Alasannews.com | PONTIANAK – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Pemuda Melayu (LPM) Komando Inti Laskar Lapangan (KILL) Provinsi Kalimantan Barat menggelar rapat internal perdana kepengurusan periode 2026–2031 sebagai langkah awal memperkuat konsolidasi organisasi serta menyusun arah kebijakan kelembagaan ke depan.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (2/8/2026) di Cafe Teras Biru Putih, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Pontianak Tenggara, tersebut dipimpin langsung oleh Komandan KILL, Afriansyah, S.H., dan dihadiri seluruh jajaran pengurus Komando Inti Laskar Lapangan.
Rapat tidak hanya menjadi forum silaturahmi antar-pengurus baru, tetapi juga membahas secara komprehensif berbagai aspek keorganisasian, mulai dari penguatan struktur, pembinaan kader, tata kelola organisasi, mekanisme koordinasi, hingga penyusunan agenda kerja jangka pendek maupun jangka panjang.
Dalam keterangannya kepada awak media melalui pesan WhatsApp, Afriansyah menegaskan bahwa kaderisasi merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang kuat, profesional, dan berkelanjutan.
Menurutnya, setiap anggota baru wajib memahami secara menyeluruh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), nilai-nilai organisasi, etika berorganisasi, serta tanggung jawab yang melekat pada setiap kader LPM KILL.
"Kader baru harus memahami secara detail seluruh aturan organisasi. Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat menjalankan tugas secara bertanggung jawab serta menjaga kehormatan organisasi," ujar Apriansyah.
Selain menitikberatkan pada kaderisasi, Afriansyah juga mengingatkan seluruh pengurus agar senantiasa menjaga kekompakan, solidaritas, dan komunikasi yang efektif dalam menjalankan roda organisasi.
Ia menilai koordinasi yang baik menjadi faktor penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan, baik yang berkaitan dengan aktivitas organisasi maupun dinamika yang dihadapi anggota dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami ingin seluruh jajaran pengurus tetap kompak, solid, serta selalu mengedepankan koordinasi dalam setiap persoalan. Kebersamaan menjadi modal utama untuk membangun organisasi yang semakin kuat," katanya.
Dalam forum tersebut juga disepakati perubahan mekanisme pertemuan rutin organisasi. Jika sebelumnya rapat internal dilaksanakan setiap bulan, ke depan rapat akan dijadwalkan setiap tiga bulan sekali dengan agenda evaluasi, pembinaan, serta penyusunan program kerja yang lebih terarah dan efektif.
Afriansyah menegaskan bahwa perubahan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pembahasan setiap agenda organisasi tanpa mengurangi intensitas komunikasi antar-pengurus.
Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh anggota agar senantiasa menjaga nama baik organisasi, menjunjung tinggi adab, etika, serta marwah organisasi Melayu dalam setiap aktivitas yang dilakukan.
"Kami berharap seluruh jajaran DPP LPM KILL Provinsi Kalimantan Barat terus menjaga nama baik organisasi, menjaga adab, serta mempertahankan marwah organisasi Melayu dalam setiap tindakan dan pengabdian kepada masyarakat," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Afriansyah juga memaparkan sejarah terbentuknya Komando Inti Laskar Lapangan (KILL). Menurutnya, KILL lahir melalui perjalanan organisasi yang panjang dan memiliki nilai historis yang kuat dalam tubuh Laskar Pemuda Melayu.
Ia menjelaskan bahwa pada masa kepemimpinan Almarhum Datok Iskandar, S.H./Ismaelak selaku Panglima Besar LPM Provinsi Kalimantan Barat, KILL dibentuk sebagai unsur terdepan organisasi yang memiliki tugas khusus dalam mendukung berbagai kegiatan dan pengamanan di lapangan.
"KILL sejak awal merupakan salah satu pasukan elit yang berada di garis depan dalam menjalankan tugas organisasi di lapangan. Ruang lingkup tugasnya mencakup seluruh wilayah Kalimantan Barat sehingga tanggung jawab yang diemban sangat besar. Karena itu KILL dapat dikatakan sebagai pasukan khusus dalam tubuh LPM," jelasnya.
Melalui rapat internal perdana kepengurusan periode 2026–2031 ini, DPP LPM KILL Kalimantan Barat berharap seluruh jajaran pengurus mampu memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme organisasi, serta menjaga eksistensi LPM KILL sebagai organisasi yang menjunjung tinggi persatuan, disiplin, loyalitas, dan pengabdian kepada masyarakat dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai budaya Melayu serta ketentuan organisasi yang berlaku.
Sumber/ Komandan kill.
Red/gun*




