Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pengamat:Letak Geografis Muara Sungai Kapuas Jadi Penyebab Air PDAM Pontianak Berasa Asin Saat Kemarau

| 22:30 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-24T15:30:41Z

 


Alasannews.com | PONTIANAK – Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik, Dr. Herman Hofi Munawar, SH, menjelaskan penyebab perubahan rasa serta kekeruhan air bersih yang disalurkan PDAM Kota Pontianak selama musim kemarau. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan dampak alamiah dari letak geografis kota yang berada di muara Sungai Kapuas dan tidak dapat dihindari sepenuhnya. Penjelasan itu disampaikan pada Senin (24/8). 

 

Dr. Herman Hofi Munawar menegaskan bahwa kualitas air baku PDAM Pontianak sangat dipengaruhi oleh posisi geografis kota yang berada di wilayah hilir Sungai Kapuas dan berbatasan langsung dengan pesisir laut di Muara Jungkat. Hal ini membuat pasokan air baku sangat bergantung pada dinamika arus sungai serta pasang surut air laut.

 

Ada dua faktor utama yang menyebabkan penurunan kualitas air saat musim kemarau. Pertama, curah hujan di wilayah hulu Sungai Kapuas menurun signifikan, sehingga tekanan dan debit air tawar yang mengalir ke hilir melemah. Kondisi ini membuat dorongan air tawar tidak cukup kuat menahan masuknya air laut saat pasang.

 

"Lemahnya tekanan air tawar dari hulu membuat dorongan pasang air laut masuk melintasi muara dan meresap jauh ke badan Sungai Kapuas. Akibatnya, titik pengambilan air baku (intake) pengolahan air minum terpapar kenaikan kadar garam dan material sedimen muara," ungkap Herman.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Instalasi Pengolahan Air PDAM pada dasarnya dirancang untuk mengolah air tawar permukaan — menyaring kekeruhan dan mensterilkan bakteri — namun secara teknis tidak didesain untuk memisahkan kandungan garam. Oleh karena itu, rasa asin pada air yang disalurkan menjadi hal yang sulit dihindari saat fenomena intrusi air laut mencapai puncaknya.

 

Kondisi ini, menurut Herman, merupakan tantangan alamiah tahunan yang dialami kota-kota pesisir dan muara sungai di seluruh dunia, termasuk Pontianak. Ia berharap masyarakat dapat memahami situasi geografis tersebut. Sementara itu, PDAM Pontianak dan Pemerintah Kota Pontianak terus berupaya mengoptimalkan titik pengambilan air alternatif serta melakukan perbaikan teknis untuk meminimalisasi dampak intrusi air laut selama musim kemarau berlangsung, pungkasnya.


 

Sumber : Dr. Herman Hofi Munawar, SH

Red/gun*

×
Berita Terbaru Update