Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Vihara Karuna Dipa Akhirnya Diresmikan, Wagub Reny: “Semoga Jadi Sumber Kedamaian”

| 14:08 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-16T07:08:18Z

 


Palu, ALASANnews.com,--Setelah lebih dari tiga dekade perjalanan panjang, Vihara Karuna Dipa Palu akhirnya diresmikan pada Minggu (16/11). Momen bersejarah ini disambut hangat oleh umat Buddha dan masyarakat luas, karena bangunan suci yang lama dinantikan itu kini resmi berdiri megah di Kota Palu.

Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, bersama unsur forkopimda, pejabat daerah, FKUB, serta para pemuka agama Buddha. Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti seluruh rangkaian acara sejak awal.

Dalam sambutannya, Wagub Reny menyampaikan salam hormat dari Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si kepada seluruh pihak yang telah menjaga semangat pembangunan vihara. Ia menegaskan bahwa hadirnya Vihara Karuna Dipa bukan hanya menambah tempat ibadah, tetapi juga simbol kerukunan di Sulawesi Tengah.

“Marilah kita berdoa semoga vihara ini menjadi tempat suci yang membawa damai bagi umat Buddha dan masyarakat Sulawesi Tengah,” ujar Reny penuh harap. Ia menekankan pentingnya rumah ibadah sebagai ruang pemersatu dan penjaga harmoni.

Sementara itu, Ketua Yayasan Karuna Dipa, Wijaya Chandra, membeberkan perjalanan panjang pembangunan vihara yang dimulai sejak peletakan batu pertama pada tahun 1995. Saat itu, dua tokoh penting turut menandai sejarah penting tersebut: Gubernur Sulteng Aziz Lamadjido dan Robby Chandra, ayah dari Wijaya.

Menurutnya, lamanya proses pembangunan tidak terlepas dari strategi yayasan yang lebih dulu memprioritaskan pendidikan umat. Pengembangan Sekolah Karuna Dipa menjadi fokus utama sebelum menyempurnakan pembangunan vihara yang kini berdiri anggun.

“Umat kita akan kuat kalau terdidik, maka pengembangan fokus dulu ke sekolah baru vihara,” jelas Wijaya. Ia menyebut pembangunan bertahap ini menjadi ciri khas perjalanan Karuna Dipa sejak awal.

Dukungan dan apresiasi juga datang dari Sanghanayaka Sangha Theravada Indonesia, Bhante Sri Sbhapanno, Mahathera. Ia menilai pendekatan yang dipilih yayasan—memajukan pendidikan terlebih dahulu—menjadi keistimewaan tersendiri bagi Palu.

“Keistimewaan Palu ini, setelah sekolahnya maju baru vihara yang dibangun,” pujinya. Ia berharap kehadiran Vihara Karuna Dipa bisa memberikan sumbangsih positif bagi masyarakat Sulawesi Tengah maupun Indonesia.

Vihara Karuna Dipa kini berdiri megah di atas lahan lebih dari 3.000 meter persegi. Kompleks ini dilengkapi beragam fasilitas, mulai dari gedung utama untuk ritual keagamaan, ruang pendidikan agama, tempat tinggal biksu, aula serbaguna, hingga kantor, dapur, serta bangunan edukatif berupa candi dan stupa.

Dengan rampungnya pembangunan ini, masyarakat berharap Vihara Karuna Dipa dapat menjadi ruang pembinaan spiritual, pusat edukasi, sekaligus simbol kuat kerukunan antarumat beragama di Bumi Tadulako. Sebuah perjalanan panjang yang akhirnya berbuah indah.

(Ro Adpim Setdaprov Sulteng)


×
Berita Terbaru Update