Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Manifestasi Anak Desa: Perjalanan Peluh dan Cita-Cita Anwar Hafid untuk Sulteng

| 17:04 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-15T10:04:41Z

 


Oleh: Elkana Lengkong

Kerja keras dan ketulusan tanpa pamrih. Kalimat ini bukan sekadar deretan kata, melainkan sari pati perjalanan hidup Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. Mantan birokrat tulen yang kini mengemban amanah sebagai Gubernur Sulawesi Tengah ini adalah bukti hidup bahwa integritas mampu menembus batas-batas kemustahilan.


Anwar Hafid adalah manifestasi anak desa dari Wosu, Morowali, yang tumbuh besar dengan peluh dan cita-cita setinggi langit demi tanah kelahirannya.


Dari Rante Bala Menuju Puncak Negeri Seribu Megalit


Jejak kepemimpinan Anwar Hafid adalah potret tangan dingin seorang "anak tangga". Ia meniti karier dari titik nol sebagai Kepala Desa Rante Bala di pegunungan Latimojong, Luwu. Sulawesi Selatan.  Di sana, ia mematri satu hukum fundamental: memimpin adalah soal mendengar, bukan sekadar memerintah. Baginya, jabatan Kepala Desa adalah laboratorium sosial yang paling kompleks.


Sebagai alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), naluri birokrasinya terasah tajam. Dari kursi Kepala Desa, Camat, hingga asisten pemerintahan, Anwar paham betul denyut nadi rakyat. Ia bukan tipe pemimpin "di belakang meja". Ia adalah sosok yang lebih memilih sepatu berlumpur demi memastikan tidak ada warganya yang terlelap dalam kelaparan atau duka sakit.


Legenda "Bapak Pelayanan Gratis"


Nama Anwar Hafid menjadi legenda saat menjabat Bupati Morowali dua periode (2007–2018). Bersama wakilnya, Sumisi Marundu, ia melakukan terobosan yang kala itu dianggap "gila": menggratiskan biaya pendidikan hingga jenjang kuliah dan membebaskan biaya kesehatan.


Bagi Anwar, negara wajib hadir untuk urusan hak dasar rakyat. Program "Kuliah Gratis" miliknya telah melahirkan ribuan sarjana dari keluarga prasejahtera, mengubah garis nasib ribuan rumah tangga. Warisan inilah yang kini ia bawa sebagai nyala harapan baru bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.


Intelektualitas yang Membumi


Meski telah mencicipi kursi parlemen di Senayan (DPR RI 2019–2024), Semangat Anwar Hafid perdalam akan ilmu tak pernah surut. Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan yang diraihnya pada 2023 menjadi bukti komitmennya untuk memimpin dengan landasan teori akademis yang kuat dan tata kelola saintifik.


Kini, kepemimpinannya di Sulawesi Tengah menghadirkan harmoni baru. Berpasangan dengan dr. Reny Lamadjido, Sp.PK, M.Kes—seorang pakar kesehatan sekaligus birokrat berpengalaman dari wilayah Barat Anwar yang merepresentasikan figur wilayah Timur Sulteng tak terpisahkan oleh sekat-sekat geopolitik demi kemajuan bersama.


Spiritual sebagai Kompas Integritas

Anwar memahami bahwa integritas tak hanya lahir dari aturan, tapi juga moral. Pada awal 2026, ia melakukan langkah unik dengan menggelar retret bagi para kepala OPD di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan spiritual agar para pejabat bekerja dengan hati, menjaga amanah, sekaligus meningkatkan efisiensi anggaran.


Visi "Sulteng Sehat dan Sulteng Cerdas" bukan sekadar slogan kampanye, melainkan janji suci untuk memastikan tidak ada lagi anak Sulteng yang putus sekolah atau warga yang tertahan di rumah sakit karena biaya.


Dari Bahodopi ke Masa Depan Siniu


Di bawah komandonya, Sulawesi Tengah bertransformasi menjadi pusat gravitasi industri nikel dunia. Setelah sukses membawa keberhasilan kawasan industri nikel Bahodopi Morowali kini menjadi cetak biru (blueprint) yang hendak dikembangkan di Kecamatan Siniu, Parigi Moutong melalui Kawasan Industri Neo Energi Parimo Industrial Estate (NEPIE).


Melalui NEPIE, Anwar menegaskan komitmen pada Green Industry:


Aksi Iklim: Siniu dirancang rendah karbon sebagai benteng menghadapi pemanasan global.


Hilirisasi yang Memanusiakan: Target 50.000 tenaga kerja dengan kebijakan "Putra Daerah Utama". Anwar ingin pemuda Sulteng menjadi tuan dan ahli di tanahnya sendiri, bukan sekadar penonton di pagar pabrik.


Poros Teluk Tomini: Menjadikan Sulteng gerbang logistik internasional di Timur Indonesia.


Pesan untuk Genetasi Masa Depan


Kepada generasi muda, Anwar selalu berpesan: “Jika seorang Kepala Desa bisa menjadi Gubernur, maka mimpi apa pun bisa kalian raih dengan doa, kerja keras, dan ketulusan.”


Kini, fajar baru telah menyingsing. Di tangan Anwar Hafid, rakyat Sulawesi Tengah tidak hanya menaruh harapan pada pembangunan fisik, tetapi pada martabat dan kesejahteraan yang merata hingga ke pelosok desa.


Profilnya bukan sekadar biografi, melainkan edukasi bagi siapa pun yang percaya bahwa latar belakang bukanlah penghalang bagi masa depan yang gemilang.

×
Berita Terbaru Update