OGAN ILIR, alasannews.com — TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0402/OKI-OI bergerak cepat memperkuat program TNI Manunggal Air sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus meningkatkan ketahanan lingkungan di wilayah pedesaan.
Langkah tersebut diwujudkan melalui survei dan pemetaan titik sumber air bersih di Desa Palemraya, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (29/8/2026).
Peninjauan medan dipimpin langsung Dandim 0402/OKI-OI Letkol Inf. Gunawan Wibisono, S.H., didampingi Danramil 402-07/Indralaya Lettu Kav Adam, Babinsa Sertu Lilik Suratman, Camat Indralaya Utara Wahyudi, S.Kom., M.Kom., Kepala Desa Palemraya Suhaimi Bahri, perangkat desa, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga.
Kegiatan berlangsung di sekitar depan Kantor Desa Palemraya. Turut hadir Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI yang terdiri atas Kolonel Inf. Hendrik Pahlevi Rangkuti, Kolonel Inf. Agung Wahyu Perkasa, Kolonel Inf. Richard Marihot Butar-butar, dan Kolonel Laut John David Nalasakti.
Kehadiran unsur TNI bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat menunjukkan sinergi dalam mencari solusi konkret terhadap persoalan kebutuhan air bersih sekaligus mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemetaan untuk pembangunan tower air
Dalam survei tersebut, tim gabungan menyisir satu titik yang dinilai strategis untuk dikembangkan sebagai pusat penampungan dan distribusi air bersih bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil asesmen lapangan, lokasi berada di depan Kantor Desa Palemraya. Pengembangan titik tersebut membutuhkan normalisasi sumber air, pembangunan tower atau tandon dengan posisi yang lebih tinggi, serta jaringan pipanisasi menuju kawasan permukiman warga.
Selain itu, diperlukan pembangunan tower air baru dan pemasangan pompa submersible atau pompa sibel guna mendukung proses pengambilan dan penyaluran air.
Penentuan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kondisi darurat, aspek keadilan dalam distribusi, serta kelayakan teknis di lapangan.
Dandim 0402/OKI-OI Letkol Inf. Gunawan Wibisono mengatakan survei tersebut menjadi bagian penting sebelum pembangunan infrastruktur air bersih dilakukan.
“Survei ini merupakan langkah krusial agar pembangunan infrastruktur air bersih, baik berupa tower air maupun jaringan pipanisasi nanti, dapat tepat sasaran dan berdaya guna panjang. Kami ingin memastikan setiap tetes air dari program TNI Manunggal Air ini mengalir langsung ke warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Program tersebut mendapat apresiasi dari Camat Indralaya Utara Wahyudi dan Kepala Desa Palemraya Suhaimi Bahri.
Keduanya menilai kehadiran TNI melalui Kodim 0402/OKI-OI menjadi langkah nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas air bersih yang layak dan berkelanjutan.
Tim Mabes TNI sosialisasikan pencegahan karhutla
Selain melakukan survei sumber air, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memberikan edukasi kepada perwakilan MPA Desa Palemraya mengenai pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Penyuluhan dipimpin Kolonel Inf. Richard Marihot Butar-butar. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga masyarakat desa memiliki peran penting dalam mencegah kebakaran sejak dini.
“Penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, organisasi masyarakat hingga masyarakat di tingkat desa memiliki peran penting dalam mencegah kebakaran sejak dini,” katanya.
Ia juga mengajak organisasi masyarakat dan seluruh elemen warga untuk ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.
“Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat. Kita semua memiliki peran. Karena itu kami mengajak rekan-rekan dari ormas untuk bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat berpotensi menimbulkan kebakaran lebih luas,” ujarnya.
Tandon 5.000 liter untuk air bersih dan antisipasi kebakaran
Sementara itu, Kepala Desa Palemraya Suhaimi Bahri menjelaskan, sumber air dari sumur bor nantinya akan ditampung menggunakan tandon berkapasitas 5.000 liter.
Menurutnya, keberadaan tandon tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai persediaan air ketika terjadi kebakaran di lingkungan permukiman.
“Pertama untuk persiapan bila ada kebakaran di lingkungan rumah warga. Kedua untuk persiapan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Desa Palemraya,” kata Suhaimi saat diwawancarai wartawan.
Melalui program TNI Manunggal Air yang dibarengi dengan penguatan mitigasi karhutla, Kodim 0402/OKI-OI berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi ancaman kebakaran di tengah kondisi musim kering.
Pewarta: Tim Sumsel


