Mohamad Rizal Intjenae bersama Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi, menata arah pembangunan daerah mulai memperlihatkan wajah yang semakin jelas. 


Pemerintahan berjalan stabil, roda birokrasi tetap bergerak, sementara sejumlah capaian mulai bermunculan sebagai indikator bahwa pembangunan tidak sekadar menjadi slogan.


Berbeda dengan sebagian pemimpin yang memilih membangun popularitas melalui polemik, Rizal Intjenae justru mengambil jalan yang lebih tenang. Ia lebih sering terlihat membangun komunikasi, membuka ruang dialog, dan menjaga harmoni politik sebagai fondasi utama pembangunan.


Bagi Rizal, stabilitas bukan sekadar kondisi yang diharapkan, tetapi menjadi modal utama untuk mempercepat pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Politik yang Menyejukkan


Pergantian kepemimpinan di banyak daerah tidak jarang meninggalkan luka politik yang berkepanjangan. Perbedaan pilihan dalam kontestasi kepala daerah kerap berkembang menjadi rivalitas yang menghambat pembangunan.


Namun, situasi berbeda berusaha dibangun di Kabupaten Sigi.


Dinamika politik memang sempat menghangat setelah pidato Rizal Intjenae pada pelantikan pengurus KONI Kabupaten Sigi memunculkan keberatan dari mantan Bupati Sigi dua periode, Mohamad Irwan Lapatta. Polemik tersebut kemudian berujung pada proses hukum atas dugaan pencemaran nama baik.


Meski demikian, kedua tokoh akhirnya dipertemukan dalam suasana kekeluargaan atas prakarsa Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, di sela peresmian Masjid Kartini Al-Husein di Desa Kalora, Kecamatan Kinovaro, Senin (27/7/2026).


Pertemuan berlangsung hangat. Tanpa ketegangan, keduanya saling berjabat tangan, bermaafan, dan menyampaikan komitmen untuk menjaga persatuan masyarakat Kabupaten Sigi. Bagi Irwan Lapatta, silaturahmi merupakan nilai yang harus dijaga meskipun proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan.


"Saya hadir karena memenuhi undangan keluarga besar Muhammad Akbar. Saya sangat mengapresiasi beliau. Masih muda, tetapi memiliki visi yang baik, mampu menjaga tutur kata, dan membuktikan niat baiknya melalui tindakan. Apa yang dilakukan beliau murni untuk mempererat silaturahmi dan mendamaikan suasana," ujar Irwan.


Sementara itu, Rizal Intjenae menegaskan bahwa seorang pemimpin harus mampu menempatkan nilai kekeluargaan dan penghormatan terhadap hukum secara seimbang.

Begitupun sebagai orang beragama keutamaan spiritual bahwa memaafkan dan berdamai secara ikhlas lahir batin memiliki pahala besar di sisi-Nya.


"Saya sebagai pemimpin dan sebagai orang beragama saya harus menghormati ketika diminta bertemu Pak Irwan untuk saling memaafkan. Namun, saya juga menghormati proses hukum sebagai warga negara dan saya siap menghadapinya," tegas Rizal.


Sikap tersebut memperlihatkan kedewasaan politik yang semakin jarang ditemukan dalam dinamika demokrasi lokal. Perbedaan pandangan tidak harus berujung pada permusuhan, sementara penghormatan terhadap proses hukum tetap dijaga.


Tumbuh dari Pengalaman Panjang


Mohamad Rizal Intjenae bukan figur yang muncul secara tiba-tiba dalam panggung politik Kabupaten Sigi.


Lahir di Palu pada 21 April 1964, ia menempuh perjalanan panjang melalui organisasi kemasyarakatan, dunia politik, hingga pemerintahan.


Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Administrasi Negara pada 1995 dan meraih gelar Magister Administrasi Publik Universitas Tadulako pada 2012.


Karier politiknya dimulai sebagai anggota DPRD Kabupaten Sigi periode 2009–2014 sebelum dipercaya menjadi Ketua DPRD selama dua periode berturut-turut, yakni 2014–2019 dan 2019–2024.


Pengalaman legislatif tersebut membentuk pemahaman yang kuat mengenai tata kelola pemerintahan, penganggaran daerah, hingga penyusunan kebijakan publik.


Di luar pemerintahan, Rizal juga aktif dalam berbagai organisasi, antara lain sebagai Mustasyar PCNU Kabupaten Sigi, mantan Ketua GP Ansor Kota Palu, kader Pemuda Pancasila, serta pengurus KNPI Sulawesi Tengah.


Jejak organisasi itu membuatnya terbiasa mendengar berbagai aspirasi masyarakat sebelum mengambil keputusan.


Prestasi yang Dibangun Melalui Kerja


Dua tahun kepemimpinannya mulai menghadirkan hasil yang dapat diukur.

Salah satu pencapaian paling menonjol adalah keberhasilan Kabupaten Sigi meraih penghargaan sebagai Terbaik I Pengendalian Inflasi Tingkat Kabupaten Regional Sulawesi Tahun 2026.


Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan disertai insentif fiskal sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat.


Prestasi itu lahir melalui berbagai langkah nyata, antara lain memperkuat produksi pangan lokal, menjaga kelancaran distribusi bahan pokok hingga ke pelosok desa, serta menggelar operasi pasar secara berkala guna mengendalikan harga kebutuhan masyarakat.


Bagi Rizal, penghargaan bukanlah tujuan akhir.


Ia menegaskan bahwa insentif fiskal yang diterima akan kembali dimanfaatkan untuk memperkuat program-program pelayanan publik dan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


Melanjutkan, Bukan Menghapus


Salah satu karakter kepemimpinan Rizal Intjenae adalah menghargai keberlanjutan pembangunan.


Dalam berbagai kesempatan, ia menyampaikan penghormatan kepada para pemimpin terdahulu, termasuk almarhum Aswadin Randalembah dan mantan Bupati Mohamad Irwan Lapatta yang telah meletakkan fondasi pembangunan Kabupaten Sigi.


Menurutnya, pergantian kepemimpinan tidak boleh menghapus capaian yang telah dibangun sebelumnya.


Pembangunan merupakan estafet yang harus diteruskan, disempurnakan, dan diperkuat demi kepentingan masyarakat.


Karena itu, pemerintahannya memfokuskan arah pembangunan pada empat prioritas utama, yakni meningkatkan kualitas birokrasi yang profesional dan melayani, memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.


Menatap Masa Depan


Kabupaten Sigi memiliki modal besar untuk berkembang. Potensi pertanian, perkebunan, pariwisata, serta sumber daya manusia menjadi kekuatan utama yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Namun, tantangan ke depan juga tidak ringan.


Perubahan iklim, kebutuhan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga dinamika ekonomi global menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab dengan kebijakan yang adaptif.


Dua tahun pertama kepemimpinan Rizal Intjenae menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kemampuan menjaga stabilitas politik, membangun kepercayaan publik (public trust), dan menciptakan pemerintahan yang bekerja secara konsisten.


Di tengah era ketika citra politik sering kali lebih menonjol dibandingkan substansi, Rizal memilih membangun legitimasi melalui kerja nyata.


Perjalanan kepemimpinannya memang masih panjang. Harapan masyarakat terhadap pembangunan Kabupaten Sigi pun terus bertambah. Namun, dua tahun pertama telah menjadi fondasi penting bagi arah pembangunan yang lebih berkelanjutan.


Pada akhirnya, sejarah tidak hanya mencatat seberapa sering seorang pemimpin tampil di ruang publik. Sejarah lebih mengingat pemimpin yang mampu menghadirkan ketenangan, menjaga persatuan, serta meninggalkan warisan pembangunan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Di Kabupaten Sigi, Mohamad Rizal Intjenae tengah menapaki jalan itu—merajut persatuan, menjaga stabilitas, dan membangun masa depan melalui kerja yang tenang namun nyata.

×
Berita Terbaru Update