ALASANNEWS, LUWUK – Di tengah ancaman cuaca ekstrem dan kekeringan yang membayangi sejumlah wilayah di Indonesia, sektor pertanian Sulawesi Tengah terus didorong untuk beradaptasi melalui penguatan teknologi dan mekanisasi.
Hal itu terlihat di Kabupaten Banggai. Di tengah tantangan perubahan cuaca, para petani di daerah tersebut mampu melaksanakan panen raya padi. Keberhasilan itu mendapat perhatian langsung dari Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., yang berada di Kabupaten Banggai sejak Selasa (29/9/2026).
Didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, Gubernur menghadiri Rembuk Tani sekaligus Gerakan Percepatan Panen Padi bertajuk “Berani Panen Raya” di Desa Rusa Kencana, Kecamatan Toili Raya.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan demonstrasi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) melalui Brigade Pertanian Berani.
Saat dihubungi Alasannews melalui pesan WhatsApp, Rabu (30/9/2026), Anwar Hafid menegaskan bahwa kunjungannya ke Kabupaten Banggai merupakan bagian dari upaya pemerintah mengawal sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menepis anggapan bahwa kunjungan tersebut berkaitan dengan kepentingan politik.
«“Kehadiran saya di Luwuk Kabupaten Banggai untuk mengikuti Rembuk Tani, panen raya, dan demo alsintan Brigade Pertanian Berani. Mohon maaf, ini bukan urusan politik atau ajang pencitraan. Ini adalah wujud kerja nyata saya dalam menyukseskan program 9 Berani,” ujar Anwar Hafid.»
Hadapi Cuaca Ekstrem dengan Pengelolaan Lahan
Menurut Anwar, kondisi cuaca ekstrem dan kekeringan menjadi salah satu tantangan serius bagi sektor pertanian dan hortikultura di Sulawesi Tengah.
Namun, panen raya di Kabupaten Banggai menunjukkan bahwa tantangan tersebut dapat dihadapi melalui pengelolaan lahan, kerja keras petani, serta dukungan pemerintah.
“Syukur Alhamdulillah, saya bisa hadir langsung di sini. Ini menjadi bukti konkret bahwa meski cuaca ekstrem dan kekeringan melanda beberapa daerah, kerja keras kita di lapangan justru membuat petani di Kabupaten Banggai mampu melangsungkan panen raya,” katanya.
Ketika disinggung mengenai dinamika politik lokal menuju Pilkada Sulteng 2030, mantan Bupati Morowali dua periode itu memilih untuk menempatkan persoalan tersebut di luar agenda kerjanya saat ini.
Menurut Anwar, pemerintah masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama dalam menjalankan berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Berbicara soal Pilkada Sulteng 2030 itu masih terlalu pagi. Lebih baik kita fokus bekerja. Biarlah masyarakat sebagai pemberi amanah yang menilai, apakah program yang kita jalankan sudah menjawab kebutuhan mereka atau belum,” ujarnya.
Modernisasi untuk Menarik Minat Generasi Muda
Selain mengejar peningkatan produksi, Anwar Hafid mendorong perubahan wajah sektor pertanian agar lebih menarik bagi generasi muda.
Pertanian, kata dia, tidak boleh lagi dipandang sebagai sektor tradisional yang identik dengan pekerjaan berat dan penggunaan peralatan konvensional.
Karena itu, pemerintah mendorong modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi. Brigade Pertanian menjadi salah satu instrumen untuk memperkenalkan berbagai peralatan modern, mulai dari traktor roda dua dan roda empat, mesin pemanen atau combine harvester, hingga teknologi drone untuk pemupukan dan penyemprotan tanaman.
“Jika sektor pertanian sudah mengadopsi teknologi digital dan mekanisasi canggih, anak-anak muda pasti akan tertarik. Inilah yang kita harapkan dari ekosistem petani milenial,” papar Anwar di hadapan kelompok tani Desa Rusa Kencana.
Untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan alsintan, Pemprov Sulteng juga mengubah pola pengelolaan bantuan. Jika sebelumnya bantuan diberikan dalam bentuk hibah, kini pemerintah menerapkan sistem pinjam-pakai melalui Brigade Pertanian.
Skema tersebut dinilai lebih memungkinkan pemerintah melakukan pemeliharaan dan perbaikan terhadap alat yang mengalami kerusakan melalui dukungan APBD.
“Mekanismenya bukan lagi hibah, melainkan pinjam-pakai melalui Brigade Pertanian. Dengan sistem ini, saat alat mengalami kerusakan, pemerintah bisa langsung memperbaikinya menggunakan anggaran APBD,” jelasnya.
Pertanian Harus Terintegrasi dari Hulu hingga Hilir
Anwar menegaskan, modernisasi alsintan hanyalah salah satu bagian dari upaya membangun sektor pertanian yang berkelanjutan.
Menurutnya, agar pertanian mampu menjadi sektor yang menjanjikan bagi generasi muda, berbagai kebutuhan petani harus diperkuat secara menyeluruh. Mulai dari ketersediaan bibit unggul, pasokan pupuk, pengelolaan produksi, hingga kepastian harga gabah di tingkat petani.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, S.P., M.M.
Menurut Amirudin, keberadaan Brigade Pertanian memberikan kemudahan bagi petani untuk mendapatkan akses terhadap alsintan tanpa harus membeli peralatan pertanian yang membutuhkan biaya besar.
“Keberadaan Brigade Pertanian ini sangat memudahkan petani untuk memperoleh akses terhadap alsintan tanpa harus terbebani untuk memiliki peralatan mahal tersebut secara pribadi,” ujar Amirudin.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga menyerahkan bantuan alsintan berupa combine harvester serta bibit padi unggul secara gratis kepada kelompok tani.
Rembuk Tani Jadi Ruang Mendengar Aspirasi Petani
Kunjungan Gubernur Anwar Hafid ke Kabupaten Banggai tidak hanya diisi dengan kegiatan panen raya dan demonstrasi alsintan.
Melalui Rembuk Tani, pemerintah membuka ruang dialog langsung dengan para petani untuk mendengar berbagai kebutuhan, persoalan, serta kondisi yang mereka hadapi di lapangan.
Forum tersebut menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan petani, sekaligus memastikan kebijakan yang dirancang dapat menjawab persoalan di tingkat lapangan.
Dengan potensi lahan pertanian yang luas, Anwar optimistis Sulawesi Tengah dapat terus memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional.
Bumi Tadulako, menurutnya, tidak hanya memiliki peluang menjadi salah satu daerah penyangga pangan nasional, tetapi juga berpotensi melahirkan generasi petani baru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Melalui modernisasi pertanian, penguatan Brigade Pertanian, serta dukungan dari hulu hingga hilir, pemerintah berharap sektor pertanian semakin produktif, efisien, dan menarik bagi generasi muda.
Dengan demikian, pertanian tidak sekadar menjadi mata pencaharian, tetapi dapat berkembang menjadi sektor usaha modern yang memberikan ruang bagi petani milenial dan Gen Z untuk membangun masa depan di daerahnya sendiri.


