Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gubernur Anwar Hafid Nilai Usulan Anggaran FORNAS Rp40 Miliar Berlebihan, Sesalkan Pembatalan Sepihak oleh KORMI

| 17:38 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-01T10:38:19Z

 


  • Gubernur H Anwar Hafid 

ALASANNEWS, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menilai usulan anggaran sebesar Rp40 miliar untuk penyelenggaraan Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) IX Tahun 2027 di Sulawesi Tengah terlalu besar, terutama di tengah kebijakan efisiensi belanja yang sedang diterapkan pemerintah.


Meski demikian, Anwar menegaskan besaran anggaran semestinya tidak menjadi alasan bagi Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional untuk membatalkan status Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah secara sepihak. Menurutnya, persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan melalui koordinasi dan komunikasi yang baik antara KORMI Nasional, KORMI Sulawesi Tengah, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.


"Harusnya dilakukan koordinasi, jangan langsung diputuskan sepihak. Kalau yang dipermasalahkan soal anggaran, usulan KORMI Sulawesi Tengah sebesar Rp40 miliar itu memang sangat berlebihan," kata Anwar Hafid kepada ALASANNEWS melalui pesan WhatsApp, Sabtu (1/8/2026).


Ia membandingkan dengan penyelenggaraan FORNAS VIII di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2025 yang menurutnya hanya menghabiskan anggaran sekitar Rp23 miliar.


"Sebagai perbandingan, penyelenggaraan FORNAS VIII di Nusa Tenggara Barat tahun 2025 hanya menghabiskan anggaran sekitar Rp23 miliar," ujarnya.


Anwar menilai pembahasan mengenai kebutuhan anggaran seharusnya dilakukan secara bersama sehingga diperoleh angka yang realistis dan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Dengan komunikasi yang baik, kata dia, berbagai kendala dalam persiapan penyelenggaraan dapat dicari jalan keluarnya tanpa harus mengambil keputusan yang merugikan daerah.


Selain mempersoalkan besaran anggaran, Gubernur juga menyayangkan keputusan KORMI Nasional yang membatalkan penetapan Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah FORNAS IX Tahun 2027 tanpa lebih dahulu berkomunikasi dengan pemerintah provinsi.


Menurutnya, langkah tersebut tidak mencerminkan tata kelola organisasi yang baik. Padahal, saat Sulawesi Tengah ditetapkan sebagai tuan rumah pada penutupan FORNAS VIII di Nusa Tenggara Barat tahun 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah diminta menyampaikan surat resmi kesediaan menjadi tuan rumah.


"Keputusan ini sepihak dan tidak beretika sebagai sebuah organisasi besar. Saat penetapan sebagai tuan rumah, mereka meminta surat pernyataan resmi kesediaan dari kami. Namun ketika membatalkannya, tidak ada komunikasi sama sekali. Ini sangat tidak jelas," tegasnya.


Anwar juga mengaku heran karena surat yang dijadikan dasar evaluasi oleh KORMI Nasional berasal dari KORMI Sulawesi Tengah, namun tidak pernah dikoordinasikan ataupun disampaikan kepadanya sebagai kepala daerah.


"Karena itu, kami menilai keputusan pembatalan ini diambil secara sepihak dan tidak melalui mekanisme komunikasi yang semestinya," katanya.


Ia berharap persoalan tersebut masih dapat diselesaikan melalui dialog yang terbuka sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi Sulawesi Tengah yang telah menyatakan komitmen dan mulai melakukan berbagai persiapan sebagai calon tuan rumah ajang olahraga rekreasi masyarakat terbesar di Indonesia itu.


Menurut Anwar, koordinasi antara organisasi penyelenggara dengan pemerintah daerah merupakan faktor penting dalam penyelenggaraan kegiatan berskala nasional, mulai dari penyusunan anggaran, kesiapan infrastruktur, pelayanan peserta, hingga dukungan masyarakat.


Usulan Anggaran Rp40 Miliar


Di sisi lain, Ketua KORMI Sulawesi Tengah, Syaifullah Djafar, menjelaskan kebutuhan anggaran sekitar Rp40 miliar diajukan untuk mendukung dua komponen utama, yakni penyelenggaraan FORNAS IX sebagai tuan rumah dan pembiayaan kontingen Sulawesi Tengah sebagai peserta.


"Kita juga bukan hanya penyelenggara. Sulawesi Tengah tetap menjadi peserta dan menyiapkan kontingen," ujar Syaifullah dalam rapat bersama Induk Organisasi Olahraga (Inorga), Jumat (31/7/2026).


Menurutnya, usulan anggaran tersebut telah dipaparkan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Tengah sebelum disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.


Namun, hingga laporan terakhir yang dikirim kepada KORMI Nasional pada 20 Juli 2026, pihaknya belum memperoleh kepastian mengenai dukungan anggaran tersebut. Kondisi itulah yang kemudian menjadi salah satu pertimbangan dalam evaluasi kesiapan Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah FORNAS IX Tahun 2027.

×
Berita Terbaru Update