Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mentan Amran Hadir di Wisuda ke-138 Untad, Dorong Lulusan Jadi Pencipta Lapangan Kerja

| 09:31 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-22T02:31:05Z

 



ALASANNEWS, PALU – Di tengah Universitas Tadulako (Untad) Palu mempersiapkan Pemilihan Rektor (Pilrek) yang dijadwalkan berlangsung September 2026, suasana kampus diwarnai sebuah momentum penting. Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., hadir dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Periode ke-138 Untad di Gedung Auditorium Untad, Kamis (20/8/2026).


Kehadiran Amran Sulaiman menjadi perhatian tersendiri karena selain menghadiri prosesi wisuda, Menteri Pertanian tersebut juga menyampaikan orasi ilmiah di hadapan 1.018 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan, sivitas akademika, serta tamu undangan.


Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menyebut kehadiran Menteri Pertanian sebagai sebuah kehormatan bagi Universitas Tadulako.


Menurut Prof. Amar, momentum Wisuda ke-138 memiliki arti penting karena menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-45 Untad.


“Ini menjadi sebuah kehormatan bagi Universitas Tadulako karena pada momentum wisuda kali ini kita mendapat tamu khusus, Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman,” ujar Prof. Amar.


Ia mengatakan, wisuda tidak boleh hanya dipandang sebagai seremoni pelepasan mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang refleksi mengenai peran perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia, memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan riset dan inovasi, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.


Mentan Amran: Sukses Harus Direbut


Dalam orasi ilmiahnya, Mentan Andi Amran Sulaiman tidak hanya berbicara mengenai pertanian. Ia juga menyampaikan pesan motivasi kepada para lulusan yang akan memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.


Amran membagikan pengalaman hidupnya yang pernah diwarnai keterbatasan ekonomi dan berbagai penolakan. Menurut dia, pengalaman tersebut justru menjadi modal penting untuk membentuk mental kuat dalam menghadapi tekanan dan tantangan kehidupan.


Ia meminta para wisudawan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja atau job seeker. Generasi muda, kata Amran, harus berani menciptakan lapangan pekerjaan dan menjadi job creator.


Menurutnya, Sulawesi Tengah memiliki potensi sumber daya alam dan lahan produktif yang besar. Potensi tersebut harus dimanfaatkan oleh generasi muda melalui inovasi, teknologi, kewirausahaan, serta pengembangan pertanian modern.


“Kalau anak-anakku sekalian mau sukses, kalian harus siap menerima tekanan. Tekanan pertama jangan minta uang kepada orang tua, kedua jangan meminta warisan, dan ketiga jangan cuma mengantre mendaftar kerja. Ciptakan lapangan kerja sendiri! Enggak ada jalan lain, sukses harus kamu rebut,” tegas Amran di hadapan para wisudawan.


Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam orasinya. Amran mendorong lulusan Untad berani keluar dari zona nyaman dan membangun kemandirian ekonomi.


Menurut dia, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya menguasai kemampuan akademik, tetapi juga memiliki keberanian mengambil peluang dan menciptakan usaha.


Kementan Siapkan Dukungan


Untuk mendorong generasi muda masuk ke sektor pertanian, Amran menyampaikan kesiapan Kementerian Pertanian memberikan dukungan kepada mahasiswa maupun alumni Untad yang ingin mengembangkan usaha di sektor tersebut.


Dukungan itu antara lain berupa fasilitasi sarana produksi dan alat mesin pertanian (alsintan), termasuk hand tractor, serta dukungan bibit sejumlah komoditas seperti kelapa dan kakao.


Menurut Amran, dukungan tersebut dapat membuka ruang yang lebih luas bagi lulusan perguruan tinggi untuk mengembangkan usaha pertanian dengan pendekatan modern.


Pertanian, kata dia, tidak lagi harus dipandang sebagai sektor tradisional yang identik dengan pekerjaan konvensional. Dengan dukungan teknologi, inovasi, manajemen, dan akses pasar, sektor pertanian dapat menjadi bidang usaha yang menjanjikan bagi generasi muda.


Karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak semata-mata mencari pekerjaan di sektor pemerintahan maupun perusahaan. Mereka juga didorong mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.


Amran Ingatkan Pejabat: Jabatan Adalah Amanah


Dalam orasinya, Amran juga menyampaikan pesan khusus mengenai makna jabatan dan kekuasaan kepada para pejabat yang hadir.


Ia mengingatkan bahwa jabatan, baik sebagai menteri maupun kepala daerah, bukan sesuatu yang bersifat permanen dan bukan pula milik pribadi.


Menurut Amran, jabatan merupakan amanah yang memiliki batas waktu. Setiap pejabat harus menyadari bahwa kedudukan yang diperoleh sewaktu-waktu dapat berakhir.


Ia mencontohkan seorang menteri dapat mengalami pergantian ketika terjadi perombakan kabinet. Hal serupa berlaku bagi kepala daerah yang memperoleh mandat dari masyarakat.


Karena itu, Amran meminta para pejabat tidak bersikap seolah-olah memiliki kekuasaan atas segala sesuatu hanya karena sedang memegang jabatan.


“Siapa kamu? Hamba Allah, pelayan rakyat. Kita ini pelayan rakyat,” kata Amran.


Ia menegaskan, setiap amanah yang diberikan kepada seorang pejabat pada akhirnya akan dimintai pertanggungjawaban.


“Ini ditanya di akhirat nanti. Kamu apakan itu jabatan itu?” ujarnya.


Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuasaan harus digunakan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.


Amran juga meminta para pejabat menjalankan kewenangan secara bertanggung jawab karena setiap keputusan yang dibuat memiliki konsekuensi sosial dan moral.


Rektor Untad Dorong Riset untuk Ketahanan Pangan


Sementara itu, Rektor Untad Prof. Amar menegaskan perjalanan 45 tahun Universitas Tadulako harus terus diisi dengan inovasi dan riset yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada kegiatan pembelajaran di ruang kelas. Mahasiswa dan akademisi harus mampu turun langsung menjawab berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.


“Bagi Universitas Tadulako, mahasiswa tidak boleh hanya belajar teori di dalam ruang kelas. Kita harus turun tangan menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat,” ujar Prof. Amar.


Ia mengatakan Untad terus mendorong pengembangan riset dan inovasi, terutama yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.


Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah pengembangan teknologi pertanian untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.


Sejumlah produk riset unggulan Untad dikembangkan dengan pendekatan teknologi tinggi. Di antaranya inovasi Melon Premium Smart Farming melalui metode rumah kaca hidroponik, budi daya semangka berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk memantau kualitas lahan, serta pengembangan varietas padi gogo lokal.


Pengembangan berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat mengambil peran strategis dalam menjawab tantangan ketahanan pangan.


Untad juga ingin memastikan hasil riset tidak berhenti sebagai produk akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah.


Sivitas Akademika Tanam 10.000 Pohon


Setelah prosesi sidang senat dan wisuda berakhir, rangkaian Dies Natalis ke-45 Untad dilanjutkan dengan aksi lingkungan berupa penanaman 10.000 pohon di sejumlah titik strategis kawasan kampus.


Rektor Prof. Amar memimpin langsung gerakan tersebut dengan melibatkan berbagai unsur sivitas akademika.


Mahasiswa baru, dosen, tenaga kependidikan, dan unsur lainnya ikut mengambil bagian dalam aksi penanaman pohon tersebut.


Gerakan penghijauan itu tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan seremonial dalam rangka memperingati Dies Natalis. Untad menempatkannya sebagai bagian dari komitmen jangka panjang untuk membangun lingkungan kampus yang hijau, teduh, nyaman, dan berkelanjutan.


Melalui penanaman 10.000 pohon, Untad ingin membangun kesadaran ekologis mahasiswa sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran langsung bahwa pembangunan sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.


Wujudkan Green Campus Berkelanjutan


Gerakan penanaman pohon tersebut semakin memperkuat visi Untad untuk membangun konsep Green Campus.


Kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga diharapkan menjadi contoh pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.


Filosofi “KITA UNTAD” yang merupakan singkatan dari Kolaboratif, Inovatif, Transformatif, dan Adaptif menjadi semangat yang diusung dalam gerakan tersebut.


Kolaborasi seluruh unsur universitas diharapkan mampu membangun rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.


Bagi mahasiswa baru, kegiatan itu menjadi pengalaman awal bahwa kehidupan kampus tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik. Mereka didorong memahami bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial dan ekologis terhadap lingkungan sekitarnya.


Penanaman 10.000 pohon diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi kawasan kampus sekaligus menjadi investasi ekologis bagi generasi mendatang.


Wisuda dan Refleksi 45 Tahun Untad


Wisuda ke-138 Untad akhirnya bukan sekadar seremoni pelepasan 1.018 lulusan. Kehadiran Mentan Amran Sulaiman memberikan pesan kuat mengenai pentingnya keberanian, kemandirian, dan semangat menciptakan lapangan pekerjaan.


Di sisi lain, paparan Rektor Untad mengenai riset pertanian menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat mengambil peran dalam mendukung ketahanan pangan nasional.


Sementara itu, gerakan penanaman 10.000 pohon menjadi simbol bahwa pembangunan akademik dan kemajuan teknologi harus berjalan seimbang dengan kepedulian terhadap lingkungan.


Memasuki usia ke-45 tahun, Universitas Tadulako diharapkan semakin mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, daya juang, kepedulian sosial, kemampuan berinovasi, serta keberanian menciptakan perubahan.


Pesan Mentan Amran mengenai pentingnya menjadi pencipta lapangan kerja, komitmen Rektor Untad terhadap pengembangan riset pangan, dan gerakan penghijauan 10.000 pohon menjadi tiga pesan utama dari momentum Wisuda ke-138 Untad: membangun manusia, memperkuat ketahanan pangan, dan menjaga lingkungan untuk masa depan.

×
Berita Terbaru Update