Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menjemput Harapan di Lembah Sigi: Satu Tahun Perubahan Kepemimpinan Rizal-Samuel

| 11:46 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-26T04:46:50Z

 


  • Gubernur Sulteng Anwar Hafid serahkan piagam penghargaan Kategori Pratama kepada Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae sebagai pemda berhasil dalam pencapaian UHC. (Ist)

Laporan: Elkana Lengkong

ALASANNEWS,Sigi- Perjalanan satu tahun kepemimpinan Bupati Mohamad Rizal Intjenae bersama Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi menandai babak baru pembangunan di Kabupaten Sigi. 


Di bawah nakhoda Rizal—seorang lulusan Master Komunikasi yang visioner—Sigi kini tengah bersalin rupa. Ia memahami betul bahwa di era disrupsi ini, kepemimpinan harus membawa dampak nyata yang langsung menyentuh urat nadi masyarakat.


Pembangunan yang Memanusiakan Manusia


Bagi Rizal dan Samuel, pembangunan sejati bukan sekadar deretan angka, melainkan tentang kualitas hidup manusia. Hal ini dibuktikan dengan langkah konkret di sektor hulu:

Revitalisasi Pertanian: Pembagian 1,5 juta bibit kakao dan pengaktifan 17 titik irigasi menjadi nyawa baru bagi ribuan keluarga petani.


Infrastruktur Berbasis Rakyat: Melalui program Inpres, jalan-jalan di pelosok kini semakin mantap, memudahkan akses hasil bumi ke pasar dan mengukir senyum di wajah warga desa.


Capaian Strategis: Kemiskinan Terendah dalam Lima Tahun


Berbekal visi pembangunan berbasis data, duet kepemimpinan ini mencatatkan prestasi gemilang pada indikator makro. Data menunjukkan tren positif yang signifikan:


Angka kemiskinan Sigi pada 2025 merosot ke 10,47%, angka terendah dalam lima tahun terakhir. Prestasi ini membawa 3.770 warga keluar dari garis kemiskinan, bahkan melampaui rata-rata Provinsi Sulawesi Tengah (10,92%).


IPM Kategori "Tinggi": Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melonjak dari 70,90 (2024) menjadi 71,68 pada 2025.


Kesehatan & Pendidikan: Angka Harapan Hidup mencapai 71,63 tahun (tertinggi kelima di Sulteng), dibarengi dengan kenaikan Rata-rata Lama Sekolah menjadi 9,05 tahun.


 

Respons Cepat Aduan Warga Soal Miskin Ekstrem


Gerak respon cepat Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae bersama istri 

Ketua TP PKK Kabupaten Sigi, Siti Halwiah, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Desa Sibedi, Kecamatan Marawola, Kamis (12/2/2026), menyusul laporan masyarakat terkait kondisi warga miskin ekstrem.


Disertai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sigi, Ariyanto, unsur Tim Pembina Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), Bupati Rizal mendatangi kediaman seorang janda miskin ekstrem Nevi yang saat ini menghidupi empat anak dengan keterbatasan masalah ekonomi.


Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, mengatakan kunjungan ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah antisipasi  laporan warga sekaligus memastikan intervensi sosial agar apa yang dilakukan tepat sasaran.


“Kami menerima informasi langsung dari masyarakat dan hari ini turun ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya. Pemerintah tidak boleh menunggu terlalu lama jika menyangkut kemiskinan ekstrem dan masa depan anak-anak,” ujar Moh Rizal  Intjenae


Inovasi Digital dan Kolaborasi Lintas Daerah


Keberhasilan Rizal Intjenae dalam membangun jejaring juga mendapat apresiasi dari Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid M.Si Dalam peringatan HUT Sigi ke-17, Gubernur memuji kemampuan Rizal merangkul banyak kepala daerah dari luar Sulteng untuk berkolaborasi, termasuk dalam proyek jalan alternatif Luwu Utara-Kulawi.


Di sisi tata kelola, peluncuran Portal Satu Data Sigi menjadi tonggak digitalisasi pemerintahan. Langkah ini dipuji sebagai fondasi kebijakan yang akurat, menyinkronkan perencanaan dan penganggaran di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


Mengembalikan Kejayaan Lumbung Pangan


Gebrakan paling monumental dari politisi Partai Golkar ini adalah tekadnya mengembalikan kejayaan Lembah Palu sebagai lumbung pangan Sulawesi Tengah. Sigi, yang secara historis adalah penopang stok beras nasional, kini sedang menata kembali potensi alamnya.


Kepada Alasannews, Rizal menekankan pentingnya pengelolaan 73 sungai yang berada di bawah kewenangan BWSS III Sulteng. Ia mendorong agar sungai-sungai tersebut tidak lagi menjadi ancaman banjir, melainkan sumber kemakmuran melalui:


Proyek Sabo Dam: Didanai melalui pinjaman JICA Jepang untuk penyediaan air baku dan irigasi sawah.


Mitigasi Bencana: Menata aliran sungai untuk melindungi permukiman sekaligus mengairi lahan hortikultura.


"Pembangunan bukan hanya soal membangun benda mati, tapi tentang menghidupkan harapan di setiap rumah warga Sigi. Satu tahun ini adalah pijakan, dan perjalanan kita menuju Sigi yang mandiri dan berkelanjutan masih akan terus melangkah maju," tegas Moh. Rizal Intjenae.


Satu tahun telah berlalu, dan Lembah Sigi kini bukan lagi sekadar wilayah yang sedang pulih, melainkan daerah yang sedang berlari menjemput masa depan yang lebih cerah.***

×
Berita Terbaru Update