TOLITOLI, Alasannews – Pemerintah Kabupaten Tolitoli terus memperkuat upaya pelestarian warisan budaya daerah di era digital. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui Sosialisasi Identifikasi Naskah Kuno yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Tolitoli, Senin (6/7/2026).
Mengusung tema "Temukan, Kenali, Lestarikan: Peran Kita Menjaga Warisan Budaya Daerah", kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga naskah kuno sebagai bagian dari identitas dan sejarah daerah.
Peserta mendapatkan pembekalan mengenai ciri-ciri naskah kuno, teknik identifikasi, dokumentasi, hingga langkah-langkah pelestarian agar dokumen bersejarah tersebut tidak mengalami kerusakan maupun hilang ditelan zaman.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tolitoli, Lely Husna Bantilan, mengatakan masih banyak naskah kuno yang tersebar di masyarakat dan belum terdata secara resmi.
"Masih banyak naskah kuno yang belum teridentifikasi. Padahal, naskah-naskah tersebut merupakan bagian dari identitas daerah yang harus dijaga dan dilestarikan," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli, Moh. Asrul Bantilan, menegaskan bahwa sosialisasi ini tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata.
Ia meminta seluruh pemangku kepentingan menindaklanjuti hasil kegiatan melalui inventarisasi dan digitalisasi naskah kuno agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran, penelitian, sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah.
"Hasil sosialisasi ini harus ditindaklanjuti dengan inventarisasi dan digitalisasi sehingga naskah kuno dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, dan pelestarian budaya," tegasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri para camat, kepala desa, lurah, tokoh adat, serta menghadirkan narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah.
Melalui program ini, Pemkab Tolitoli berharap semakin banyak naskah kuno yang berhasil ditemukan, didata, dan didigitalisasi sehingga nilai sejarah serta kearifan lokal yang terkandung di dalamnya tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. ()*
Sumber: DKIPS Tolitoli


