- Universitas Tadulako (Untad), Sulawesi Tengah (dua dari kiri) berfoto bersama dua dosen Shandong Vocational University of Foreign Affairs di Kota Palu. (Dok. Humas Untad).
ALASANNEWS, PALU – Universitas Tadulako (Untad) Sulawesi Tengah menjalin kerja sama pertukaran dosen dengan Shandong Vocational University of Foreign Affairs (SVUFA) China. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas akademik serta pengayaan bahasa dan budaya antar-kedua negara.
Tindak Lanjut Kesepakatan Internasional
Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari Agreement on Friendly Relations yang ditandatangani kedua belah pihak pada 17 April 2026 lalu.
"Program ini menjadi bagian dari upaya kedua perguruan tinggi dalam meningkatkan kompetensi akademik, pemahaman lintas budaya, serta jejaring kerja sama internasional," ujar Prof. Amar di Kota Palu, Senin.
Dosen China Mengajar Mandarin di Palu
Dalam implementasi kerja sama ini, SVUFA mengirimkan dua dosennya, yakni Zhao Min dan Yang Aiyu, ke Untad. Selama masa magang akademik tersebut, keduanya mempelajari bahasa dan budaya Indonesia sekaligus aktif mengampu mata kuliah bahasa Mandarin di sejumlah program studi Untad.
Persiapan Studi S3 Dosen Untad di China
Sebaliknya, Untad mengirimkan dua delegasi dosen ke SVUFA untuk periode 25 Agustus 2026 hingga 15 Januari 2027. Mereka adalah Andi Harismahyanti dari Prodi Data Sains (FMIPA) dan Muh Fahruddin Nurdin dari Prodi Agribisnis (Fakultas Pertanian).
Selama di China, kedua dosen Untad tersebut akan memperdalam kompetensi bahasa Mandarin, pemahaman budaya lokal, dan memperluas jejaring akademik. Program ini juga diproyeksikan sebagai persiapan bagi keduanya untuk melanjutkan studi jenjang doktoral (S3) di Negeri Tirai Bambu.
Komitmen Menuju World Class University
Melalui program ini, Untad berkomitmen terus mendorong penguatan internasionalisasi kampus dengan mendongkrak kompetensi global para dosen dan staf akademik.
"Kerja sama dengan SVUFA diharapkan membuka peluang yang lebih luas dalam pengembangan kolaborasi akademik, penelitian, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta pertukaran mahasiswa di masa mendatang," pungkas Prof. Amar.


