- Paket proyek preservasi jalan Tolai Sausu saat ini progres rencana : 60,88% realisasi : 63,22%.(Ist).
ALASANNEWS, PARIMO — Paket proyek Preservasi Jalan Trans Sulawesi pada ruas Tolai–Sausu di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menunjukkan perkembangan positif.
Proyek strategis nasional yang didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ini mencatatkan realisasi fisik sebesar 63,22 persen, melampaui dari target rencana awal yang ditetapkan sebesar 60,88 persen.
Proyek infrastruktur bernilai investasi total Rp 112.698.672.374,59 untuk Tahun Anggaran 2025/2026 ini digarap oleh kontraktor penyedia PT Bina Kaili yang bersinergi dalam bentuk Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Putra Nagroe Aceh.
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Bambang Razak, ST, MT, menyatakan bahwa secara umum pelaksanaan pekerjaan di lapangan berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Hambatan yang muncul saat ini lebih berkaitan dengan faktor eksternal, yaitu terjadinya kenaikan harga aspal di pasar.
"Secara teknis tidak terjadi kendala yang signifikan. Saat ini tantangannya adanya kenaikan harga aspal. Terkait hal itu, kami sudah mengusulkan penyesuaian harga aspal ke Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta," ujar Bambang Razak kepada Alasannews, Kamis (13/8/2026).
Bambang menambahkan, di luar kendala harga logistik tersebut, akselerasi pekerjaan fisik di lapangan sangat memuaskan karena mampu berada di atas target perencanaan. Ia pun mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat agar proyek vital ini dapat rampung tepat waktu pada akhir Desember 2026 mendatang.
Senada dengan hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sulawesi Tengah, LM Hidayat, ST, MT, mengapresiasi ritme kerja kontraktor yang dinilai maksimal dan terorganisir dengan baik. Menurutnya, capaian impresif ini membuktikan kapabilitas dan kualitas kontraktor daerah dalam menyelesaikan proyek infrastruktur skala besar.
"Saat ini tahapan proses pekerjaan telah mencapai realisasi 63,22 persen dari rencana 60,88 persen. Kami sudah melakukan proses pengaspalan di area pelebaran jalan," jelas LM Hidayat.
Meskipun dihadapkan pada tantangan kenaikan harga aspal serta fluktuasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM), pihak penyedia jasa tetap berkomitmen menyelesaikan proyek sesuai target.
LM Hidayat menegaskan bahwa seluruh proses pengawasan di lapangan tetap diperketat agar seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku.
Alokasi anggaran besar dari dana SBSN ini ditujukan untuk mengembalikan serta meningkatkan fungsi ruas jalan Tolai–Sausu sebagai jalur logistik ekonomi utama di Trans Sulawesi.
Dengan percepatan ini, jalan tersebut diharapkan memiliki tingkat kerusakan (backlog) yang minim dan daya dukung yang optimal saat dioperasikan penuh nanti.


