Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anwar Hafid Tegaskan Fokus Berani Sehat dan Berani Cerdas, Pilpres 2029 Biarlah Itu Urusan Masyarakat Nitizen

| 12:07 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-05T05:07:43Z

 


ALASANNEWS, PALU — Nama Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. disebut-sebut bersama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda sebagai dua figur kepala daerah dari kawasan Indonesia Timur yang mulai mendapat perhatian dalam percakapan publik menuju Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2029.


Namun, di tengah munculnya wacana tersebut, Anwar Hafid justru menegaskan dirinya tidak sedang memikirkan kontestasi politik nasional. Ia memilih memusatkan perhatian pada tugas pemerintahan, terutama menjalankan sembilan program Berani yang menjadi agenda utama kepemimpinannya di Sulawesi Tengah.


"Masalah Pilpres 2029 tak pernah teepikirkan, saya folus kerja selesaikan program 9 Berani termaauk Berani Sehat dan Berani Cerdas. Kalau ada maayarakat Nitizen lewat Medsos menyebut nama saya di kontestasi politik nasional, biarlah itu urusan mereka"kata Gubernur Dr H Anwar Hafid M.Si kepada Alasannews Sabtu (5/9/2026)


Dua di antaranya, Berani Sehat dan Berani Cerdas, menjadi program yang belakangan mendapat perhatian masyarakat karena menyentuh kebutuhan dasar warga, khususnya kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.


Menurut Anwar Hafid, kebijakan di bidang kesehatan dan pendidikan tidak dirancang sekadar untuk membangun citra pemerintahan. Kedua sektor tersebut merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus dipenuhi negara melalui pemerintah.


Ia mengatakan, penyusunan Berani Sehat dan Berani Cerdas juga tidak terlepas dari pengamatan terhadap kondisi sosial masyarakat. Bahkan, pendekatan serupa telah diterapkannya ketika menjabat Bupati Morowali selama dua periode.


Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar bagi Anwar untuk membawa orientasi kebijakan pelayanan dasar ke tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.


Tak Memikirkan Pilpres 2029


Meski namanya mulai muncul dalam percakapan warganet mengenai figur potensial dari Indonesia Timur, Anwar Hafid mengatakan dirinya tidak pernah berpikir untuk mengejar posisi dalam bursa Pilpres 2029.


Ia juga belum memikirkan agenda politik untuk kembali maju dalam Pilkada Gubernur Sulawesi Tengah 2030.


"Saya saat ini sedang fokus menyelesaikan tugas sembilan program Berani. Termasuk Berani Sehat dan Berani Cerdas. Persoalan untuk melanjutkan Pilkada Gubernur Sulteng 2030 belum terpikirkan. Kita berbuat saja, biar masyarakat yang menilai," ujar Anwar.


Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Anwar ingin menempatkan kinerja pemerintahan sebagai prioritas dibandingkan spekulasi politik yang berkembang di ruang publik.


Sikap itu sekaligus menegaskan bahwa penyebutan namanya dalam wacana Pilpres 2029 belum merupakan keputusan politik ataupun deklarasi pencalonan.


Berani Cerdas Jadi Sorotan


Program Berani Cerdas menjadi salah satu kebijakan Anwar Hafid yang paling banyak mendapat perhatian karena berkaitan dengan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Sulawesi Tengah.


Sebuah penelitian akademik yang diterbitkan pada 2026 bahkan mengkaji Berani Cerdas sebagai inovasi kebijakan pendidikan dan menyoroti bagaimana program tersebut dikomunikasikan serta diterima masyarakat melalui jaringan digital.


Program tersebut diarahkan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada putra-putri daerah melanjutkan pendidikan tinggi sesuai ketentuan yang berlaku.


Bagi masyarakat kurang mampu, akses terhadap perguruan tinggi bukan hanya persoalan akademik, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan ekonomi keluarga. Karena itu, kebijakan yang mengurangi hambatan pembiayaan pendidikan berpotensi memberikan dampak jangka panjang terhadap mobilitas sosial masyarakat.


Sementara itu, Berani Sehat diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.


Kedua program tersebut kemudian menjadi bagian dari percakapan publik karena manfaatnya dinilai bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.


Nama Anwar dan Sherly Viral di Media Sosial


Sebelumnya, nama Anwar Hafid dan Sherly Tjoanda mencuat dalam percakapan media sosial setelah muncul unggahan yang menyoroti sejumlah kepala daerah dari Indonesia Timur.


Nama keduanya kemudian dikaitkan dengan kemungkinan munculnya figur dari luar Pulau Jawa dalam percaturan politik nasional 2029.


Fenomena tersebut menarik perhatian karena selama ini pembicaraan mengenai kandidat presiden dan wakil presiden lebih sering didominasi tokoh-tokoh yang memiliki basis politik kuat di tingkat nasional.


Munculnya kepala daerah dari kawasan Indonesia Timur dalam percakapan tersebut memperlihatkan adanya ruang baru bagi masyarakat untuk memperbincangkan figur berdasarkan pengalaman mereka terhadap kebijakan pemerintah daerah.


Dengan kata lain, popularitas seorang kepala daerah tidak lagi hanya dibentuk melalui pemberitaan media konvensional. Media sosial memungkinkan masyarakat menyampaikan pengalaman, penilaian, kritik, sekaligus apresiasi terhadap kebijakan yang mereka rasakan.


Sherly Tjoanda dengan Program Sosial


Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda juga mendapat sorotan melalui sejumlah program sosial dan pendidikan di daerahnya.


Salah satunya berkaitan dengan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga kurang mampu. Bantuan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat memperbaiki kondisi tempat tinggal melalui pembangunan rumah baru maupun renovasi.


Skema bantuan mencakup pembangunan rumah baru hingga Rp60 juta per unit, renovasi Rp35 juta per unit, serta pembangunan dapur layak sebesar Rp25 juta per unit.


Program tersebut juga menempatkan bantuan perumahan sebagai bagian dari intervensi sosial yang tidak otomatis menghilangkan hak penerima terhadap program bantuan sosial lainnya sesuai ketentuan.


Di bidang pendidikan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga mendorong pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat, antara lain di Halmahera Barat dan Halmahera Selatan.


Kebijakan sosial dan pendidikan tersebut membuat Sherly Tjoanda ikut memperoleh perhatian dalam percakapan mengenai kepala daerah perempuan dari kawasan Indonesia Timur yang dinilai memiliki program bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.


Dari Program Daerah Menjadi Percakapan Nasional


Munculnya nama Anwar Hafid dan Sherly Tjoanda memperlihatkan bahwa kebijakan pemerintah daerah dapat menjadi pintu masuk bagi pembicaraan politik nasional.


Masyarakat tidak hanya menilai kepala daerah dari aktivitas politik, tetapi juga dari pelayanan publik dan program yang mereka rasakan.


Perbincangan serupa sebelumnya berkembang setelah komika Arie Kriting mengajak warganet melalui platform Threads untuk menyebutkan program positif dan kinerja nyata gubernur di berbagai daerah.


Respons warganet kemudian menghasilkan berbagai cerita mengenai kebijakan kepala daerah yang dianggap memberikan manfaat langsung.


Nama Anwar Hafid ikut muncul dalam percakapan tersebut, terutama berkaitan dengan Berani Cerdas dan Berani Sehat.


Fenomena ini memperlihatkan perubahan cara masyarakat memberikan penilaian terhadap pemimpin. Media sosial menjadi ruang terbuka tempat keberhasilan maupun kekurangan kebijakan dapat dibicarakan secara cepat dan luas.


Belum Menjadi Pencalonan


Meski demikian, munculnya nama Anwar Hafid dan Sherly Tjoanda dalam percakapan media sosial belum dapat disamakan dengan pencalonan resmi untuk Pilpres 2029.


Belum ada keputusan politik dari Anwar Hafid mengenai pencalonan tersebut. Bahkan, secara terbuka ia menyatakan fokusnya saat ini adalah menyelesaikan tugas pemerintahan dan menjalankan sembilan program Berani.


Sikap tersebut menunjukkan bahwa wacana politik nasional masih berada di luar agenda utama Anwar.


Ia memilih membiarkan kinerja pemerintahan menjadi ukuran masyarakat.


"Kita berbuat saja, biar masyarakat yang menilai," katanya.


Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa bagi Anwar Hafid, perbincangan mengenai Pilpres 2029 bukan sesuatu yang sedang dikejar.


Fokusnya tetap pada bagaimana program pemerintah dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sulawesi Tengah.


Sementara itu, apakah apresiasi publik terhadap Anwar Hafid dan Sherly Tjoanda nantinya berkembang menjadi kekuatan politik menuju Pilpres 2029, masih sangat bergantung pada dinamika nasional, konfigurasi partai politik, tingkat penerimaan masyarakat, serta keputusan politik masing-masing tokoh.


Untuk saat ini, Anwar memilih bekerja, menyelesaikan program, dan menyerahkan penilaian kepada masyarakat.Versi ini lebih cocok untuk headline portal berita karena menempatkan pernyataan langsung Anwar sebagai fokus utama, sementara wacana Pilpres 2029 ditempatkan sebagai konteks, bukan fakta pencalonan.

×
Berita Terbaru Update